Posted in Celotehan

C.A.D.A.R

Jalan-jalan di sekitar pertokoan baju, masyaAllah sekarang rasanya bukan hal yang aneh bahkan jadi tren para muslimah di Indonesia memakai khimar yang menutup dada bahkan yang super besar. Jadi teringat jaman SMA dulu, saat ingin memakai kerudung yang lebar maka harus beli kain sendiri kemudian meneci sendiri. Itu pun yang saya ingat warna kerudung yang saya punya hanya putih, coklat, hitam, dan pink yang pada akhirnya kerudung pink jadul itu kini berakhir jadi taplak meja..hehe..Saat menceritakan itu pada pak suami ia lantas berseloroh, “Barangkali nanti cadar juga jadi tren mi, ayo duluan pakai”..hmmm..

Lain kali saya liat salah satu foto kegiatan di Madrasah Al Fatih. Saya lihat santri-santri putri memakai pakaian serba tertutup bahkan banyak di antaranya memakai cadar. Lalu saya bilang, “Bi kok jadi inget kat-katanya Ust.Budi, barangkali nanti kita malah kaget dengan perubahan anak kita. Jangan-jangan nanti Kayyis pakai cadar.” Lalu ia menjawab, “Abi dukung”.Hmmm…

Ingat cadar, jadi ingat sebuah cadar tali yang diberikan kawan saya. Ketika ia bilang, “Ayo us pake..” Saya pun jawab, “Iya nanti pakainya di rumah.”hahaha..Ngawur..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s