Istri Nabi Nuh & Istri Nabi Luth

 

QS.At-Tahrim

Asbabun Nuzul At-Tahrim ada dua riwayat:

  • Pertama : Aisyah dan Hafsah bersepakat untuk membuat Nabi tidak berlama-lama di rumah istrinya yang lain, yaitu Zainab binti Jahsy, dengan mengatakan bahwa bau mulut Nabi tidak enak setelah minum madu di rumah Zainab–> Nabi bersumpah untuk tidak minum madu lagi di rumah Zainab.
  • Kedua :Pada saat tiba giliran Hafsah, sedang Hafsah sedang keluar rumah, Rasulullah SAW datang bersama Mariah dan duduk di kasur Hafsah. Mendapati itu Hafsah marah sehingga Rasulullah SAW bersumpah tidak akan mendekati lagi Mariah.
  • Dari dua riwayat itu , Rasulullah SAW meminta kepada istrinya untuk merahasiakan sumpahnya, tapi ternyata oleh istrinya malah diceritakan kepada istrinya yang lain.
  • Allah menggunakan kata “ NABBA-AT” (Berita besar) bukan “AKHROBAT”. Padahal yang Rasulullah sampaikan hal biasa, tapi ketika istrinya menceritakan rahasia beliau, Allah menyebutnya dengan berita  besar –> Menjaga rahasia suami walaupun hal kecil adalah perkara besar.
  • Allah menegur Nabi–> mengapa mengharamkan yang halal hanya untuk keridhaan istri.
  • Dalam QS.AN-Nisa:34 disebutkan kriteria wanita shalihah. Yaitu :
    • Yang taat kepada Allah dan suaminya, serta ridha dengan ketaatannya
    • Menjaga diri dan harta suami saat suami tidak ada (termasuk juga menjaga rahasia suami)
  • Kenapa hanya istri yang disebut untuk menjaga rahasia suami? –> Karena biasanya saat wanita bertemu wanita lain, terutama ibunya, sang ibu akan bertanya tentang rumah tangga putrinya.
  • Adapun jika laki-laki menceritakan rahasia istrinya (dan ini sangat tidak lumrah)–> maka Rasulullah SAW mengatakannya sebagai orang yang paling buruk di hari kiamat.
  • Rahasia suami istri hanya boleh diceritakan terbatas saat ada konflik dalam rangka musyawarah.
  • “In Tatuubaa” menunjukkan bahwa perbuatan membocorkan rahasia suami bukan hal sepele
  • Lalu kenapa tegurannya keras? Karena istri-istri Nabi lebih keras dibanding wanita lain. QS.Al-Ahzab : 36 –> lipat ganda hukuman bagi istri Nabi.
  • Tapi Allah menegur istri Nabi dengan lemah lembut –> yang salah Aisyah dan Hafsah, tapi yang dipanggil Nabi,
  • Pun seperti kisah Nabi Adam dan Hawa–> Tegurannya ditujukan kepada Adam AS
  • Kisah Barirah dan Aisyah RA, seorang budak yang meminta bantuan untuk dimerdekakan, tapi Aisyah dan tuannya sama-sama meminta syarat perwalian –> Rasulullah SAW berkata, “Ada apa dengan kaum ini yang membuat syarat-syarat yang tidak ada dalam kitab Allah?”–>Yang salah Aisyah tapi yang dipanggil kaum.
  • Allah dan Rasul-Nya saja sangat lembut pada wanita, kita pun harus begitu
  • “Imra-at” (pakai Ta maftuhah) ada di At-Tahrim : 10&11, Yusuf : 50, dan Ali Imran–> setelah kata “Imra-at” ada nama suaminya di ayat tersebut
  • “Imra-ah” (pakai Ta marbuthah) ada di An-Nisa : 128 dan Al-Ahzab : 50 –> suaminya tidak ada di ayat tersebut –> Jika suami tidak ada, maka wanita harus tertutup seperti “Ta Marbuthah”
  • Tujuan Pernikahan –>Al Baqarah : 230 –> Menegakkan hukum Allah –> jadi yang mengatur adalah Allah

QS At-Tahrim : 10

  • Istri Nabi Nuh bernama Waliqoh, dan istri Nabi Luth bernama Walihah

Mengapa kedua wanita itu menjadi pemisalan orang kafir?

  1. Suami mereka nabi tapi mereka kafir. Gelombang keimanan mereka tidak sama sehingga keimanan suami tidak memberi manfaat. Padahal pendidikan dan qawwamah Nabi Nuh baik, tapi istri dan anaknya tidak baik.
  2. Menyesuaikan dengan tema besar QS.At-Tahrim, yaitu teguran untuk istri-istri Rasulullah SAW yaitu Aisyah RA dan Hafshah RA.
  • Nabi Nuh dan Nabi Luth qawwamahnya baik. Keduanya disebut di ayat itu 2 hamba shalih. Mengapa? Agar menjadi pelajaran sampai kepada hamba-hamba lain walaupun bukan nabi.
  • Kedua istri Nabi Nuh dan Nabi Luth KHIANAT  (mengingkari perjanjian sembunyi-sembunyi). Bagiamana bentuk khianatnya? Mereka khianat dalam agama (MUNAFIQ), menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keimanan.
  • Menurut Ibnu Abbas RA –> mereka bukan khianat ranjang, karena istri-istri nabi tidak ada yang khianat ranjang (Allah jaga itu)
  • Istri Nabi Nuh mengatakan kepada Bani Rosid bahwa Nabi Nuh AS gila–>menghalangi kaumnya untuk beriman
  • Istri Nabi Luth, ketika Nabi Luth bertemu Jibril dan Mikail, ia memberi tanda kepada kaumnya ( kaum Sodom) untuk memberitahu bahwa ada laki-laki di rumahnya. Malam hari menyalakan api, kalau siang hari mengepulkan asap.
  • Laki-laki Amrat (sudah baligh tapi belum tumbuh kumis dan jenggot)/remaja –> lebih menarik syahwat laki-laki yang hatinya berpenyakit, dibanding wanita –> jadi pakaikanlah anak laki-laki dengan pakaian laki-laki, ga usah diunyu-unyu. Kalau tumbuh kumis dan jenggot, biarkan saja.
  • Kenapa Nabi Nuh dan Nabi Luth tidak tahu istri mereka khianat? Ya karena namanya khianat pasti tersembunyi.
  • Nabi Luth baru tahu istrinya khianat pada malam hari sebelum subuh adzab turun, padahal mereka sudah hidup berpuluh-puluh tahun
  • Untuk Nabi Nuh, ada riwayat mengatakan istrinya ikut binasa dengan banjir, ada pula riwayat yang mengatakan (dalam Taurat) bahwa istrinya ikut naik ke kapal bahkan selamat, baru Allah beri tahu. Namun riwayat terakhir ini ada pula yang mengatakan bahwa yang dimaksud ikut kapal adalah istrinya yang lain, bukan yang khianat.

Hati-hati Kufur terhadap suami

  • Dari Abdullah bin Abbas, setelah Rasulullah SAW shalat gerhana, beliau menceritakann pengalaman Isra Mi’raj –> bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah wanita. Karena kufur kepada suami.
  • Hari ini kebanyakan wanita lebih banyak ibadahnya dibanding suaminya, lebih sering datang kajian, tapi harus waspada dengan dosa kufur terhadap kebaikan suami, “Aku tidak pernah mendaapi kebaikan sedikitpun dari dirimu.”
  • Yang bisa menggelincirkan ke neraka bukan hanya dosa-dosa besar tapi bisa saja kalimat-kalimat kecil sederhana yang tidak Allah ridhai.
  • Selain ibdah kepada Allah, perhatikan juga bakti kepada suami,
  • Umar bin Abdul Aziz, menurut istrinya Fatimah, bukanlah orang yang banyak shalatnya. Tapi tidak ada orang yang sepertinya dalam hal takut kepada Allah.
  • Syafaat antar anggota keluarga bisa terjadi kalau gelombang keimanannya sama.

 

=====

Sumber : Dauroh Wanita dalam Al-Quran, Ramadhan Bersama Al-Fatih, yang disampaikan oleh Ust. Herfi G.Faizi — 13 Ramadhan 1438 H

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s