Posted in Tausyiah dan hikmah

“Ummi, Sabar atau Syukur Dapat Abi?”

uJadi ingat salah satu potongan kajian Ust.Oemar Mita tentang bersabar dalam berkeluarga..Benar, sabar dan syukur harus selalu ada dalam hidup termasuk dalam kehidupan berumah tangga..Ada kalanya yang datang dalam kehidupan kita adalah anugerah seperti apa yang kita harapkan, maka bersyukurlah. Tapi ada kalanya yang datang dalam kehidupan kita adalah ujian, maka bersabarlah.

Seperti salah satu kisah yang familiar tentang seorang bernama Imran bin Hiththan. Beliau memiliki wajah yang pas-pasan sedang istrinya cantik jelita. Suatu hari saat bercermin Imran bin Hiththan berkata pada isrinya, “Sungguh aku bersyukur mendapatka istri sepertimu cantik lagi shalihah.” Lalu istrinya menjawab, “InsyaAllah kita sama-sama masuk surga. Karena engkau mendapatkanku bersyukur, dan aku mendapatkanmu bersabar.”hehe..Tapi benar, orang yang sabar dan syukur insyaAllah dua-duanya ke surga..

Ngomong-ngomong tentang sabar, nampaknya bapak-bapak juga harus mempertebal kesabarannya pada istrinya. Menurut Imam Ibnu Katsir, sifat wanita itu dua, yaitu perasaannya berubah-ubah dan perasaannya dominan..Intinya perasaan wanita teh sesuatu banget..Pagi hari bilang cinta, nanti sore kalau suami lupa bawain titipan, bisa tiba-tiba ngilang tuh cinta.. Suami yang tiap pagi selalu kecup kening, lalu karena buru-buru jadi lupa, bisa-bisa si istri mikirnya udah ke mana-mana, “Ga cinta lagi ya?”..”Jangan-jangan…” hehehe..bahkan setelah ngaji ini pun tetep weh saya sendiri masih suka gitu..Kenapa? Karena memang perasaan wanita menjadi kendaraan paling empuk untuk ditunggangi syaitan..

Tabiat lainnya dari para wanita adalah banyak bicaranya. Suami baru 100 kata, sang istri bisa 2000 kata. Maka Rasulullah mengajarkan para suami untuk mau mendengarkan istrinya. Bahkan beliau yang mulia pun memiliki kebiasaan mendengarkan istrinya sehabis shalat isya atau menjelang tidur. Memang begitulah fitrahnya, wanita ingin didengar. Maka bapak-bapak dengarkanlah istrimu, walau kadang yang dibicarakan ga penting-penting amat atau sudah pernah ia ceritakan berulang kali..

Lalu, apa lagi yang lainnya? Wanita biasanya menjadi penghafal jenius terhadap kekurangan/kesalahan sang suami, tapi jadi amnesia tingkat tinggi terhadap kebaikan suaminya. Dalam satu riwayat hadits, Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa penduduk neraka kebanyakan adalah wanita. Apakah karena kufur terhadap Allah? Bukan, tapi karena mereka kufur terhadap suaminya. Gimana maksudnya? Yaitu melupakan kebaikan-kebaikan suaminya. Misal suami lupa sesuatu, maka kadang muncul perkataan, “Kenapa sih mas ga pernah…” Atau, “Kenapa sih mas selalu..” Nah, kata-kata ga pernah dan selalu itu loh yang sering kali menafikan kebaikan-kebaikan suami yang padahal jumlahnya teramat banyak..

Maka mungkin ini salah satu hikmah mengapa salah satu ciri wanita penghuni surga adalah istri yang taat pada suaminya. Karena taat pada suami itu susah sodara-sodara. Harus menundukkan ego, mendidik jiwa setiap saat. Dan kalau ngikut pemikiran zaman sekarang, bisikannya banyak, “Kok perempuan kayak objek aja..”..”Kita kan sederajat..” Padahal begitulah Islam memuliakan wanita, kalau terus-terusan ngandelin logika apalagi rasa, bisa-bisa kita terjerumus ditunggangi syaitan..Astaghfirullah

Kalau kata ustadz Oemar Mita, surga para wanita sebenarnya ga jauh-jauh di Palestina atau Suriah, itu loh di rumahnya, ridha suaminya..Jika suaminya pulang, segera burulah pintu surga, ta’atilah, senangkanlah. Jangan mengaharap karena ingin cinta berbalas, karena kadang berharap pada manusia akan kecewa. Berharaplah semata-mata untuk ridha Allah..

Kita sering mendengar kisah tentang betapa cantik dan indahnya para bidadari, maka sesungguhnya ratu bidadari jauh lebih cantik tak tertandingi. Siapakah mereka? Para wanita muslimah nan shalihah penghuni surga..

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina), dan benar-benar ta’at kepada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, ‘Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.”

(HR. Ahmad)

 Bersabarlah..bersabarlah..bersyukurlah..bersyukurlah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s