Posted in Kuttab Al-Fatih

M.O.K.A

Apa itu MOKA? MOKA adalah masa orientasi Kuttab Al-Fatih. Kalau istilah umumnya MOS atau sekarang ganti nama jadi MPLS. Pertama kali lihat MOKA ala Kuttab dari salah satu video dokumentasi Kuttab Al-Fatih Depok yang sukses membuat saya merinding dan haru. Santri-santri yang masih kecil mungil diajak oleh asaatidz melakukan rekonstruksi penaklukan benteng Konstantinopel. MasyaAllah..

Lalu bagaimana dengan MOKA nya Kayyis di Kuttab Tangsel? Alhamdulillah, saya mendapat cerita sedikit-sedikit dari Kayyis, juga dari dokumentasi yang dibagikan ustadz di grup whatsapp orang tua.

Seperti yang sering disampaikan, sebelum belajar apapun santri akan belajar tentang adab. Maka, di hari pertama MOKA, asaatidz memberikan contoh adab menuntut ilmu melalui drama. Ada yang berperan jadi ustadz, dan ada yang menjadi santri. Anak-anak excited sekali memperhatikan. Kalau Kayyis yang cerita, “Gini loh ummii..kalau ustadz lagi ngomong, mulutnya dikunci dulu, telinganya dibuka,  matanya ditahan jangan ngantuk”.hehe..

IMG-20160724-WA0004[1]
asaatidz sedang memberikan contoh adab belajar
IMG-20160724-WA0008[1]
para santri excited memperhatikan assatidz
Lain hari, anak-anak diajak berkunjung ke masjid jami setempat dan berkenalan dengan ketua DKM nya. Lalu, mereka pun belajar adab bertamu dengan mengunjungi rumah ibu ketua PKK dan pak RT. Saat saya tanya Kayyis, “Yis kalau datang ke rumah orang tuh gimana sih?” Lalu dia jawab, “Ketuk tuh..tuk..tuk..terus salam tiga kali.” “Ga boleh masuk?” Terus dia jawab lagi,”Tunggu orang keluar lah”. “Terus kalau orangnya ga keluar gimana?” ”Pulang lah Ummii..”hehe..Alhamdulillah, ternyata Kayyis faham..

 

IMG-20160726-WA0005[1]
para santri berkunjung ke masjid dan berbincang dengan pengurus masjid
IMG-20160727-WA0007[1]
para santri silaturahim kepada pak RT dan ibu ketua PKK
Pada masa MOKA pun Kayyis belajar doa-doa harian. Doa belajar, doa sebelum dan setelah makan, doa masuk dan keluar WC, doa keluar rumah, doa setelah wudlu, bacaan-bacaan shalat, dan masih banyak yang lain. Sekarang, di rumah ada polisi doa. Ummi keluar WC diingatkan untuk doa. Ummi habis wudlu selalu dikomentari, “Doa habis wudlu ummiiii…” hehe..Tapi yang paling bikin terpukau adalah tingkahnya suatu hari setelah kami shalat maghrib. Tiba-tiba setelah membaca dzikir dan doa biasanya, Kayyis bilang,”Ummi, doakan Risyad lah.” Saya bingung, “Eh, emang gimana doanya?” Terus Kayyis angkat tangan, “Ya Allah, sembuhkanlah Risyad temannya Kayyis.” Ternyata Kayyis ingin doain temannya yang sedang sakit..

Di hari terakhir MOKA, para santri diajak untuk membersihkan lingkungan sekitar. Hal yang terlihat kecil, tapi sesungguhnya mengandung makna yang amat besar. Bagaimana Islam mencintai kebersihan, dan bagaimana menjadi pribadi yang bermanfaat untuk sekitar.

IMG-20160729-WA0003[1]
para santri, asaatidz, dan warga gotong royong membersihkan lingkungan
Tapi, sepanjang MOKA ini ummi dan Kayyis sering bersitegang urusan makanan. Beberapa hari bekal makan siang Kayyis selalu sisa banyak bahkan pernah sama sekali tak disentuh. Akhirnya suatu malam saya ajak bicara anak 5 tahun ini. “Yis, Kayyis mau jadi teman Rasulullah kan? Rasulullah kalau makan selalu dihabiskan . Kalau makanannya dibuang-buang itu namanya mubadzir Nak, itu temannya syaitan. Jadi makanannya habiskan ya.” Lalu saya lanjutkan, “Ada loh teman Kayyis yang ga punya makanan, kasian Nak, dia lapar. Tuh lihat kurus kan (sambil saya lihatkan sebuah foto). Kayyis harus bersyukur punya makanan, jadi makan ya, biar sehat, kuat.” Wessss..panjang lebar, dengan harapan anak ini ngerti. Tetapi tiba-tiba dia tanya abinya, “Abi belum makan ya? Hah hah..ayo loh ada syaitan.” Gubrakkkk, kenapa jadi itu yang ia tangkap..Tapi, suatu hari celotehnya, “Umi, makan itu gini nih (sambil ia peragakan jilati tiga jari).” Iya deh..iyaaa…InsyaAllah Kayyis akan terus belajar tentang adab makan, bukan hanya tentang apa saja yang dicontohkan Rasul saat makan tapi bagaimana agar senantiasa bersyukur dengan apa yang dihidangkan.

Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan kekuatan kepada para ustadz dan ustadzah di Kuttab..Jazaakumullah khairan katsiiran..🙂

Ya Allah bimbinglah kami..

===

 Sumber foto: dokumentasi Kuttab Al-Fatih Tangsel, insyaAllah dipublish atas seizin Kepala Kuttab

One thought on “M.O.K.A

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s