0

Cabang Iman ke-19 : Mengagungkan, Mempelajari dan Mengajarkan Al Quran, Menghafalkan Hukum, Mendalami Ayat yang Mengandung Janji dan Ancaman dari Allah sampai Menangis Karenanya (Part 1)

“Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (QS. Al-Hasyr :21)

Al Quran sangatlah berat. Maka Allah pun mempersiapkan Rasulullah SAW dengan saat sempurna untuk menerimanya, seperti membersihkan hari beliau saat kecil. Bahkan dalam beberapa riwayat dikisahkan bagaimana kondisi Rasulullah saat wahyu turun, saking beratnya Al Quran. Ada kalanya ketika Al Quran akan turun seperti ada lonceng yang sangat kuat berdengung di telinga Rasulullah. Atau seperti suara lebah yang juga pernah didengar para sahabat. Pernah pula para sahabat melihat Rasulullah berkeringat padahal saat itu sedang musim dingin. Dan bila wahyu turun saat beliau sedang di atas unta, maka unta pun bergetar hingga Rasul jatuh, dst.

Kulit orang beriman akan merinding saat mendengat ayat Al Quran.

Al Quran adalah izzah kita–> Seperti perkataan Umar bin Khattab, “Jika kita meninggalkan Al-Quran maka Allah akan menghinakan kita.”

Ustadz Abdul Azis Abdul Rouf pernah berkata, proses kita berinteraksi dengan Al Quran adalah dengan diulang-ulang, seperti mengulang,-ngulangnya kita pada Al Fatihah.

Ada seorang ulama Tabiin yang berwasiat kalau meninggal dunia ia ingin dikuburkan di rumahnya. “Saya ingin dikuburkan di trmpat saya mengkhatamkan Quran 1000 x”

Saudara-saudara kita di Palestina, Mesir, dll, yang tengah menghadapi kedzaliman di penjara, mereka mengisinya dengan m3mbaca Al Quran hingga bisa khatam 90 x dalam tiap bulan. Karena mereka yakin betul bahwa Al Quran akan memberikan keteguhan, maka harus banyak berinteraksi dengannya.

Jika anak kita sedang mengalami kesulitan menghafal Al Quran, maka langsung introspeksi, jangan-jangan kita lah orang tuanya yang tengah jauh dari Al Quran.

Dalam Kitab Mukhtashor Syuabul Iman,cabang ke 19 ini hanya tertulis 4 halaman, padahal di kitab Syuabul Iman aslinya tertulis 200 halaman, dengan pembagian beberapa pasal.

PASAL 1. TENTANG KEUTAMAAN MEMPELAJARI AL QURAN

Dari Abu Abdurrahman As-Sulami, dari Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,“Sesungguhnya orang yang paling utama di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Pada suatu saat ketika sedang berada di medan jihad, sahabat Hudzaifah Ibnul Yaman pernah mendengar perselisihan tentang bacaan Al Quran, padahal memang Al Quran Allah turunkan dengan 7 macam bacaan. Dalam sebuah hadits disebutkan : “Al Quran diturunkan dengan 7 huruf, barangsiapa membacanya demikian, maka seperti membaca sebagaimana yang Allah turunkan kepada Rasulullah”.

Abdurrahman bin Abdul Qari’ bahwa dia berkata, Umar bin Khathab ra. berkata; “Aku mendengar Hisyam bin Hakim bin Hizam membaca surah Al-Furqan dengan cara yang berbeda dari yang aku baca sebagaimana Rasulullah saw. membacakannya kepadaku dan hampir saja aku mau bertindak terhadapnya, namun aku biarkan sejenak hingga dia selesai membaca. Setelah itu aku ikat dia dengan kainku lalu aku giring dia menghadap Rasulullah saw. dan aku katakan: “Aku mendengar dia membaca Al-Qur’an tidak sama dengan aku sebagaimana engkau membacakannya kepadaku”. Maka, beliau berkata kepadaku: “Bawalah dia kemari”. Kemudian beliau berkata, kepadanya: “Bacalah”. Maka dia pun membaca. Beliau kemudian bersabda: “Begitulah memang yang diturunkan”. Kemudian beliau berkata kepadaku: “Bacalah”. Maka, aku membaca. Beliau bersabda: “Begitulah memang yang diturunkan. Sesungguhnya Al-Qur’an diturunkan dengan tujuh dialek (qira’ah sab’ah), maka bacalah oleh kalian (qira’ah) mana yang mudah”. (HR. Bukhari)

Karena perselisihan-perselisihan tsb, Hudzaifah memberi usulan kepada Khalifah Utsman Bin Affan agar ummat tidak semakin terpecah. Terbentuklah tim pengumpulan Al Quran yang diketuai Zaid bin  Tsabit . Dan hadirlah 6 mushaf Al Quran, satu disimpan di Madinan, dan 5 lainnya dikirim ke Makkah, Syam, Kuffah, Basrah, dan Yaman. Tiap mushaf, dikirim pula seorang muqri nya, seperti Abu Abdurrahman As Sulami yang diutus untuk mengajarkan Quran di Kuffah selama 40 tahun.

Para ulama bersepakat bahwa Rosm Utsmani tidak boleh diubah. Dan setelah pembukuan itu, orang-orang yang memiliki mushaf pribadi harus membakarnya dan hanya menggunakan mushaf resmi, agar tidak ada lagi perdebatan.

Dari Abdullah bin Mas’ud  RA Nabi SAW bersabda :
” Al Quran adalah hidangan Allah. Pelajarilah apa yang bisa kau pelajari. Al Quran adalah tali Allah,cahaya yang terang dan obat yang mujarab, pelindung bagi orang yang berpegang dengannya, penyelamat bagi orang yang mengikutnya. Al Quran tidak bengkok, tidak menyimpang, tidak habis keajaibannya. Bacalah kerana Allah akan memberikan pahala,  setiap satu huruf sepuluh pahala. Aku tidak katakan alim Laam Miim sebagai satu huruf tetapi alif satu huruf dan Laam satu huruf serta miim satu huruf. ” ( HR al Hakim).

Dari Uqbah bin Amir RA, ia menceritakan, “Rasulullah saw. Datang menemui kami di shuffah, lalu beliau bertanya, ‘Siapakah diantara kalian yang suka pergi setiap hari ke pasar Buth-han atau Aqiq lalu ia pulang dengan membawa dua ekor unta betina dari jenis yang terbaik tanpa melakukan satu dosa atau memutuskan tali silaturahmi?’ Kami menjawab, Ya Rasulullah, kami semua menyukai hal itu.’ Rasululullah saw. Bersabda, ‘Mengapa salah seorang dari kalian tidak kemasjid lalu mempelajari atau membaca dua buah ayat al Qur’an (padahal yang demikian itu) lebih baik baginya dari pada dua ekor unta betina, tiga ayat lebih baik dari tiga ekor unta betina, dan begitu pula membaca empat ayat lebih baik baginya daripada empat ekor unta betina, dan seterusnya sejumlah ayat yang dibaca mendapat sejumlah yang sama dari unta-unta.” (HR. Muslim dan Abu Dawud)

Pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib, seorang sahabat pernah mengadukan kondisi orang-orang yang sibuk dengan hadits namun tidak mempelajari Al Quran sebagaimana mestinya. Maka Ali RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Bahwa nanti akan ada fitnah (musibah luar biasa). Bagaimana agar keluar dari fitnah itu? Dengan Al Quran, karena dalam Al Quran ada kabar orang-orang sebelun kalian dan orang-orang sesudah kalian, ada hukum. Orang yang meninggalkan Al Quran adalah orang sombong akan Allah parahkan, orang yang mencari petunjuk selain Al Quran akan Allah sesatkan….” –> Ada yang mengatakan bahwa ini bukan hadits marfu tetapi hadits maukuf perkataan Ali RA.

Dari Zaid bin Arqam RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda “Wahai manusia sesungguhnya Aku meninggalkan untuk kalian apa yang jika kalian berpegang kepadanya niscaya kalian tidak akan sesat ,Kitabullah dan Itrati Ahlul BaitKu”.(HR. Tirmidzi,Ahmad,Thabrani)

Dari Jubair bin Muth’im RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : “Hendaklah kamu sekalian bergembira, karena sesungguhnya Al-Qur’an ini ujungnya berada ditangan Allah sedang ujungnya yang lain ditangan kamu sekalian. Oleh sebab itu hendaklah kalian berpegang teguh kepadanya, maka  sungguh kamu sekalian tidak akan binasa dan tidak pula akan sesat sesudah itu selama-lamanya”. (HR. Ath-Thabarani)

Bila para sahabat biasanya bertanya tentang kebaikan, maka sahabat Hudzaifah Ibnul Yaman pernah bertanya kepada Rasulullah tentang kejelekan, karena khawatir terjerumus dalam kejelekan itu. Maka Rasulullah SAW menjawab, “Yaa Hudzaifah berpegang teguhlah kepada Al Quran, pelajarilah dan ikutilah.” Sampai diulang 3x.

Dari ‘Ali bin Abi Thalib, dia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Siapa membaca dan hafal Al-Qur’an lalu menghalalkan yang halal di dalamnya dan mengharamkan yang haram di dalamnya niscaya Alloh akan memasukkannya dengan sebab itu ke dalam jannah, dan menerima syafa’atnya untuk 10 orang dari keluarganya yang kesemuanya mesti masuk ke dalam neraka.” (HR Tirmidzi )

Orang yang menghafal Al Quran sebelum baligh maka ia telah diberi hikmah ketika dia belia. Seperti hadits dari abu Hurairah RA, ” Siapa yang mempelajari Al Quran ketika masih kecil maka al Quran itu akan menyatu dengan daging dan darahnya. Dan siapa yang mempelajarinya saat dewasa, ilmu itu lepas darinya dan tidak melekat pada dirinya, maka baginya pahala 2 kali. “( HR. Baihaqi)

Para sahabat mengatakan, “Kami bila belajar 10 ayat dari Rasulullah, kami tidak akan beranjak ke ayat lain sebelum mempelajari apa-apa yang ada dalam ayat-ayat tersebut”. Umar bin Khattab belajar Al Baqarah selama 12 tahun, sedangkan Abdullah bin Umar mempelajari Al Baqarah selama 8 tahun, karena keduanya mempelajari hingga hukum-hukum dan ilmu-ilmu yang terdapat di dalamnya.

Bagaimana terhadap anak-anak kita? Untuk anak-anak, karena bila dijelaskan hukum-hukum Al Quran belum tentu faham, maka tak apa memulai dengan menghafal dulu. Seperti dalam penanaman iman, mereka ditalqin dulu, seiring dengan usia, mereka diajak untuk memahami dan mendalami ilmunya.
===

Sumber: Kajian Ummahat KAF Tangsel, Kitab Syu’abul Iman, yang disampaikan oleh Ust.Akhmad Nizaruddin, MA.

Dirangkum oleh Wulan Ummu Kayyisah

Advertisements
0

Cabang Iman ke-13 : Tawakkal kepada Allah SWT

PENGERTIAN

Tawakkal adalah tsiqoh, pasrah, dan menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah dengan adanya sebab-sebab usaha.

Tawakkal disebutkan sebanyak 70 kali di dalam Al-Qur’an, ini menunjukkah betapa pentingnya tawakkal.

URGENSI TAWAKKAL

  1. Karena salah satu sifat yang menonjol dari seorang muslim adalah tawakkal.
  2. Al-Anfal : 2. Menurut Ibnu Katsir, orang-orang mukmin itu hanya berharap kepada-Nya, tujuan kepada Allah, dan memohon perlindungan kepada Allah.
  3. Tawakkal adalah syarat sah keimanan seseorang. QS.Al-Maidah : 23
  4. Tawakkal adalah setengan agama (nisfud diin)

Agama itu terdiri dari 2  hal (QS.Al-Fatihah : 5)

  • Isti’anah, memohon pertolongan kepada Allah, termasuk dalam hal ini adalah tawakkal
  • Ibadah, yang di dalamnya juga ada Al-Mahabbah, khauf, raja’

Dalam ayat-ayat tentang Tawakkal, Allah selalu mendahulukan objeknya terlebih dulu. “Iyyaaka Na’budu”, “Wa ‘alallahi fal yatawakkal..”, dst. Mengapa demikian? Ini mengisyaratkan bahwa mengenal siapa yang ditawakkali, mengenal Allah terlebih dulu, itu sangat penting. Tak kenal maka tak cinta. Jika kita sudah kenal, apalagi cinta, maka semua ibadah akan terasa ringan dan isti’anah akan terasa mudah. Seperti perkataan Salaf, “Jangan lihat kecilnya dosa, tapi lihatlah siapa yang kau langgar.”

Dalam QS. AL-Fatihah: 7, siapakah yang dimaksud Allah beri nikmat atas mereka? Mereka adalah para nabi, shiddiqin, para syuhada, dan sholihiin.

Apakah mudah ? Tidak.Jalan yang mereka tempuh sangat sulit, ujian mereka pun berat. Tapi karena mereka mencintai dan dicintai Allah, maka mereka menikmati ujian-ujian itu.

Nabi Ayyub AS, menikmati ujian karena tahu bahwa di dalam ujian itu ada cinta Allah.

Rasulullah SAW merasakan ujian yang sangat berat, yaitu ketika berdakwah ke Thaif pada tahun ke-10 kenabian. Tapi lihatlah isi doa beliau saat di Thaif. “Wahai Allah Tuhanku, kepada-Mu aku mengadukan kelemahan diriku, kekurangan daya upayaku dan kehinaanku di hadapan sesama manusia. Wahai Allah Yang Maha Kasih dari segala kasih, Engkau adalah pelindung orang-orang yang lemah dan teraniaya. Engkau adalah pelindungku. Tuhanku, kepada siapa Engkau serahkan diriku? Apakah kepada orang jauh yang membenciku atau kepada musuh yang menguasai diriku. Tetapi asal Kau tidak marah padaku, aku tidak perduli semua itu. Kesehatan dan karunia-Mu lebih luas bagiku, aku berlindung dengan cahaya-Mu yang menerangi segala kegelapan, yang karenanya membawa kebahagiaan bagi dunia dan akhirat, daripada murka-Mu yang akan Kau timpakan kepadaku. Engkaulah yang berhak menegurku sehingga Engkau meridhaiku. Tiada daya dan upaya kecuali dari-Mu”

“Besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan, dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Oleh karena itu, barangsiapa ridha (menerima cobaan tersebut), maka baginya keridhaan, dan barangsiapa murka maka baginya kemurkaan.” (HR. Ibnu Majah)

  1. Allah memerintahkan tawakkal dalam segala urusan, bahkan doa keluar dan masuk rumah saja isinya adalah tentang tawakkal kepada Allah.

Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang aku harapkan, maka janganlah Engkau menyerahkan aku kepada diriku sendiri meski hanya sekejap mata dan perbaikilah seluruh urusanku. Tiada Ilah Yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Dawud no. 5090, Ahmad no. 27898 Ibnu Hibban. Dihassankan oleh Syaikh Syuaib Al-Arnauth dan Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 3388)

Akan masuk surga suatu kaum yang hati mereka seperti hati burung.” (HR. Muslim no. 2840) à hati yang penuh tawakkal dan hanya bergantung kepada Allah SWT

KEUTAMAAN TAWAKKAL

  1. Sifat ahli surga adalah sabar dan tawakkal
  2. Orang yang tawakkal kepada Allah, akan Allah cintai. QS.Ali Imran: 159à masih ada hubungan dengan kisah perang Uhud di Ali Imran : 152. Allah tidak mencela proses yang sudah terjadi pada perang uhud (Musyawarah)à فاذاعزمت فتوكل على الله
  3. Orang yang tawakkal akan senantiasa Allah jaga, Allah penuhi semua kebutuhannya. QS. Ath-Thalaq :3
  4. Orang yang tawakkal susah untuk dipengaruhi syaitan dan dilindungi Allah dari orang jahat. QS. An-Nahl : 99
  5. Orang tawakkal adalah uswah (teladan) QS. Al-Mumtahanah: 4
  6. Tawakkal adalah penyebab utama Allah akan memberi rizki

Rizki tidak melulu tentang harta, tapi bisa dalam bentuk ilmu, kenyamanan, kesehatan, harmonis, dst.

“Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Hakim)

  1. Tawakkal adalah penyebab utama kemenangan kaum muslimin menghadapi musuh. QS. Ali Imran : 160 –> Jika Allah menolong kalian makan tidak ada yang bisa mengalahkan kalian

HAL-HAL YANG PERLU DITAWAKKALI

  1. Tawakkal dalam hal yang biasa kita khawatirkan, yaitu tentang rizki.

Syaikh Qardhawi pernah mengatakan bahwa urusan rizki dan ajal banyak membuat orang berpikir, khawatir, dsb. Padahal semua itu sudah dijamin.

Mari belajar dari kisah Abu Bakar RA, saat beliau ditanya tentang apa yang akan diinfakkan untuk perang Tabuk. Jawabnya adalah seluruh hartanya. Cukup baginya dan keluarga Allah dan Rasul-Nya.

Lalu mari kita pun melihat kisah para Mujahidin. Apa yang mereka tinggalkan untuk keluarga? Mereka akan berkata, “ Kita pergi untuk memenuhi perintah Allah. Allah berjanji akan memberikan rizki kepada hamba-hambaNya”. Dan bagaimana penyikapan para istri mujahidin? Mereka pun akan berkata, “ Saya tahu suami saya Cuma makan dan bukan yang memberi rizki. Jika tukang makan itu pergi, maka Sang Pemberi rizki tidaklah pergi.”

  1. Tawakkal dalam urusan agama , yaitu dalam berdakwah dan penegakkan Islam.

Tawakkal orang yang berdakwah harus lebih besar dari orang biasa.

USAHA YANG BERKAITAN DENGAN TAWAKKAL

توكل  (Tawakkal) –> berserah dengan berusaha

تواكل (Tawaakal) –> pasrah tapi tidak mau berusaha, dan ini tercela

QS.Al-Anfal : 60–> واعدوالهم –> I’dad (persiapan) adalah bentuk usaha

  1. An Nisa : 102 –> tentang shalat khauf, bersiap siaga dan mengambil senjata
  2. Ad Dukhan : 24–> Kisah Nabi Musa
  3. Al-Hijr : 65–> Kisah Nabi Luth

Beberapa ayat tersebut adalah contoh tawakkal  yaitu berserah namun tetap diiringi usaha.

Pada suatu hari ada seorang laki-laki yang akan pergi berjihad dan dia berkata kepada Imam Ahmad bahwa dia tidak mau membawa bekal karena dia tawakkal kepada Allah. Maka Imam Ahmad pun menjawab, “Berangkat saja sendiri kalau begitu.”

Seseorang berkata kepada Nabi ShollAllahu ‘alaihi wa sallam, “Aku lepaskan untaku dan (lalu) aku bertawakkal ?” Nabi bersabda, “Ikatlah kemudian bertawakkallah kepada Allah.” (HR. Tirmidzi dan dihasankan Al Albani)

Orang yang tawakkal seperti orang yang melempar benih. Ia rawat sebaik mungkin, namun kemudian ia menyerahkan hasilnya kepada Allah.

Jangan pernah merasa keberhasilan adalah karena diri kita. Semua terjadi karena Allah SWT

Contoh tawakkal  dari para teladan mulia:

  1. Proses hijrah Rasulullah SAW yang penuh dengan persiapan dan strategi yang sangat matang
  2. Nabi Nuh AS membuat kapal sebagai bentuk usaha menyelamatkan diri
  3. Nabi Ya’qub AS melarang Nabi Yusuf AS menceritakan perihal mimpinya kepada saudara-saudaranya.

– Keluarga Nabi Ya’qub bisa mentakwil mimpi, termasuk para putranya

– Minta tolonglah kepada Allah dengan jalan menyembunyikan karena orang yang diberi nikmat itu dihasadi

  1. Orang-orang yang hanya duduk-duduk di masjid akan dipukul oleh Umar RA

BUAH TAWAKKAL

  1. Akan mendapatkan As-Sakinah dan Tuma’ninah. Contoh nya adalah saat Rasulullah SAW berada di gua Tsur.

“Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) Maka Sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir Itulah yang rendah. dan kalimat Allah Itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(QS. At-Taubah : 40)

2.  Al Quwwah (kekuatan)

  • QS. Yunus : 71 –> Kisah Nabi Nuh AS
  • QS. Hud : 54-56 –> Kisah Nabi Hud AS
  • QS. Al-Ahzab : 22 –> kisah kemenangan pada perang Ahzab

3.  Al Izzah (kemuliaan) –> QS Asy Suara : 217

CIRI ORANG TAWAKKAL

  • Dari Yahya bin Muadz. “Kapan seseorang bisa dikatakan tawakkal? Yaitu jika dia ridha Allah sebagai penolongnya.”
  • Orang tawakkal adalah orang yang selalu optimis. QS. Yusuf : 87
  • Orang tawakkal tidak pernah mengeluh atau menunjukkan ketidaksabaran. Dia adalah orang yang paling sabar.

 

====

Sumber : Kajian Kitab Mukhtashor Syu’abul Iman ,Ummahat KAF Tangsel, yang disampaiakan oleh Ust. Akhmad Nizaruddin, MA.

Dirangkum oleh Wulan Ummu Kayyisah

3

Satu Semester Kayyisah Alfatih dan Kuttab Al-Fatih

Beberapa orang bertanya bagaimana perkembangan Kayyis selama di Kuttab.

Jawabannya  adalah….

===

Bismillahirrahmanirrahim

Laa haula walaa quwwata illaa billaah. Manusia hanya berikhtiar sedemikian rupa, setiap anugerah semata-mata adalah kemurahan dari sang Pencipta, Allah Jalla Jalaluh.

Iman sebelum Quran. Adab sebelum ilmu. Ilmu sebelum amal.

Iman

Ini lah yang paling berharga. Terlebih bagi kami orang tua yang minim ilmu syar’i, serba bingung dan meraba-raba.

Hadits-hadits pertama yang diajarkan dan dihafal anak-anak adalah tentang tauhid. Hadits-hadits tersebut terus diulang-ulang , sampai tanpa sadar saat Kayyis bermain pun  ia menggumamkan hafalan-hafalan haditsnya. “Ihfadizillaha yahfadzuka ..” “Ittaqillaaha haitsu maa kunta….”. “Waidzasta’anta fasta’in billah..”, dst.

Kayyis sendiri lebih banyak saya tekankan tentang masalah penjagaan Allah, Allah yang Maha Tahu dan Maha Melihat, juga Allah lah pencipta segala sesuatu. Terkadang Kayyis enggan ditinggal sendirian, maka selalu saya tekankan, “Ada Allah. Allah yang Maha Menjaga. ”Eh,dia ngeyel, “Mana? Ga ada tuh..” “Yiis, Kayyis tidak bisa melihat Allah, tapi Allah selalu melihat dan menjaga Kayyis”. Sampai suatu hari dia bicara pada adiknya yang masih banyi, “Ga usah takut ya Deek, kan ada Allah.” Hehe..

Kalau lihat hujan, lihat hewan, liat pohon  maka ia akan katakan, “Ciptaan Allah ya Umi.” Sampai kalau lagi baca iqra pun dia  komentar, ”Ini yang nulis Allah juga ya?” “Bukaan,yang nulis orang, orangnya ciptaan Allah.”

Nah, salah satu hal lain yang sudah dia fahami sekarang adalah bahwa adek itu dikasihnya sama Allah. Maka, mulailah dia berdoa, “Yaa Allah, berikanlah aku adek Muhammad”. Hmmm…Umminya kerut-kerut kening..

Selain terus menerus menanamkan tentang Allah, juga yang paling sering disampaikan adalah tentang adanya surga dan neraka. Menjelaskan keduanya  adalah penting, tidak bisa hanya surga saja atau neraka saja. Terkadang saya terkagum-kagum jika sudah  mendengar ungkapan-ungkapan spontan Kayyis.  Pernah suatu saat saya mengajaknya ngobrol, “Kak, kenapa sih kita shalat?”..Dia jawab,”Hmmm..biar disayang Allah kan ummi…hmmm..sama biar dapat air susu di sungai yang banyaaaak  di surga.”

Lain hari tiba- tiba dia merengek, “Ummi..Kayyis ga mau jadi tulaaang.” Si umminya ga ngerti, akhirnya ngadu lah sama abinya sambil nangis ngahinghing, “Abiii..Kayyis ga mau jadi tulaang..”  Ternyata eh ternyata, salah satu jarinya ada yang luka dan kulitnya mengelupas. “Ga Yis, itu besok sembuh kok, ga akan jadi tulang.” Dia lanjut lagi, “Oh, ga ya Bi, Kayyis takut jadi tulang kayak di neraka itu.” Dan, kami pun terdiam…

Selanjutnya yang tentu diperkenalkan adalah tentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dikit-dikit, “Kayak Rasulullah ya Ummi.” ”Mau istana kayak Rasulullah ya Ummi.” Dst. Juga mengenalkan para sahabatnya, terutama 10 sahabat mulia yang dijamin masuk surga.

Quran

Seperti yang selalu ditekankan, bahwa Kuttab bukanlah lembaga tahfidzul Quran, melainkan lembaga Iman dan Quran. Bukan berarti Al-Quran ditinggalkan, tetapi penanaman iman menjadi sesuatu yang lebih diprioritaskan.

Untuk kelas Kuttab Awal 1, Kayyis belajar membaca Quran menggunakan metode Baghdadiyah. Alhamdulillah, cukup bisa mengikuti karena sebelum di Kuttab sudah lebih dahulu memulai dengan metode Iqra. Sedangkan untuk hafalan Quran alhmdulillah cukup lancar, walau kadang ada beberapa surat yang harus setor ulang 2-3 kali. Parameter kelulusan pun cukup ketat, bukan hanya kelancaran tapi yang utama tentang makhraj dan tajwid.

Suatu hari Kayyis minta main sekolah-sekolahan. Dan, jadi lah ummi abinya sebagai murid. Ternyata dia ingin ngajarin makhorijul huruf. “Gini loh Ummi kata ustadz,’Abb’ bibirnya ditahan dulu baru dibuka..” dst, dia ajarin hampir semua huruf. Kami disuruh mengulang ucapan dia,  habis itu diminta takbir,”Allahu Akbar !!!”

Seperti yang pernah disampaikan saat Stadium General, di Kuttab musik sangat diminimalisir. Bukan mau masuk ranah fiqh haram atau tidak haramnya musik, tapi Kuttab memilih berhati-hati dan mengambil ibroh dari sejarah tentang keruntuhan daulah-daulah Islam. Efeknya, saat mendengar musik Kayyis langsung menghindar. Boro-boro musik, umminya keceplosan berdendang aja lansung disemprit, “Ummiii..istighfar ummi istighfaar.”

 Adab

Sebelum belajar ilmu dari guru, sesungguhnya yang ditiru adalah adab terlebih dulu. Dimulai dari hal-hal kecil dan rutin, seperti adab menuntut ilmu, adab makan,adab ke kamar mandi, adab tidur, adab bertamu, hingga adab dengan lawan jenis. Anak TK diajarin adab lawan jenis? Ya, contohnya adalah diajarkan cara salaman dengan ustadz tanpa boleh bersentuhan tangan.

Selain tentang sentuhan dengan bukan mahram, Kayyis mulai ngeh tentang aurat. Keluar kamar mandi belum sempat tutup aurat, dia akan ngacir kalau ada abinya, “Maluuu, ada ikhwaaan.” Kalau abinya ga sengaja lepas baju atas, dia komplain, “Abiii maluuu.” Tapi sekarang mah udah nggak protes, “Ooh gapapa ya, aurat ikhwan kan dari perut sampai lutut ya.” Hmm..aya-aya wae.

Tentang adab, yang cukup nempel adalah tentang berdoa . Masuk rumah baca doa, keluar rumah otomatis baca doa, semua seolah sudah otomatis baca doa. Tapi, kadang-kadang juga perlu diingatkan, walau  ummi abinya sih yang lebih sering kena semprit sama dia  kalau lupa baca doa.

Cerita lainnya, suatu hari saat abinya pulang, abinya kena omel Kayyis. “Abiii, kata ustadz,kalau habis salam mukanya ngadap sana dulu, jangan liat pintu.” Hehe..langsung praktek dah.  Kalau bersin, dia mengucap “Alhamdulillah”, dan yang lain tidak ngeh, maka dia segera protes,”Kok ga ada yang jawaaab?” Maksudnya kenapa ga ada yang jawab ’Yarhamukallah’..Protes atau rengekan lainnya adalah kalau ia membantu umminya lalu si ummi lupa berterima kasih, ia akan bilang, “Ummi kok ga bilang ‘baarakallahu fiik’?” Hmmm…

Yang kadang ketar-ketir adalah kalau ni bocah belum bisa mencerna dengan utuh apa yang disampaikan ustadz. Misal, suatu hari ustadznya ngasih tau kalau jatuh itu lebih baik mengatakan “Innalillah…” bukannya “Aduh..” Lagi-lagi langsung praktek lah dia ke temannya di komplek rumah atau di masjid. Dengar temannya bilang ‘Aduh’, langsung dia ingatkan, “Kata ustadz ga boleh bilang aduh, dosa loh.” Haduuh..

Adab yang juga menjadi perhatian di  Kuttab adalah tentang berbakti kepada orang tua. Maka, beberapa kali kami mendapat tugas mendampingi Kayyis untuk belajar mencuci bekas makan sendiri, mencuci kaki ummi dan abi, memijiti, menyuapi, membuatkan minum, dll. Tugas itu padahal hanya berlangsung dua atau tiga kali, tapi alhamdulillah kebiasaanya masih berlanjut sampai sekarang. Dia lah yang sekarang menyuguhi abinya air saat abinya pulang kerja. Terkadang dia pula yang membuatkan umminya teh di subuh hari.

Ilmu

Ini yang cukup menarik bagi saya. Salah satu tematik yang dipelajari Kayyis adalah tentang tadabbur Juz 30. Semester ini  bahasannya tentang alam yang mencakup  waktu, unsur, dan energi. Pembelajaran tematik ini sesungguhnya bagian dari pembelajaran iman, modulnya pun khusus disusun oleh tim Kuttab. Saya waktu awal membacanya, puyeng, gimana anaknya.hehe.. Tapi ternyata lambat laun kami menjadi terbiasa.

Misalnya tentang waktu, ada sub bab mengenal waktu malam. “Proses terjadinya malam ada di surat Al-Insyiqoq ayat  16-17, dst”. Anak-anak selalu diminta menghafal ayat dan terjemahnya. Dari situ muncullah dialog-dialog iman, “Oh, Allah yang menciptakan malam..Tanda malam mulai datang adalah dengan muncul syafaq.” Dst dst.. Lanjut lagi, nyambung ke pembahasan ilmu-ilmu murofaqotnya, yaitu IPA, IPS, matematika, dan B.Indonesia.

Yang lucu adalah waktu kemarin menyiapkan Kayyis untuk UAS. Nih bocah 5 tahun UAS IPA,IPS nya kayak apa coba. Sempat ditanya abinya, “Yis, fungsi tanah apa aja?” Dia jawab, “Itu tuh buat nanam,kayak Kayyis waktu itu nanam jahe..” hehe padahal mah dia nanam kunyit. ”Trus apa lagi Yis fungsi tanah?” Dia jawab lagi, “Hmmm..buat yang meninggal.” Betul,,betul..  Lain hari ditanya lagi sama abinya, “Yis, kalau api buat apa?” Dengan polosnya dia jawab, “Buat masak, sama buat neraka..hii sereem..”hihi

Lain soal waktu belajar IPS, kebetulan waktu itu diminta belajar jenis-jenis profesi. “Yis,ayo sebutkan jenis-jenis pekerjaan!” Kayyis jawab, “Membaca, menulis,memasak.” Gubraaak, abinya cuma nyengir. “Bukan yang itu Yis,dokter, guru, ituuu..” “Yis, kalau abi kerjanya apa?” “ Hmm..abi guru kan..kalau Kayyis apa Ummi?” Saya jawab, “Kayyis kan santri Kuttab..Trus trus kalau ummi apa Yis?” Eh, dia jawab, ”Ummi ngaji laaah..” MasyaAllah, si ummi langsung terharu..

Tapi ada yang sedikit membuat saya sedih. UAS kemarin Kayyis harus remedial Matematika. Umminya langsung  galau, kok saya ga bisa ngajarin anak, hikssss..Padahal sehari sebelum UAS, Kayyis senang betul belajar berhitung, penjumlahan dan pengurangan. “Abi,ummi galau..Ummi ngerasa gagal. Padahal ummi kan dulu guru Matematika ya..hiks..hiks..” Abinya cuma jawab, “Mi, kenapa sih harus gitu. Anak kita bahkan sudah lulus Al-Quran,lulus iman,adab, lagian Kayyis aja baru tahu cara berhitung kemarin..” Pas dipikir-dipikir, iya juga. Beberapa bulan lalu, bahkan angka 6 saja sering kelewat,nulis angka kebalik-balik. Dua bulan lalu, Kayyis masih belum bisa membaca, hari ini, saat malam hari dia lah yang membacakan buku Hallo Balita untuk adiknya. Barangkali  ini lah salah satu perkembangan yang harusnya disyukuri. Bukan dengan membandingkan kepada temannya tapi dibandingkan dengan Kayyis sebelumnya. Fabiayyi alaa irabbikumaa tukadzdzibaan..

Ilmu yang juga dipelajari Kayyis di Kuttab adalah tentang keterampilan hidup. Saat class meeting kemarin dia belajar nyapu, nyabutin rumput, masak, lipat baju, dan jahit. Semangat banget dia nunggu kancing baju ummi copot, “Ummi, kancingnya ga ada yang copot ya? Kalau copot, Kayyis yang jahit ya”.

====

Beberapa hari lalu,ustadz menunjukkan salah satu video tentang muslimin di Aleppo.Saya baru tahu setelah saya tunjukkan video yang sama lalu Kayyis komentar,”Oh,itu yang diliatin ustadz tadi Ummi..” Lalu saya ajak dia ngobrol pelan-pelan, saya ajak dia untuk mendoakan. Salah satu efek setelah diingatkan tentang saudara-saudaranya di Aleppo adalah dia jadi  irit jajan. Celengan yang biasanya dia orek-orek karena ingin nambah jatah jajah, kali ini berhenti ia orek-orek..”Untuk infaq kan Ummi..buat teman-teman Kayyis yang jauh itu kan,yang kebakaran, yang berdarah..”

====

Ummi : ” Abi, kenapa sayang ummi?”

Abi : ” Karena ummi istri abi yang shalihah. Trus, kenapa ummi sayang abi?”

Ummi : ” Karena abi suami ummi yang shalih.”

Abi: ” Kayyis sayang abi ga?”

Kayyis : “Sayaang..”

Abi : ” Kenpa sayang abi?”

Kayyis : “Karena Allah..”

====

Perjalanan ini masih sangat panjang. Perjalanan membersamai Kayyisah baru akan berakhir  ketika kelak sebelah kaki kami sudah sama-sama melangkah ke Surga. Aamiin Allahumma Aamiin.

Jazaakumullah khairan katsiiran asaatidz wa ustadzaat 🙂

Rabbii Hablii minashshalihiin

Yaa Allah bimbinglah kami…

1

M.O.K.A

Apa itu MOKA? MOKA adalah masa orientasi Kuttab Al-Fatih. Kalau istilah umumnya MOS atau sekarang ganti nama jadi MPLS. Pertama kali lihat MOKA ala Kuttab dari salah satu video dokumentasi Kuttab Al-Fatih Depok yang sukses membuat saya merinding dan haru. Santri-santri yang masih kecil mungil diajak oleh asaatidz melakukan rekonstruksi penaklukan benteng Konstantinopel. MasyaAllah..

Lalu bagaimana dengan MOKA nya Kayyis di Kuttab Tangsel? Alhamdulillah, saya mendapat cerita sedikit-sedikit dari Kayyis, juga dari dokumentasi yang dibagikan ustadz di grup whatsapp orang tua.

Seperti yang sering disampaikan, sebelum belajar apapun santri akan belajar tentang adab. Maka, di hari pertama MOKA, asaatidz memberikan contoh adab menuntut ilmu melalui drama. Ada yang berperan jadi ustadz, dan ada yang menjadi santri. Anak-anak excited sekali memperhatikan. Kalau Kayyis yang cerita, “Gini loh ummii..kalau ustadz lagi ngomong, mulutnya dikunci dulu, telinganya dibuka,  matanya ditahan jangan ngantuk”.hehe..

IMG-20160724-WA0004[1]

asaatidz sedang memberikan contoh adab belajar

IMG-20160724-WA0008[1]

para santri excited memperhatikan assatidz

Lain hari, anak-anak diajak berkunjung ke masjid jami setempat dan berkenalan dengan ketua DKM nya. Lalu, mereka pun belajar adab bertamu dengan mengunjungi rumah ibu ketua PKK dan pak RT. Saat saya tanya Kayyis, “Yis kalau datang ke rumah orang tuh gimana sih?” Lalu dia jawab, “Ketuk tuh..tuk..tuk..terus salam tiga kali.” “Ga boleh masuk?” Terus dia jawab lagi,”Tunggu orang keluar lah”. “Terus kalau orangnya ga keluar gimana?” ”Pulang lah Ummii..”hehe..Alhamdulillah, ternyata Kayyis faham..

 

IMG-20160726-WA0005[1]

para santri berkunjung ke masjid dan berbincang dengan pengurus masjid

IMG-20160727-WA0007[1]

para santri silaturahim kepada pak RT dan ibu ketua PKK

Pada masa MOKA pun Kayyis belajar doa-doa harian. Doa belajar, doa sebelum dan setelah makan, doa masuk dan keluar WC, doa keluar rumah, doa setelah wudlu, bacaan-bacaan shalat, dan masih banyak yang lain. Sekarang, di rumah ada polisi doa. Ummi keluar WC diingatkan untuk doa. Ummi habis wudlu selalu dikomentari, “Doa habis wudlu ummiiii…” hehe..Tapi yang paling bikin terpukau adalah tingkahnya suatu hari setelah kami shalat maghrib. Tiba-tiba setelah membaca dzikir dan doa biasanya, Kayyis bilang,”Ummi, doakan Risyad lah.” Saya bingung, “Eh, emang gimana doanya?” Terus Kayyis angkat tangan, “Ya Allah, sembuhkanlah Risyad temannya Kayyis.” Ternyata Kayyis ingin doain temannya yang sedang sakit..

Di hari terakhir MOKA, para santri diajak untuk membersihkan lingkungan sekitar. Hal yang terlihat kecil, tapi sesungguhnya mengandung makna yang amat besar. Bagaimana Islam mencintai kebersihan, dan bagaimana menjadi pribadi yang bermanfaat untuk sekitar.

IMG-20160729-WA0003[1]

para santri, asaatidz, dan warga gotong royong membersihkan lingkungan

Tapi, sepanjang MOKA ini ummi dan Kayyis sering bersitegang urusan makanan. Beberapa hari bekal makan siang Kayyis selalu sisa banyak bahkan pernah sama sekali tak disentuh. Akhirnya suatu malam saya ajak bicara anak 5 tahun ini. “Yis, Kayyis mau jadi teman Rasulullah kan? Rasulullah kalau makan selalu dihabiskan . Kalau makanannya dibuang-buang itu namanya mubadzir Nak, itu temannya syaitan. Jadi makanannya habiskan ya.” Lalu saya lanjutkan, “Ada loh teman Kayyis yang ga punya makanan, kasian Nak, dia lapar. Tuh lihat kurus kan (sambil saya lihatkan sebuah foto). Kayyis harus bersyukur punya makanan, jadi makan ya, biar sehat, kuat.” Wessss..panjang lebar, dengan harapan anak ini ngerti. Tetapi tiba-tiba dia tanya abinya, “Abi belum makan ya? Hah hah..ayo loh ada syaitan.” Gubrakkkk, kenapa jadi itu yang ia tangkap..Tapi, suatu hari celotehnya, “Umi, makan itu gini nih (sambil ia peragakan jilati tiga jari).” Iya deh..iyaaa…InsyaAllah Kayyis akan terus belajar tentang adab makan, bukan hanya tentang apa saja yang dicontohkan Rasul saat makan tapi bagaimana agar senantiasa bersyukur dengan apa yang dihidangkan.

Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan kekuatan kepada para ustadz dan ustadzah di Kuttab..Jazaakumullah khairan katsiiran.. 🙂

Ya Allah bimbinglah kami..

===

 Sumber foto: dokumentasi Kuttab Al-Fatih Tangsel, insyaAllah dipublish atas seizin Kepala Kuttab

20

Catatan Stadium General Kuttab Al-Fatih

Nak, ummi dan abi yang fakir ilmu ini hanya bisa berharap kau dianugerahkan rizki menuntut ilmu yang akan membawamu menjadi hamba Allah yang shalih, yang menjadikanmu bagian dari batu bata peradaban Islam…

===

Kami mengenal Kuttab Alfatih berawal dari hobi menonton kajian Ust.Budi Ashari dari Youtube, beruntung saat itu saya punya sohib yang suka sekali download kajian-kajian beliau sehingga saya hanya tinggal menyodorkan flashdisk padanya..hehe..peace ammah Rina..

Saat masih tinggal di Tuban, keinginan menyekolahkan Kayyis di Kuttab sudah muncul tapi tak tahu bagaimana caranya. Sampai akhirnya kini Allah takdirkan kami tinggal di kota tetangganya Jakarta. Alhamdulillah…

Kuttab Alfatih Bintaro adalah cabang ke-16 yang baru dibuka tahun ini. Menurut cerita, sudah hampir dua tahun pengurus Kuttab Bintaro mengajukan ke Kuttab pusat untuk membuka cabang di sini. Beberapa kali mengajukan lokasi namun selalu ditolak, hingga akhirnya baru lokasi terakhir inilah yang akhirnya disetujui, itu pun tidak boleh direnov bagus-bagus hanya seperlunya saja. Mendengar itu, saya agak bingung karena saat sekolah lain berlomba memperbagus gedung dan menyempurnakan fasilitas, Kuttab selalu hadir dengan kesederhanaannya. Seperti cerita Ust.Muhaimin Iqbal (Ketua Yayasan Kuttab Alfatih), di mana Kuttab Alfatih Depok pun dulu hanya bermula dari sebuah gudang yang diubah jadi sebuah kelas yang apa adanya.

Satu hal lain yang juga menjawab kepenasaranan saya selama ini, “Apakah dengan semakin berkembangnya Kuttab, semakin banyaknya cabang , tidak membuat Kuttab lama-kelamaan kualitasnya menjadi turun?’’ Pertanyaan itu secara tak sengaja terjawab oleh pernyataan Ust.Budi kemarin yang mengatakan bahwa tak akan perah dibuka cabang Kuttab kecuali di tempat itu ada penanggung jawab syari’ahnya. MasyaAllah..

Beberapa hal yang saya tangkap dari penjelasan para ustadz dalam stadium general kemarin tentang Kuttab Alfatih adalah:

  1. Kurikulum di Kuttab menjadikan Iman adalah pondasi utama pendidikan, baru setelah itu Al Qur’an, sehingga untuk target hafalan Al-Qur’an hanya 7 juz dalam 7 tahun. Walaupun pada kenyataannya ada saja santri yang bisa selesai 30 juz dalam 7 tahun tsb, namun bagi Kuttab itu bukanlah hasil dari sistem dan kurikulum di Kuttab, melainkan keberhasilan orang tuanya. Di Kuttab pun akan banyak sekali hafalan, karena prinsip ilmu adalah dihafal, seperti apa yang ditulis Ibnu Jauzi rahimahullah dalam kitabnya “Anjuran untuk Menghafal Ilmu”.
  2. Tak ada kebangkitan peradaban kecuali kita mendudukan ahli ilmu pada posisinya. Prinsip ini adalah prinsip penting yang dipegang oleh Kuttab Alfatih. Ini nampaknya bertolak belakang dengan realita saat ini. Di mana terkadang guru (ahli ilmu) sudah kehilangan izzahnya dihadapan murid dan wali murid. Ada saja berita guru yang dilaporkan polisi karena mencubit muridnya, mencukur muridnya, dll. Di Kuttab, guru harus berada pada posisinya, maka di Kuttab santri tidak akan duduk di bangku seperti sekolah kebanyakan, tapi mereka akan duduk di bawah sedangkan ustadz atau ustadzahnya lah yang duduk di atas. Wali santri pun dilarang untuk protes atau memberi masukan tentang sekolah melalui para guru. Betapa lelahnya para guru, pagi hingga siang mereka mendidik santri, siang hingga sore mereka yang mengikuti pendidikan, ditambah pula harus menerima komplain dari wali santri. Maka di Kuttab, segala komplain, masukan, dst hanya boleh disampaikan kepada kepala sekolah dan pengurus yayasan. Selain itu, selama 5 bulan awal wali santri dilarang menyampaikan protes apapun.Jika ada yang tidak sreg, tidak suka, dll, tahanlah di 5 bulan awal ini.
  3. Tak ada konsep bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain. Bermain adalah bermain, belajar ya belajar. Semua ada waktunya. Maka dari itu jangan berharap di Kuttab ada jungkat jungkit, perosotan, dll. Tak akan ada pula tepuk-tepuk atau musik. Tentu pada awalnya anak mungkin akan sangat jenuh, di sinilah peran orang tua untuk terus memberi semangat.
  4. Pendidikan di Kuttab adalah kerjasama anatara semua pihak yang berhubungan dengan santri. Bukan hanya sekolah, tapi juga orang tua, bahkan orang-orang yang terlibat dalam kehidupan santri seperti khadimat dan supir. Maka di Kuttab ada pengajian bulanan untuk orang tua yang sifatnya wajib, bukan sunnah muakkad atau fardu kifayah, bahkan ada juga pengajian untuk khadimat dan supir.
  5. Pelajaran-pelajaran seperti matematika, ipa, ips di Kuttab dikenal sebagai “tempelan”. Jika di sekolah umum biasanya akan belajar ilmu-ilmu tsb terlebih dahulu lalu jika ada ayat dan hadits yang sesuai, baru ditempelkan, sedangkan di Kuttab adalah kebalikannya. Apa yang AL-Qur’an atau hadits sebutkan dulu itulah yang dipelajari, jika ada penelitian yang sesuai, maka penelitian itulah yang ditempel.
  6. Di Kuttab tidak ada ijazah resmi, yang ada adalah ijazah paket A, yang mungkin kesannya untuk kaum dhuafa, untuk yang putus sekolah, dll. Maka jika ingin ijazah formal, bukan di Kuttab tempatnya.
  7. Jangan membayangkan anak kita keluar Kuttab akan ndeso, gaptek, atau kudet. InsyaAllah anak-anak akan cemerlang. Kuttab tidak berdiri sendiri, karena Kuttab memiliki jaringan yang akan memfasilitasi anak-anak untuk memiliki skill yang dibutuhkan, apakah di bidang perniagaan, pertaniaan, IT, dll.
  8. Di Kuttab Alfatih, jika memamng diperlukan, anak-anak akan mendapat “hukuman” yang barangkali saat ini dunia pendidikan sangat alergi menerapkannya. Bahkan di Kuttab Pusat di Depok sebuah cambuk tergantung di dinding kelas, tapi Alhamdulillah hingga kini cambuk itu tak pernah turun, karena para santri shalih-shalih. Prinsipnya, hukuman adalah obat. Jika tidak sesuai akibatnya bisa dua, terlalu rendah tidak menyembuhkan, terlalu tinggi malah over dosis. Oleh karena itu,hukuman yang ada pun harus sesuai dengan syari’ah, misal bila harus ada pukulan maka pukulan itu pun disesuaikan dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Saya kira setelah mendengar penjelasan-penjelasan itu akan banyak calon wali santri yang melipir mundur, hehe, tapi ternyata antrian pengambilan formulir tetaplah panjang..Bahkan kemarin ada seorang ibu yang cerita, ia tinggal di Pondok Aren Tangsel dan sudah dua tahun ini menyekolahkan anaknya di Kuttab cabang Jakarta Timur. MasyaAllah..itu kan jauh bu, hampir 30 km..

Pada akhirnya saya hanya bisa berdo’a, di tengah kuota yang terbatas sedang peminat yang banyak, Allah hadirkan satu tempat untuk Kayyis belajar di tempat yang terbaik dalam pandangan Allah..Aamiin..

===

 

 

==