Maryam Binti Imran

  • Kedudukan wanita dalam Islam sangat tinggi. Ada 3 surat khusus wanita dalam Al-Quran, yaitu : An Nisa, An Nur (tentang kehormatan wanita), dan Maryam
  • Kisah Maryam terdapat pada QS. Ali Imran :42-52, dan QS Maryam: 16-dst.
  • Kaitan QS.Maryam dengan surat sebelumnya, yaitu Al-Kahfi perlu diperhatikan
    • Sama-sama berisikan kisah-kisah
    • Dalam Al-Kahfi : 9, Allah bertanya, “Apakah Takjub?” Ya, tapi ada kisah lebih menakjubkan, yaitu kisah Maryam
  • Kisah Maryam di Ali Imran dan di surat Maryam beda cara bertuturnya Allah, bergantung tema besarnya.
  • Tema besar QS.Maryam adalah mengenai RAHMAT Allah. Kata Ar Rahman paling banyak disebut dalam surat ini, yaitu 14x dan kata Rahmat 4x. Kenapa penulisan Rahmat menggunakan ‘Ta maftuhah’ (Ta yang terbuka)? Karena mengacu pada rahmat duniawi seperti hujan, anak, rizki, yang mana orang tidak beriman pun akan dapat. Sedangkan Rahmah menggunakan ‘Ta Marbuthah’ mengacu pada rahmat yang dijanjikan, rahmat akhirat, rahmat yang orang beriman sedang  berada di dalamnya. Maka, ‘Ta Marbuthah’ (Ta yang tertutup) menunjukkan agar orang beriman terjaga.
  • Karena temanya RAHMAT, maka akan ditemui hal-hal yang menakjubkan. Dengan rahmat, benci bisa jadi cinta, yang mati bisa hidup lagi, dst.
  • JANNAH ditulis dengan ‘Ta marbuthah’, hanya satu yang ditulis dengan ‘Ta maftuhah’, yaitu pada QS.Al-Waqi’ah
  • Laki-laki sempurna banyak (Nabi dan Rasul), tapi wanita sempurna hanya 2 yaitu Asiah binti Mujahim dan Maryam binti Imran.
  • Wanita terbaik : Asiah binti Mujahim, Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, dan Fatimah binti Muhammad SAW
  • Para ulama merinci tentang siapa yang lebih baik antara Aisyah RA dan Khadijah RA. Keduanya terbaik dalam perannya masing-masing. Khadijah terbaik dalam mendukung dakwah di masa awal. Sedangkan Aisyah berjasa dalam periwayatan ilmu.
  • Kesempurnaa Maryam terdapat pada QS. At-Tahrim : 12. “Ahshonat Farjahaa”(menjaga kemaluannya). “Hashona”= benteng; “Muhshin”=yang terbentengi (yang sudah menikah).
  • Maryam bukan hanya menutup aurat, tapi membentengi kesuciannya.
  • Rasulullah SAW bersabda, “Aku menjamin rumah di tengah surga bagi :
    • Yang menjaga apa yang ada di antara 2 bibirnya
    • Yang menjaga apa yang ada di antara 2 paha
  • Saat Maryam didatangi Jibril AS, Maryam tidak terfitnah oleh ketampanan Jibril yang padahal jauh lebih tampan dari Yusuf AS.
  • Maryam mengatakan “A’udzu birrahmaan” bukan “A’udzu billah”. Mengapa? Karena Maryam sejak kecil terbiasa dengan pemberian Allah secara langsung, sehingga ia peka dengan nikmat-nikmat Allah, makanya terbiasa menyebut Allah dengan Ar-Rahman.–> Maka, ajarkan pula kepada anak-anak kita bahwa segala sesuatu itu dari Allah, sehingga mereka terbiasa mengenal Allah Yang Maha Rahman, Maha Pengasih, Maha Pemberi.
  • Maryam juga mengatakan pada Jibril , “In Kunta Taqiyya” (Jika kamu bertaqwa)
  • Jadi sebenarnya, jika mau mencari alasan ketergelinciran, Maryam sebagaimana pula Yusuf AS, mempunyai banyak alasan:
    • Syabab (pemuda)
    • Lajang
    • Jauh dari kampung
    • Ganteng/cantik
    • Di tempat tertutup, bahkan dalam kusah Yusuf AS ada kata “ Allaqotil Abwaab”(Yusuf:23) . Artinya pintu yang ditutup banyak, dan cara menutupnya pun mantap. Dikunci, lalu digembok, dst. Tapi nyatanya Yusuf AS tidak terjerumus, pun juga halnya Maryam tidak terfitrnah oleh Jibril. Artinya, tidak ada pula alasan bagi kita, bagi remaja-remaja kita untuk bermaksiat karena alasan ini dan itu.
  • Dalam sebuah penelitian ditemukan hasil bahwa sejauh mana kita menjaga kesucian sebelum pernikahan, berkorelasi positif dengan kebahagiaan pernikahan.
  • Pria yang sebelum menikah banyak menyakiti wanita, dan dia tidak bertaubat, maka Allah tanamkan rasa ragu di hatinya terhadap semua kesucian wanita bahkan istrinya. Pun wanita yang sebelum menikah terbiasa menfitnah dengan kecantikannya, dan dia tidak bertaubat, maka setelah menikah ia akan meragukan semua laki-laki termasuk suaminya.
  • Maryam ketika menuju mihrabnya akan berjalan dengan cepat saat melewati laki-laki –> ini lah contoh Maryam menjaga kesuciaan
  • Ketika Maryam mengatakan “Ar-Rahman”, Jibril langsung berubah ke wujud aslinya karena Jibril adalah yang paling mengenal Allah. Bahkan Jibril sangat marah saat Firaun menyebut dirinya Tuhan, sehingga saat Firaun tenggelam di laut, Jibril menyumpal mulut Firaun dengan tanah liat.
  • Ketika Allah menghendaki sesuatu, maka Allah akan mempersiapkan jalannya sedemikian rupa. Contoh : kisah Nabi Daud beserta Thalut dan Jalut.
  • Maka ketika Allah menginginkan Maryam sebagai ibu Nabi Isa AS,  Allah siapkan jalan yang menakjubkan, yaitu ‘skenario’ Maryam sudah diwakafkan sehingga tidak mungkin dia menikah.
  • Perkataan Maryam pada QS.Maryam :20, bukanlah sebuah pengingkaran/ penolakan, melainkan perkataan yang logis
  • Bagiyyaa”–> artinya bukan pezina tapi pelacur
  • Cukup dengan 3 kalimat saja, Maryam ridha mengandung Isa AS. Tidak seperti kita yang kadang sulit menerima ketetapa Allah.
  • Ada banyak riwayat tentang berapa lama Maryam mengandung. Ada yang bilang 9,8,7,6 bulan, 3 saat, bahkan sebentar. Tapi semuanya tidak ada dalam Quran dan Hadits, sehingga kebanyakan menganggap Maryam mengandung seperti wanita pada umumnya.
  • Pada ayat ke-23, itu adalah kalimat taqwa. Orang bertaqwa biasa mengatakan itu saat terkena fitnah agama. Seperti perkataan Abu Bakar, Umar, Ali. Ali saat perang Jamal mengatakan, “Andai aku mati 20 tahun lalu”.
  • Maryam adalah wanita shalihah sehingga dihormati kaumnya. Padahal saat itu wanita di Bani Israil sangat tidak ada artinya.
  • Fitnah pertama untuk bani Israil adalah wanita–>kisah wanita pendek memakai high heels dan parfum.
  • Ayat 24–> “Jangan bersedih”. Apa beda sedih dan takut?
    • Takut–> untuk diri sendiri seperti saat Musa AS membunuh orang Qibti
    • Sedih–> mengkhawatirkan orang lain, seperti ssat Abu Bakar bersama Rasulullah SAW di gua Tsur.
    • Maryam sedih karena khawatir terhadap putranya, Isa AS.
  • Orang yang menjaga kesucian diri akan dekat dengan pertolongan Allah, contoh :
    • Maryam
    • Kisah 3 pemuda di gunung, salah satunya adalah pemuda yang berhasil menghindari zina
    • Sa’ad bin Abi Waqash dan pasukannya saat penaklukan Persia, bisa mengambang berjalan di atas air (dalam riwayat Ibnu Katsir)

=====

Sumber : Dauroh Wanita dalam Al-Quran, Ramadhan Bersama Al-Fatih, yang disampaikan oleh Ust. Herfi G.Faizi — 11 Ramadhan 1438 H

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s