Posted in Kayyisah

KAYYISAH (5 Tahun…)

Dalam Al-Qur’an Allah mengisahkan tentang kabar gembira yang Dia berikan kepada Nabi Ibrahim AS berupa dua orang putra. Yaitu pada surat Adz-Dzariyat:28, dengan kata bighulaamin ‘aliim (anak yang berilmu) ialah Nabi Ishaq AS, dan pada surat As-Saffat:101 dengan kata bighulaamin haliim ( anak yang berakal baik dengan kesabaran yang sempurna), ialah Nabi Ismail AS…Maka dari sini Allah sudah mengajarkan kita hikmah bahwa potensi tiap anak itu berbeda-beda, dan orang tuanya lah yang harus mengarahkan dan membimbing…

=====

Sejujurnya dulu saat memberi nama Kayyisah, saya berharap dia bisa secerdas dan seistimewaa abinya dalam kepandaian. Tapi setelah tahu arti kata Kayyis dari sebuah hadits, saya menjadi faham bahwa kecerdasan sesungguhnya bukan hanya tentang ilmu tapi tentang amal shalih..

Saya pernah bertanya kepada abinya,”Bi, kalau Kayyis tak secerdas abi gimana?” Abinya menjawab ringan, “Tak apa-apa, yang penting shalih..”..

Seringkali saat mengajari Kayyis, kami harus menghela napas, bahkan terkadang saat kesabaran mulai hilang nada suara pun meninggi. Hasilnya, Kayyis pun harus menangis, dan tak jarang kami pun jadi ikut menangis. Allahummaghfirlanaa..

Suatu hari terjadi drama saat Kayyis dan abinya mengaji Iqro. Kayyis yang kadang masih ga bisa diajak serius sukses membuat abinya jengkel. Abinya bolak-balik menghela nafas, menutup iqro dan me nahan suara agar tak membentak, namun akhirnya luluh hanya dengan satu kalimat dari putri kecil kami itu, “Kayyis ingin faham abi” hikss..

Banyak hal yang kami pelajari dari Kayyis. Sikap penyayangnya, penurut, dan tak banyak menuntut. Enam bulan bersama adiknya, tak satu kali pun dia menunjukkan rasa iri pada adiknya, dia selalu ngemong, begitu sayang. Adiknya selalu senang saat Kayyis ajak main. Seringkali saat saya tinggal mereka berdua lalu saya intip di balik pintu, adiknya sedang cekikikan ketawa ketiwi melihat tingkah Kayyis yang kadang sedang nyanyi atau ngajak ngobrol apa saja, bahkan sekadar gulang guling di kasur.

Saat di bawa mudik kemarin, tingkah Kayyis banyak sekali. Sesekali komentar orang terdengar kurang enak, “Ngomongnya Kayyis cepet banget , sampai ga ngerti ngomong apa.” Saya hanya menanggapi dengan senyum karena saya ingat komentar mereka beberapa tahun lalu, “Udah umur segini kok belum bisa ngomong?” he..

Jika dulu ia hanya diam dan terbata mengeja kata, maka kini Kayyis sedang dalam fasa bicara tanpa henti tiada capek. Terkadang untuk menghormati tamu atau tuan rumah, saya minta ia berhenti bicara sejenak, “Yis, ayok kunci dulu mulutnya.” Tapi itu pun tak bertahan lama. Saya dan abinya hanya bisa menghela nafas, tapi kadang dibuat serba was-was. Pasalnya Kayyis suka bicara tanpa mengenal lawan bicaranya siapa, kadang tukang dagang bahkan orang asing di keramaian. Saya sendiri khawatir kalau-kalau ada orang jahat, sedang Kayyis begitu saja mudah berakrab-akrab dengan orang asing. Saat curhat pada mertua maka jawabannya ternyata, “Dulu juga Khabib gitu, suka sok akrab ngajak ngomong siapa saja.”Haduuuh…Barangkali ini hanyalah tingkah anak-anak yang harus diarahkan pelan-pelan.

 

Urusan perasaan yang peka jangan ditanya. Lihat adeknya nangis karena dijahilin abinya, maka air matanya pun ikut tumpah seketika, dan umminya liat dua putrinya nangis ikut mewek juga, endingnya si abi bengong liat tangisan kami bertiga,hehe..Kayyis yang penurut pun tetap saja punya rasa dan keinginan. Terkadang saat keinginannya tak terturuti ia akan nangis, lalu masuk kamar dan nungging di pojokan. Ketika digodain, “Nangis yaa?” Ia akan mengelak, “Nggak, nih Kayyis senyum..” sambil maksain senyum tapi tetep aja arah bibirnya ke bawah..

Ada saatnya pula ia dihinggapi malas shalat atau ngaji, lalu saya pun mengeluarka jurus andalan, “Ya udah ummi aja yang sholat, ummi ingin dapat pahala masuk surga.” Lalu seketika ia bereriak, “Kayyis juga mau sholat, mau surga.” Entah cara saya ini betul atau salah, entah pula Kayyis mengerti atau tidak surga itu apa. Di ingatannya Surga itu adalah tempat Rasulullah yang punya banyak istana, dan Kayyis mau minta satu istana sama Allah. Pun saat Ramadhan kemarin mengajaknya puasa, maka bagi Kayyis puasa itu adalah untuk dapat pahala, dapat istana di surga seperti Rasulullah..

Ah Kayyisah..Kayyisah..

Maafkan ummi dan abi yang mendidikmu dengan masih kurangnya ilmu..Maafkan ummi dan abi yang harus turut membawamu dalam jatuh bangunnya kehidupan kami..Kau lah penyejuk mata kami, penghibur hati kami..Semoga Allah selalu menjagamu dalam kebaikan dan kebarokahan..

We love you, Kayyisah Maryam Alfatih…

 

20160714

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s