Asiah Binti Mujahim

  • Asiah binti Mujahim tinggal di istana megah dengan ratusan pelayan, tapi ia tidak bahagia dengan hartanya itu. Harta di hadapan iman tidak berharga.
  • Bagi orang beriman, dunia bukanlah tolak ukur bahagia dan sukses. Karena jika itu adalah tolak ukur, tentu harusnya Asiah menjadi yang paling bahagia. Jika kita sendiri masih menganggap dunia sebagai tolak ukur kebahagiaan, artinya perlu ada yang dievaluasi.
  • Orang yang hidup dengan Al-Quran pasti beda dengan yang tidak, karena Quran adalah pembeda (Al-Furqon). Maka, definisi sukses akan beda, definisi bahagia dan sedih pun akan beda.
  • Asiah bukan hanya mukminah biasa, tapi ia adalah 1 dari 4 wanita terbaik di dunia dan akhirat.

KEUTAMAAN ASIAH

  • Menurut Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, keutamaan Asiah adalah :
    • Lebih memilih dibunuh daripada kerajaannya
    • Lebih memilih disiksa di dunia daripada sekadar hidup nikmat-nikmat di dunia
    • Firasatnya tentang Musa AS benar–> Musa menjadi Qurrota a’yun
  • Asiah adalah istri Firaun yang mengambil Musa AS dari sungai
  • Para ahli ilmu berbeda pendapat, apakah Firaun yang mengasuh Musa sama dengan yang diadzab di laut
    • Sama–> dalilnya ayat tentang perkataan Firaun, “Bukankah aku telah mengasuhmu.”
    • Beda–> karena Firaun gelar bukan nama
  • MU = air, SA= pohon (bahasa Qibti). Jadi MUSA= bayi yang dibawa air dan nyangkut di pohon
  • Kisah penyelamatan Musa ada di QS.Thaha : 39
  • Penyelamatan Musa itu aneh, tapi logika harus tunduk di bawah syariat Allah.
  • Secara fisik yang menyelamatkan Musa adalah peti kayu. Tapi hakikatnya yang menyelamatkan adalah penjagaan Allah yaitu Allah memberikan bekal cinta-Nya–> kalau Allah sudah cinta, semua apapun bisa terjadi, karena cinta Allah itu istimewa
  • Ada revisi keputusan pembunuhan bayi laki-laki bani Israil saat itu. Orang Qibti khawatir kesulitan mencari pekerja kasar, maka diputuskan 1 tahun dibunuh , 1 tahun dibiarkan. Itu lah mengapa Harun AS, kakak Musa AS yang hanya beda satu tahun bisa selamat.
  • Saat melihat Musa, Asiah langsung jatuh hati padanya, bukan karena fisik Musa bayi. Karena kulit musa coklat, rambutnya keriting, dan wajahnya khas wajah bani Israil. Cinta itu muncul karena adanya cinta Allah yang memancar dari diri Musa AS.

Al-Qasas : 8

  • Tujuan Asiah mengambil Musa adalah karena suka dan berharap Musa menjadi penyejuk matanya dan suaminya. Jadi anak, atau kalaupun tidak jadi anak bisa tetap manfaat
  • Tapi bukan itu rencana Allah. Tujuan Allah adalah supaya Musa menjadi musuh dan kesedihan bagi Firaun.
  • Apakah harapan Asiah terbukti? Ya. Apakah tujuan Allah terbukti? Ya. Kok bisa tolak belakang terbukti? Karena kesedihan hanya untuk musuh Allah.
  • Sejak awal Firaun berkata kepada istrinya, “Ya untukmu, tidak untukku.” Sejak awal Firaun menolak hidayah. Bahkan para ulama berpendapat, andai Firaun mengatakan ‘ya’, maka tidak tertutup kemungkinan ia beriman.

TARGET ANAK (GENERASI) : QURROTA A’YUN

Makna Qurrota

  • Qarra (tetap/ tidak goyang/tsbat)
  • Mata yang tidak tetap (tidak qurrota a’yun):
    • Lagi cari-cari
    • Lagi panik
    • Cemas/curiga, dll
  • Qur (dingin sekali)
  • Di Arab ada ungkapan Mata Panas, yaitu sedih, nangis, marah
  • Anak yang berhasil, akan mendatangkan:
    • Kesedihan–> bagi musuh-musuh Islam
    • Kebahagiaan–> untuk orang tuanya dan orang-orang beriman
  • Anak yang berhasil akan mengantarkan hidayah kepada orangtuanya, seperti Musa AS kepada Asiah
  • Orang tua zaman sekarang ingin anak shalih, tapi saat anaknya shalih melebihi ekspektasinya, malah tidak siap. Jadi ingin anak shalih itu butuh persiapan.
  • Allah masih mengharap Firaun ingat (QS.Thaha: 44)–> Kita pun jangan menutup pintu hidayah. Jangan suka mngeluarkan kalimat yang menutup hidayah Allah untuk anak–> mencela , berkata yang tidak baik

Al-Qasas : 9

  • Pasti Firaun akan membunuh Musa bayi, maka Asiah mengeluarkan kalimat , “Laa Taqtuluu”. Kenapa jamak? Ini menunjukkan larangan bukan hanya untuk Firaun tapi untuk orang-orang suruhan Firaun–> Inilah bentuk perlindungan dari Asiah
  • Skenario Allah
    • Musa dikirim langsung ke istana
    • Segagah apapun Firaun tetap tunduk pada bisikan istri dan anaknya–> maka para istri, bisikanlah hanya yang baik-baik kepada suami
  • Contoh lain bisikan istri

Kisah Harun Ar-Rasyid dan istrinya Zubaidah. Harun Ar-Rasyid memiliki dua putra, Al-Makmun (dari budak) dan Al-Amin (dari Zubaidah). Sejak awal Harun ar-Rasyid akan mengangkat Al-Makmun sebagai penggantinya, tapi ujung-ujungnya Al-Amin lah yang diangkat–> bukti dahsyatnya bisikan istri.

  • Jika suami baik–> bisikan baik istri akann semakin membuat baik
  • Jika suami buruk–> bisikan baik istri bisa meminimalisir kerusakan

 

QS.At-Tahrim :11

  • Asiah sebagai “Matsal” (Perumpamaan) . Yang jadi perumpamaan pasti adalah legenda. Seperti di Arab ada legenda kedermawanan, namanya Hattin At-Tai
  • Ada kaidah yang ulama tafsir tidak sepakat, tapi ada yang mengatakan bahwa bahasa istri dalam Al-Quran ada 2, yaitu
    • “Imra’at”–> bukan istri tapi wanita, menunjukkan adanya yang tidak sempurna atau tidak cocok jadi pasangan. Bahkan Nabi Zakaria awalnya istrinya yang mandul dibahsakan Imra’ah, setelah punya anak jadi Jauzah
    • Jauzah–> ini juga buka istri, tapi lebih ke pasangan (cocok)
  • Awal mula terbongkarnya keimanan sembunyi-sembunyi Asiah adalah kejadian Masyithoh. Masyithoh bukan nama orang tapi nama pekerjaan, yaitu tukang sisir.
  • Saat Firaun tahu keimanan Asiah , Firaun bahkan memanggil ibu Asiah untuk membujuknya, tapi tidak mempan
  • Maka Asiah disiksa dengan diikat di tiang sambil dipukuli oleh algojo-algojo Firaun
  • Saat disiksa itulah Asiah berdoa, “Bangunkanlah aku di sisi-Mu rumah.” Dan Allah tunjukkan, sehingga selama disiksa Asiah malah tersenyum
  • Mengapa kata-katanya, “Di sisi-Mu rumah” bukan “Rumah di sisi-Mu”? Karena yang lebih penting itu di sisi Allah nya bukan rumahnya.
  • Ada kaidah “Al-Jar qobla Ad-Dar.” (Tetangga sebelum rumah)
  • Pelajaran penting bagi kita orang tua:
    • Jaga putri-putri kita jangan sampai jatuh pada laki-laki dzalim walaupun hartanya berlimpah. Suami itu harus shalih dan berilmu. Kriteria laki-laki itu bagus agaman dan amanah.
    • Dalam an-Nisa “Rajulun” (laki-laki), mengandung kata “Rujulun” (Jantan). Apa kriteria laki-laki jantan?
      • Bertasbih di rumah Allah (masjid)
      • Tidak lalai karena dunia
      • Takut hari kiamat

 

=====

Sumber : Dauroh Wanita dalam Al-Quran, Ramadhan Bersama Al-Fatih, yang disampaikan oleh Ust. Budi Ashari, Lc. — 12 Ramadhan 1438 H

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s