Posted in Parenting

Anonim, Awkarin, dan Al-Fatih

Satu,

Dapat oleh-oleh dari lingkaran cinta yang lumayan bikin pening kepala. Ada seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang sangat terjaga dan bi’ah Islam yang baik, hingga suatu hari orang tuanya memutuskan memasukkannya ke sekolah umum, setelah sebelumnya selalu berada di sekolah Islam. Karena merasa asing dan tak terbiasa, akhirnya anak ini cenderung pendiam di sekolah barunya hingga ia menjadi korban bully teman-temannya. Mendengar bagaimana ia dibully rasanya lutut saya sudah lemas. Ia disodori gambar-gambar tak senonoh bahkan nyaris jadi korban sodomi teman-temannya. Sampai akhirnya anak ini sakit dan dirawat di rumah sakit. Saat dirawat, secara fisik dokter tak mendeteksi penyakit apapun, tapi beberapa kali si anak hampir saja lompat dari jendela, karena sesungguhnya psikisnya yang sakit, ia mengalami trauma akibat bullying. Semoga Allah menyembuhkannya dan melindunginya.

Lain lagi cerita yang sedang hits sekarang, yang jadi bahan pembahasan di medsos akhir-akhir ini. Seorang gadis cerdas yang dulunya begitu manis, berjilbab, lalu kini bertransformasi jungkir balik dari pribadinya yang dulu. Menjadi trendsetter tapi dalam konotasi yang negatif. Ah sudahlah, sudah terlalu banyak yang membahas.

Subhanallah. Inilah ujian bagi orang tua masa kini. Dari kisah pertama dan kedua saya menjadi berfikir, bahwa sesungguhnya membentuk anak yang shalih ternyata harus  dibarengi pembentukan karakter yang kuat, serta pribadi yang mushlih yaitu yang mampu menshalihkan yang lain. Ini berat. Sungguh, apalagi untuk saya yang ilmunya masih butiran-butiran debu.

===

Dua,

Muhammad Al-Fatih, siapa yang tak mengenalnya. Tapi tahukah bagaimana ia saat masih kecil dulu? Ia yang seorang anak sultan dengan daerah kekuasaan yang luas juga harta yang melimpah, ternyata adalah seorang anak yang malas belajar. Setiap dihadapkan pada seorang guru, maka ia akan menertawakannya, tidak menaruh hormat pada gurunya.

Ayahandanya, Sultan Murad II, tentu merasa khawatir dengan perangai putranya ini. Maka suatu hari ia meminta seorang ahli ilmu nan shalih bernama Ahmad bin Ismail Al-Kurani untuk mendidik Muhammad kecil. Namun sebelumnya ayahnya memberikan amanat kepada sang guru, yaitu dengan memberikan sebuah alat pukul,”Jika ia tak mau belajar, maka pukullah dengan ini.” Sultan Murad tahu bahwa seorang ahli ilmu tentu tak akan sembarang pukul, karena dalam syariat ada pukulan pendidikan yang memiliki aturan tertentu.

Betul saja. Saat pertama kali bertemu dengan gurunya ini, Muhammad kecil menertawakannya, malas untuk belajar. Maka Ahmad bin Ismail Al-Kurani memukulnya. Kalau zaman sekarang ,waah, gurunya sudah dilaporkan ke polisi.  Tapi ternyata pukulan itulah yang mengubah segalanya, karena hari itu menjadi hari pertama Muhammad Al-Fatih mau belajar, hingga ia menyelesaikan hafalan Al-Quran dibawah bimbingan sang guru pada usia 8 tahun.

Selain gurunya, sosok lain yang begitu berpengaruh bagi Muhammad Al-Fatih kecil adalah ibundanya. Ibu Al-Fatih adalah ibu yang istimewa, sosok yang shalihah, yang mencurahkan potensi dan kecerdasannya untuk mendidik sang putra. Setiap subuh, ia akan mengajak Muhammad kecil melihat benteng Konstantinopel, lalu berkata, “Nak, namamu sama dengan nama Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan kau lah yang kelak akan membuktikan perkataan Nabi menaklukkan benteng itu.” MasyaAllah, ibu yang shalihah, yang telah menggambarkan kebesaran di benak sang putra, setiap harinya di waktu yang barakah.

===

Saya tak tahu korelasi antara tulisan satu dan dua. Ini hanya tulisan acak seorang emak-emak. Saya hanya memohon kepada Allah agar diberi kekuatan dan bimbingan dalam mendidik anak-anak di masa akhir zaman ini..Hanya Allah lah tempat bergantung..

Ya Allah bimbinglah kami..

 

One thought on “Anonim, Awkarin, dan Al-Fatih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s