Catatan Stadium General Kuttab Al-Fatih

Nak, ummi dan abi yang fakir ilmu ini hanya bisa berharap kau dianugerahkan rizki menuntut ilmu yang akan membawamu menjadi hamba Allah yang shalih, yang menjadikanmu bagian dari batu bata peradaban Islam…

===

Kami mengenal Kuttab Alfatih berawal dari hobi menonton kajian Ust.Budi Ashari dari Youtube, beruntung saat itu saya punya sohib yang suka sekali download kajian-kajian beliau sehingga saya hanya tinggal menyodorkan flashdisk padanya..hehe..peace ammah Rina..

Saat masih tinggal di Tuban, keinginan menyekolahkan Kayyis di Kuttab sudah muncul tapi tak tahu bagaimana caranya. Sampai akhirnya kini Allah takdirkan kami tinggal di kota tetangganya Jakarta. Alhamdulillah…

Kuttab Alfatih Bintaro adalah cabang ke-16 yang baru dibuka tahun ini. Menurut cerita, sudah hampir dua tahun pengurus Kuttab Bintaro mengajukan ke Kuttab pusat untuk membuka cabang di sini. Beberapa kali mengajukan lokasi namun selalu ditolak, hingga akhirnya baru lokasi terakhir inilah yang akhirnya disetujui, itu pun tidak boleh direnov bagus-bagus hanya seperlunya saja. Mendengar itu, saya agak bingung karena saat sekolah lain berlomba memperbagus gedung dan menyempurnakan fasilitas, Kuttab selalu hadir dengan kesederhanaannya. Seperti cerita Ust.Muhaimin Iqbal (Ketua Yayasan Kuttab Alfatih), di mana Kuttab Alfatih Depok pun dulu hanya bermula dari sebuah gudang yang diubah jadi sebuah kelas yang apa adanya.

Satu hal lain yang juga menjawab kepenasaranan saya selama ini, “Apakah dengan semakin berkembangnya Kuttab, semakin banyaknya cabang , tidak membuat Kuttab lama-kelamaan kualitasnya menjadi turun?’’ Pertanyaan itu secara tak sengaja terjawab oleh pernyataan Ust.Budi kemarin yang mengatakan bahwa tak akan perah dibuka cabang Kuttab kecuali di tempat itu ada penanggung jawab syari’ahnya. MasyaAllah..

Beberapa hal yang saya tangkap dari penjelasan para ustadz dalam stadium general kemarin tentang Kuttab Alfatih adalah:

  1. Kurikulum di Kuttab menjadikan Iman adalah pondasi utama pendidikan, baru setelah itu Al Qur’an, sehingga untuk target hafalan Al-Qur’an hanya 7 juz dalam 7 tahun. Walaupun pada kenyataannya ada saja santri yang bisa selesai 30 juz dalam 7 tahun tsb, namun bagi Kuttab itu bukanlah hasil dari sistem dan kurikulum di Kuttab, melainkan keberhasilan orang tuanya. Di Kuttab pun akan banyak sekali hafalan, karena prinsip ilmu adalah dihafal, seperti apa yang ditulis Ibnu Jauzi rahimahullah dalam kitabnya “Anjuran untuk Menghafal Ilmu”.
  2. Tak ada kebangkitan peradaban kecuali kita mendudukan ahli ilmu pada posisinya. Prinsip ini adalah prinsip penting yang dipegang oleh Kuttab Alfatih. Ini nampaknya bertolak belakang dengan realita saat ini. Di mana terkadang guru (ahli ilmu) sudah kehilangan izzahnya dihadapan murid dan wali murid. Ada saja berita guru yang dilaporkan polisi karena mencubit muridnya, mencukur muridnya, dll. Di Kuttab, guru harus berada pada posisinya, maka di Kuttab santri tidak akan duduk di bangku seperti sekolah kebanyakan, tapi mereka akan duduk di bawah sedangkan ustadz atau ustadzahnya lah yang duduk di atas. Wali santri pun dilarang untuk protes atau memberi masukan tentang sekolah melalui para guru. Betapa lelahnya para guru, pagi hingga siang mereka mendidik santri, siang hingga sore mereka yang mengikuti pendidikan, ditambah pula harus menerima komplain dari wali santri. Maka di Kuttab, segala komplain, masukan, dst hanya boleh disampaikan kepada kepala sekolah dan pengurus yayasan. Selain itu, selama 5 bulan awal wali santri dilarang menyampaikan protes apapun.Jika ada yang tidak sreg, tidak suka, dll, tahanlah di 5 bulan awal ini.
  3. Tak ada konsep bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain. Bermain adalah bermain, belajar ya belajar. Semua ada waktunya. Maka dari itu jangan berharap di Kuttab ada jungkat jungkit, perosotan, dll. Tak akan ada pula tepuk-tepuk atau musik. Tentu pada awalnya anak mungkin akan sangat jenuh, di sinilah peran orang tua untuk terus memberi semangat.
  4. Pendidikan di Kuttab adalah kerjasama anatara semua pihak yang berhubungan dengan santri. Bukan hanya sekolah, tapi juga orang tua, bahkan orang-orang yang terlibat dalam kehidupan santri seperti khadimat dan supir. Maka di Kuttab ada pengajian bulanan untuk orang tua yang sifatnya wajib, bukan sunnah muakkad atau fardu kifayah, bahkan ada juga pengajian untuk khadimat dan supir.
  5. Pelajaran-pelajaran seperti matematika, ipa, ips di Kuttab dikenal sebagai “tempelan”. Jika di sekolah umum biasanya akan belajar ilmu-ilmu tsb terlebih dahulu lalu jika ada ayat dan hadits yang sesuai, baru ditempelkan, sedangkan di Kuttab adalah kebalikannya. Apa yang AL-Qur’an atau hadits sebutkan dulu itulah yang dipelajari, jika ada penelitian yang sesuai, maka penelitian itulah yang ditempel.
  6. Di Kuttab tidak ada ijazah resmi, yang ada adalah ijazah paket A, yang mungkin kesannya untuk kaum dhuafa, untuk yang putus sekolah, dll. Maka jika ingin ijazah formal, bukan di Kuttab tempatnya.
  7. Jangan membayangkan anak kita keluar Kuttab akan ndeso, gaptek, atau kudet. InsyaAllah anak-anak akan cemerlang. Kuttab tidak berdiri sendiri, karena Kuttab memiliki jaringan yang akan memfasilitasi anak-anak untuk memiliki skill yang dibutuhkan, apakah di bidang perniagaan, pertaniaan, IT, dll.
  8. Di Kuttab Alfatih, jika memamng diperlukan, anak-anak akan mendapat “hukuman” yang barangkali saat ini dunia pendidikan sangat alergi menerapkannya. Bahkan di Kuttab Pusat di Depok sebuah cambuk tergantung di dinding kelas, tapi Alhamdulillah hingga kini cambuk itu tak pernah turun, karena para santri shalih-shalih. Prinsipnya, hukuman adalah obat. Jika tidak sesuai akibatnya bisa dua, terlalu rendah tidak menyembuhkan, terlalu tinggi malah over dosis. Oleh karena itu,hukuman yang ada pun harus sesuai dengan syari’ah, misal bila harus ada pukulan maka pukulan itu pun disesuaikan dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Saya kira setelah mendengar penjelasan-penjelasan itu akan banyak calon wali santri yang melipir mundur, hehe, tapi ternyata antrian pengambilan formulir tetaplah panjang..Bahkan kemarin ada seorang ibu yang cerita, ia tinggal di Pondok Aren Tangsel dan sudah dua tahun ini menyekolahkan anaknya di Kuttab cabang Jakarta Timur. MasyaAllah..itu kan jauh bu, hampir 30 km..

Pada akhirnya saya hanya bisa berdo’a, di tengah kuota yang terbatas sedang peminat yang banyak, Allah hadirkan satu tempat untuk Kayyis belajar di tempat yang terbaik dalam pandangan Allah..Aamiin..

===

 

 

==

Advertisements

18 thoughts on “Catatan Stadium General Kuttab Al-Fatih

  1. Bismillah…..
    Mb Wulan kuttab yg di Bintaro apa masih bs mendaftar tuk usia 6 th?
    Terima kasih
    Ummu abdillah

    • setahu saya kebetulan utk tahun ajaran besok rangkaian penerimaam santri barunya sudah selesai..tp utk lebih jelasnya barangkali masih ada slot silakan langsung menghubungi kuttabnya umm..

      • Terima kasih atas tanggapannya mb Wulan….
        Afwan bisakah sy minta alamat email mb tuk tanya lebih jauh nanti mungkin suatu saat ada perlu.pendaftaran sudah tutup qadarullah…..

  2. saya bingung, saya menanyakan ke orang tua yg anaknya disekolahkan di Kuttab, bagaimana jika anak tersebut ingin meng-upgrade ilmunya dengan sekolah lagi kalo tidak ada ijazah.

    kata orang tua murid yg sekolah di Kuttab, sekolah ini mempunyai misi mencetak murid yg seperti masa kejayaan islam. pertanyaan saya, jaman dulu islam berjaya karena mempunyai ilmuan-ilmuan islam. nah sekarang gmn mau jadi ilmuan kalo akses (ijasah) tidak diberlakukan. bagaimana cara mencetak the next ibnu sina, al-biruni, dll ?

    • saya bantu jawab sedikit ya bu/ pak..mudah2an ndak keliru 🙂
      di Kuttab ijazah tetap ada cuma ijazahnya bukan dr sekolah formal tapi ijazah ujian paket A. sesuai UU seharusnya ijazah paket pun berhak melanjutkan sekolah ke mana pun, cuma mungkin sekolah negeri tertentu agak susah. bahkan kalau sudah jenjang PT, PTN bahkan yg LN pun banyak yg menerima pemilik ijazah paket yg penting lulus tes masuknya..

      kurikulum Kuttab memang agak unik, memandangnya memang harus menyeluruh. Jadi di Kuttab, tahapan apa yang diajarkan ke murid sangat diperhatikan. Ada tahapannya kapan brlajar A, B, dst. usia Kuttab adalah saat menanamkan terlebih dulu pondasi iman dan quran. Tapi, sejauh putri sy di Kuttab setahun ini insyaAllah tidak ketinggalan kok bu/pak kalau ttg ilmu umum karena dibantu jg dgn belajar dgn org tua di rumah. Jam brlajar di Kuttab sangat terbatas, sehingga peran belajar dgn org tua sangat penting.

      Mudah-mudahan membantu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s