Satu Semester Kayyisah Alfatih dan Kuttab Al-Fatih

Beberapa orang bertanya bagaimana perkembangan Kayyis selama di Kuttab.

Jawabannya  adalah….

===

Bismillahirrahmanirrahim

Laa haula walaa quwwata illaa billaah. Manusia hanya berikhtiar sedemikian rupa, setiap anugerah semata-mata adalah kemurahan dari sang Pencipta, Allah Jalla Jalaluh.

Iman sebelum Quran. Adab sebelum ilmu. Ilmu sebelum amal.

Iman

Ini lah yang paling berharga. Terlebih bagi kami orang tua yang minim ilmu syar’i, serba bingung dan meraba-raba.

Hadits-hadits pertama yang diajarkan dan dihafal anak-anak adalah tentang tauhid. Hadits-hadits tersebut terus diulang-ulang , sampai tanpa sadar saat Kayyis bermain pun  ia menggumamkan hafalan-hafalan haditsnya. “Ihfadizillaha yahfadzuka ..” “Ittaqillaaha haitsu maa kunta….”. “Waidzasta’anta fasta’in billah..”, dst.

Kayyis sendiri lebih banyak saya tekankan tentang masalah penjagaan Allah, Allah yang Maha Tahu dan Maha Melihat, juga Allah lah pencipta segala sesuatu. Terkadang Kayyis enggan ditinggal sendirian, maka selalu saya tekankan, “Ada Allah. Allah yang Maha Menjaga. ”Eh,dia ngeyel, “Mana? Ga ada tuh..” “Yiis, Kayyis tidak bisa melihat Allah, tapi Allah selalu melihat dan menjaga Kayyis”. Sampai suatu hari dia bicara pada adiknya yang masih banyi, “Ga usah takut ya Deek, kan ada Allah.” Hehe..

Kalau lihat hujan, lihat hewan, liat pohon  maka ia akan katakan, “Ciptaan Allah ya Umi.” Sampai kalau lagi baca iqra pun dia  komentar, ”Ini yang nulis Allah juga ya?” “Bukaan,yang nulis orang, orangnya ciptaan Allah.”

Nah, salah satu hal lain yang sudah dia fahami sekarang adalah bahwa adek itu dikasihnya sama Allah. Maka, mulailah dia berdoa, “Yaa Allah, berikanlah aku adek Muhammad”. Hmmm…Umminya kerut-kerut kening..

Selain terus menerus menanamkan tentang Allah, juga yang paling sering disampaikan adalah tentang adanya surga dan neraka. Menjelaskan keduanya  adalah penting, tidak bisa hanya surga saja atau neraka saja. Terkadang saya terkagum-kagum jika sudah  mendengar ungkapan-ungkapan spontan Kayyis.  Pernah suatu saat saya mengajaknya ngobrol, “Kak, kenapa sih kita shalat?”..Dia jawab,”Hmmm..biar disayang Allah kan ummi…hmmm..sama biar dapat air susu di sungai yang banyaaaak  di surga.”

Lain hari tiba- tiba dia merengek, “Ummi..Kayyis ga mau jadi tulaaang.” Si umminya ga ngerti, akhirnya ngadu lah sama abinya sambil nangis ngahinghing, “Abiii..Kayyis ga mau jadi tulaang..”  Ternyata eh ternyata, salah satu jarinya ada yang luka dan kulitnya mengelupas. “Ga Yis, itu besok sembuh kok, ga akan jadi tulang.” Dia lanjut lagi, “Oh, ga ya Bi, Kayyis takut jadi tulang kayak di neraka itu.” Dan, kami pun terdiam…

Selanjutnya yang tentu diperkenalkan adalah tentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dikit-dikit, “Kayak Rasulullah ya Ummi.” ”Mau istana kayak Rasulullah ya Ummi.” Dst. Juga mengenalkan para sahabatnya, terutama 10 sahabat mulia yang dijamin masuk surga.

Quran

Seperti yang selalu ditekankan, bahwa Kuttab bukanlah lembaga tahfidzul Quran, melainkan lembaga Iman dan Quran. Bukan berarti Al-Quran ditinggalkan, tetapi penanaman iman menjadi sesuatu yang lebih diprioritaskan.

Untuk kelas Kuttab Awal 1, Kayyis belajar membaca Quran menggunakan metode Baghdadiyah. Alhamdulillah, cukup bisa mengikuti karena sebelum di Kuttab sudah lebih dahulu memulai dengan metode Iqra. Sedangkan untuk hafalan Quran alhmdulillah cukup lancar, walau kadang ada beberapa surat yang harus setor ulang 2-3 kali. Parameter kelulusan pun cukup ketat, bukan hanya kelancaran tapi yang utama tentang makhraj dan tajwid.

Suatu hari Kayyis minta main sekolah-sekolahan. Dan, jadi lah ummi abinya sebagai murid. Ternyata dia ingin ngajarin makhorijul huruf. “Gini loh Ummi kata ustadz,’Abb’ bibirnya ditahan dulu baru dibuka..” dst, dia ajarin hampir semua huruf. Kami disuruh mengulang ucapan dia,  habis itu diminta takbir,”Allahu Akbar !!!”

Seperti yang pernah disampaikan saat Stadium General, di Kuttab musik sangat diminimalisir. Bukan mau masuk ranah fiqh haram atau tidak haramnya musik, tapi Kuttab memilih berhati-hati dan mengambil ibroh dari sejarah tentang keruntuhan daulah-daulah Islam. Efeknya, saat mendengar musik Kayyis langsung menghindar. Boro-boro musik, umminya keceplosan berdendang aja lansung disemprit, “Ummiii..istighfar ummi istighfaar.”

 Adab

Sebelum belajar ilmu dari guru, sesungguhnya yang ditiru adalah adab terlebih dulu. Dimulai dari hal-hal kecil dan rutin, seperti adab menuntut ilmu, adab makan,adab ke kamar mandi, adab tidur, adab bertamu, hingga adab dengan lawan jenis. Anak TK diajarin adab lawan jenis? Ya, contohnya adalah diajarkan cara salaman dengan ustadz tanpa boleh bersentuhan tangan.

Selain tentang sentuhan dengan bukan mahram, Kayyis mulai ngeh tentang aurat. Keluar kamar mandi belum sempat tutup aurat, dia akan ngacir kalau ada abinya, “Maluuu, ada ikhwaaan.” Kalau abinya ga sengaja lepas baju atas, dia komplain, “Abiii maluuu.” Tapi sekarang mah udah nggak protes, “Ooh gapapa ya, aurat ikhwan kan dari perut sampai lutut ya.” Hmm..aya-aya wae.

Tentang adab, yang cukup nempel adalah tentang berdoa . Masuk rumah baca doa, keluar rumah otomatis baca doa, semua seolah sudah otomatis baca doa. Tapi, kadang-kadang juga perlu diingatkan, walau  ummi abinya sih yang lebih sering kena semprit sama dia  kalau lupa baca doa.

Cerita lainnya, suatu hari saat abinya pulang, abinya kena omel Kayyis. “Abiii, kata ustadz,kalau habis salam mukanya ngadap sana dulu, jangan liat pintu.” Hehe..langsung praktek dah.  Kalau bersin, dia mengucap “Alhamdulillah”, dan yang lain tidak ngeh, maka dia segera protes,”Kok ga ada yang jawaaab?” Maksudnya kenapa ga ada yang jawab ’Yarhamukallah’..Protes atau rengekan lainnya adalah kalau ia membantu umminya lalu si ummi lupa berterima kasih, ia akan bilang, “Ummi kok ga bilang ‘baarakallahu fiik’?” Hmmm…

Yang kadang ketar-ketir adalah kalau ni bocah belum bisa mencerna dengan utuh apa yang disampaikan ustadz. Misal, suatu hari ustadznya ngasih tau kalau jatuh itu lebih baik mengatakan “Innalillah…” bukannya “Aduh..” Lagi-lagi langsung praktek lah dia ke temannya di komplek rumah atau di masjid. Dengar temannya bilang ‘Aduh’, langsung dia ingatkan, “Kata ustadz ga boleh bilang aduh, dosa loh.” Haduuh..

Adab yang juga menjadi perhatian di  Kuttab adalah tentang berbakti kepada orang tua. Maka, beberapa kali kami mendapat tugas mendampingi Kayyis untuk belajar mencuci bekas makan sendiri, mencuci kaki ummi dan abi, memijiti, menyuapi, membuatkan minum, dll. Tugas itu padahal hanya berlangsung dua atau tiga kali, tapi alhamdulillah kebiasaanya masih berlanjut sampai sekarang. Dia lah yang sekarang menyuguhi abinya air saat abinya pulang kerja. Terkadang dia pula yang membuatkan umminya teh di subuh hari.

Ilmu

Ini yang cukup menarik bagi saya. Salah satu tematik yang dipelajari Kayyis adalah tentang tadabbur Juz 30. Semester ini  bahasannya tentang alam yang mencakup  waktu, unsur, dan energi. Pembelajaran tematik ini sesungguhnya bagian dari pembelajaran iman, modulnya pun khusus disusun oleh tim Kuttab. Saya waktu awal membacanya, puyeng, gimana anaknya.hehe.. Tapi ternyata lambat laun kami menjadi terbiasa.

Misalnya tentang waktu, ada sub bab mengenal waktu malam. “Proses terjadinya malam ada di surat Al-Insyiqoq ayat  16-17, dst”. Anak-anak selalu diminta menghafal ayat dan terjemahnya. Dari situ muncullah dialog-dialog iman, “Oh, Allah yang menciptakan malam..Tanda malam mulai datang adalah dengan muncul syafaq.” Dst dst.. Lanjut lagi, nyambung ke pembahasan ilmu-ilmu murofaqotnya, yaitu IPA, IPS, matematika, dan B.Indonesia.

Yang lucu adalah waktu kemarin menyiapkan Kayyis untuk UAS. Nih bocah 5 tahun UAS IPA,IPS nya kayak apa coba. Sempat ditanya abinya, “Yis, fungsi tanah apa aja?” Dia jawab, “Itu tuh buat nanam,kayak Kayyis waktu itu nanam jahe..” hehe padahal mah dia nanam kunyit. ”Trus apa lagi Yis fungsi tanah?” Dia jawab lagi, “Hmmm..buat yang meninggal.” Betul,,betul..  Lain hari ditanya lagi sama abinya, “Yis, kalau api buat apa?” Dengan polosnya dia jawab, “Buat masak, sama buat neraka..hii sereem..”hihi

Lain soal waktu belajar IPS, kebetulan waktu itu diminta belajar jenis-jenis profesi. “Yis,ayo sebutkan jenis-jenis pekerjaan!” Kayyis jawab, “Membaca, menulis,memasak.” Gubraaak, abinya cuma nyengir. “Bukan yang itu Yis,dokter, guru, ituuu..” “Yis, kalau abi kerjanya apa?” “ Hmm..abi guru kan..kalau Kayyis apa Ummi?” Saya jawab, “Kayyis kan santri Kuttab..Trus trus kalau ummi apa Yis?” Eh, dia jawab, ”Ummi ngaji laaah..” MasyaAllah, si ummi langsung terharu..

Tapi ada yang sedikit membuat saya sedih. UAS kemarin Kayyis harus remedial Matematika. Umminya langsung  galau, kok saya ga bisa ngajarin anak, hikssss..Padahal sehari sebelum UAS, Kayyis senang betul belajar berhitung, penjumlahan dan pengurangan. “Abi,ummi galau..Ummi ngerasa gagal. Padahal ummi kan dulu guru Matematika ya..hiks..hiks..” Abinya cuma jawab, “Mi, kenapa sih harus gitu. Anak kita bahkan sudah lulus Al-Quran,lulus iman,adab, lagian Kayyis aja baru tahu cara berhitung kemarin..” Pas dipikir-dipikir, iya juga. Beberapa bulan lalu, bahkan angka 6 saja sering kelewat,nulis angka kebalik-balik. Dua bulan lalu, Kayyis masih belum bisa membaca, hari ini, saat malam hari dia lah yang membacakan buku Hallo Balita untuk adiknya. Barangkali  ini lah salah satu perkembangan yang harusnya disyukuri. Bukan dengan membandingkan kepada temannya tapi dibandingkan dengan Kayyis sebelumnya. Fabiayyi alaa irabbikumaa tukadzdzibaan..

Ilmu yang juga dipelajari Kayyis di Kuttab adalah tentang keterampilan hidup. Saat class meeting kemarin dia belajar nyapu, nyabutin rumput, masak, lipat baju, dan jahit. Semangat banget dia nunggu kancing baju ummi copot, “Ummi, kancingnya ga ada yang copot ya? Kalau copot, Kayyis yang jahit ya”.

====

Beberapa hari lalu,ustadz menunjukkan salah satu video tentang muslimin di Aleppo.Saya baru tahu setelah saya tunjukkan video yang sama lalu Kayyis komentar,”Oh,itu yang diliatin ustadz tadi Ummi..” Lalu saya ajak dia ngobrol pelan-pelan, saya ajak dia untuk mendoakan. Salah satu efek setelah diingatkan tentang saudara-saudaranya di Aleppo adalah dia jadi  irit jajan. Celengan yang biasanya dia orek-orek karena ingin nambah jatah jajah, kali ini berhenti ia orek-orek..”Untuk infaq kan Ummi..buat teman-teman Kayyis yang jauh itu kan,yang kebakaran, yang berdarah..”

====

Ummi : ” Abi, kenapa sayang ummi?”

Abi : ” Karena ummi istri abi yang shalihah. Trus, kenapa ummi sayang abi?”

Ummi : ” Karena abi suami ummi yang shalih.”

Abi: ” Kayyis sayang abi ga?”

Kayyis : “Sayaang..”

Abi : ” Kenpa sayang abi?”

Kayyis : “Karena Allah..”

====

Perjalanan ini masih sangat panjang. Perjalanan membersamai Kayyisah baru akan berakhir  ketika kelak sebelah kaki kami sudah sama-sama melangkah ke Surga. Aamiin Allahumma Aamiin.

Jazaakumullah khairan katsiiran asaatidz wa ustadzaat 🙂

Rabbii Hablii minashshalihiin

Yaa Allah bimbinglah kami…

Advertisements

3 thoughts on “Satu Semester Kayyisah Alfatih dan Kuttab Al-Fatih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s