Posted in Tausyiah dan hikmah

Wanted: Calon Mantu

Tentu kisah Ali bin Abi Thalib RA dan Fatimah RA sudah sering kita dengar. Kisah cinta yang sangat indah. Dan memang seharusnya kisah ini menjadi teladan bagi para joblowan dan jomblowati yang sedang menanti jodoh. Eitts. Ternyata bukan hanya untuk para jomblowan, kisah ini pun mengandung teladan bagi para orang tua dalam menentukan calon suami/istri bagi anaknya. Sering kita dengar dan saksikan, kala seorang anak menyatakan maksud untuk menikah lalu menyodorkan calon, maka orangtuanya hanya menjawab,”Terserah kamu yang penting kamu bahagia. “ Terlihat bijak namun sebenanrnya tidak. Lalu siapakah teladan terbaik bagi kita dalam mencari calon mantu? Tentu Rasulullah SAW yang patut kita jadikan contoh, termasuk dalam hal ini.

Ali bin Abi Thalib termasuk sahabat yang miskin. Bahkan hanya untuk beberapa butir kurma, beliau harus membantu mengangkut air untuk kebun orang lain. Tapi apakah ini menghalangi Rasulullah untuk mengambilnya jadi menantu? TIdak. Oleh karena itu, parameter kekayaan tidaklah menjadi patokan dalam mencari menantu. Boleh yang kaya, namun boleh pula yang miskin. Lalu apa parameter utama yang harus diperhatikan?

Ternyata parameter dalam mencari menantu laki-laki dan perempuan itu berbeda.

Untuk mencari calon istri, panduannya adalah hadits ini:

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)

Sedangkan untuk mencari calon suami, maka panduannnya adalah hadits berikut:

“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi. Al Albani berkata dalam Adh Dho’ifah bahwa hadits ini hasan lighoirihi)

Dalam hal calon suami, ada kriteria khusus yang perlu diperhatikan, yaitu akhlaknya atau ada juga yang bilang sifat amanahnya. Mengapa harus amanah? Karena seorang laki-laki akan memikul amanah yang besar, apakah itu amanah sebagai suami, ayah, amanah pekerjaan, pun amanah di kehidupan social. Namun demikian, keduanya memiliki kesamaan kriteria baik dalam mencari mantu laki-laki atau perempuan, yaitu dengan melihat agamanya.

Apa yang bisa dilihat dalam kriteria agama ini? Batasan yang paling minimum adalah meninggalkan yang haram dan menjalankan yang wajib. Kalau dua ini saja berani di langgar, sudah coret saja dari daftar calon. Untuk yang wajib, bagi laki-laki ada satu hal yang mungkin patut menjadi perhatian bagi para orangtua yang mencari calon mantu, yaitu tentang shalat berjama’ah di masjid, terutama shalat subuh. Cek saja apakah shalat subuhnya rutin di masjid atau tidak.

Nah, kekeliruan lainnya yang nampaknya makin kini makin banyak penyimpangan adalah tentang ta’aruf. Ta’aruf apalagi pacaran sebenarnya tidak ada dalam kosakata syari’at. Lalu bagaimana dong? Kembali seperti kisah Rasulullah bermenantukan Ali. Jika sudah sama-sama tahu shalihnya, baiknya, langsung saja dinikahkan. Atau bila belum tahu sama sekali, maka selidikilah, kirimlah orang untuk mencari tahu atau bertanyalah pada orang-orang terdekatnya.

Pelajaran lainnya adalah mau mencari mantu laki-laki atau perempuan, tugas kita sebagai orang tua adalah mendidik dan mempersiapkan anak kita sendiri agar kelak menjadi suami atau istri yang sholeh, yang baik, yang layak mendapatkan pasangan yang luar biasa.

Apakah semua ini kata saya? Tentu bukan. Tulisan ini adalah rangkuman acara Khalifah Trans 7 bersama Ust.Budi Ashari bertema “Panduan Mencari Menantu”. InsyaAllah bermanfaat untuk saya dan kangmas kelak dalam mencari calon imam untuk duo Maryam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s