Posted in Celotehan

Khabib Khumaini si Anak Ibuk..# Berburu Mimpi Menjadi Dosen

Mengajar adalah passion hidupnya, begitulah kira-kira pengakuannya. Sejak masih jadi mahasiswa di kampus gajah, ia sudah sering mengajar. Mengajar teman-temannya sendiri, mengisi les privat, sampai menjadi pengajar di pelatihan olimpiade. Maka, awal bersinggungan dengannya tebakan saya adalah, “nih orang palingan jadi dosen”. Pun kala saya mulai berproses dengannya, orang tua saya juga mengira demikian.

Siapa tahu, Allah membawa kami pada kisah lain yang tak terduga. Dia malah tersangkut di dunia bisnis yang dipilihnya saat itu, walau beberapa kali orang-orang terdekatnya mengingatkan tentang passion ia sesungguhnya. Tapi, berniaga ternyata tak menghilangkan hobinya mengajar. Ia kadang kala masih tetap mengajar pelatihan olimpiade, bahkan mengajar murid saya untuk ikut olimpiade. Yang lucu, karena ia diminta tolong istrinya sendiri, akhirnya ia seperti “jelangkung” ketika datang ke sekolah, datang ga disuguhin, pulang ga diongkosin.hehe..sungkem kang mas..maafkan istrimu..

Sepanjang masa itu pun ia tak berhenti berikhtiar bolak-balik masukin lamaran ke kampus. Terhitung tiga kali sudah ia mencoba menjadi dosen di sebuah institut teknologi di kota Surabaya..halah ketebak banget..Ikut CPNS pertama, ia lulus, tapi tak datang tes lanjutan saat di Fakultas.Belum rizki. Begitulah katanya. Tahun berikutnya ia masukkan lamaran untuk dosen tetap non PNS, tapi apa daya malah tak lulus psikotes, haduh ada apa gerangan denganmu abi sayang??? Tahun berikutnya lagi masih ga kapok ikut tes CPNS di tempat yang sama hingga tembus tes akhir, tapi ujungnya tetap tak lulus juga. Duh, momen cek pengumuman CPNS yang terakhir itu tuh beneran tak terlupakan. Bikin lemes liat nama si dia ga ada di deretan nama yang lulus, padahal kayaknya udah yakin ga ada masalah selama ikut rangkaian tes. Apa yang salah dengan suami saya iniiii?hikss..drama pisan lah..

Tapi, ternyata sederet drama itu akhirnya membawa kami kepada skenario Allah selanjutnya. Dari tes terakhir inilah suami saya akhirnya berkenalan dengan Pak Hamzah yang kala itu menjabat Kaprodi Kimia di kampus tersebut. Beliaulah yang pada akhirnya “memperkenalkan” suami ke tempat kerjanya sekarang..Ah, terima kasih Bapak..

Semua hikmah kadang tersingkap setelah lama waktu bergulir. Setidaknya dari salah satu episode kehidupan rumah tangga kami yang berjudul, “Memburu Mimpi Menjadi Dosen” ini, kami merasa Allah memberikan banyak sekali pelajaran. Ayat mengenai Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya seolah baru bisa diresapi, padahal sudah sangat sering dibaca atau mendengar dari kajian.

Untuk pak suami, selamat menjalankan amanah, selamat menjalani kembali passion sebagai penyampai ilmu..

Nyomot nasihat salah seorang petinggi di tempat pak suami bekerja yang sering sekali suami saya ulang-ulang, “Ingat, jika Anda digaji X rupiah tapi kerja kurang dari itu, maka sisanya akan ditagih di akhirat. Tapi kalau Anda digaji X rupiah dan malah bekerja lebih dari nilai itu, insyaAllah sisanya dibalas pahala”..

Terakhir, mengingatkan diri sendiri.. Bersabarlah..bersabarlah..Bersyukurlah..bersyukurlah..

3 thoughts on “Khabib Khumaini si Anak Ibuk..# Berburu Mimpi Menjadi Dosen

  1. Whaa disana toh… Alhamdulillah… seneng dengernya🙂 di Grup Husni woro-woronya ngedosen bareng Loli aja😀 Sama Abu Kay juga tooh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s