Posted in Kayyisah

Ia yang Kini Menjadi Mba

Mba Kayyis..begitulah ia ingin dipanggil kini..Dibujuk bagaimanapun agar mau dipanggil kakak atau teteh, ia tetap bergeming..”Ini mba Kayyis lah”..

Sejak kehadiran adiknya dalam rahim saya, ia sangat antusias..Sejak USG pertama di usia janin 5 minggu ia sudah ikut melihat adiknya. Pun tiap kali saya periksa ke dokter, rasanya ia lah yang paling antusias..Tak ada perasaan khawatir sedikit pun ia akan merasa tersisih apalagi iri pada adiknya. Dan betul, Alhamdulillah ia adalah kakak yang sangat so sweet…

Tapi..rasanya saya lah yang mulai memperlakukannya dengan berbeda. Saya memperlakukannya dengan banyak sekali tuntutan dan larangan, tanpa saya ingat bahwa ia masihlah anak saya yang masih kecil..”Jangan ini dan itu nanti adek gini dan bla bla bla..” Hampir tiap hari tiap saat..Alhasil, tiap kali si kakak mulai tertidur saya selalu tak bisa membendung air mata kala memandangnya..Ah Nak, padahal kau sudah begitu baik..baiiik sekali..Tapi lagi-lagi kejadian omel mengomeli ini berulang setiap hari..Rabbighfirlii..

Sekarang 5 dari 7 hari, 12 jam dalam sehari kami habiskan hanya bertiga di rumah..Kerempongan saya dengan si baby membuat saya sering menelantarkan kakaknya bermain sendirian..Cita-cita homeschooling 6 bulan ini masih awut-awutan, saya isi kegiatan ala kadarnya..Dan..lagi, saya tutup tiap hari dengan perasaan bersalah pada si kakak..

Tapi entah kenapa, tingkahnya saat bermain kadang membuat saya takjub..Dia yang tak menyentuh gajet akhirnya akan menurunkan semua mainannya, hingga tiap hari saya harus melihat rumah berantakan total..Kadang dia berimajinasi membuat sepeda dari tumpukan buku, kadang berimajinasi membuat istana, kadang pula berimajinasi menjadikan laptop sebagai buku..

Suatu hari ia merengek minta nonton kartun kesukaannya di laptop saya. Saya tak turuti karena laptop lowbate saat itu..Ia terus merengek, “Ya udah Kayyis aja”. Awalnya saya kira ia akan memaksa mencharge laptop saya tapi ternyata ia buka salah satu bukunya , lalu ia berakting lompat-lompat seperti tokoh kartun yang ia mau..Beberapa menit kemudian ia tutup bukunya lalu bilang, “Udaaah nontonnya”..Saya sampai terbengong-bengong, karena ternyata sejak tadi dia sedang berimajinasi nonton dari “laptopnya”..

Kadang ia membantu saya memasak,motong daun sayuran, mencuci sayuran,mengulek bumbu, membuat kue. Kadang pula ia membantu saya menjemur baju, pel lantai, menyapu..ada saja yang ingin ia kerjakan..Melihat siapa pun melakukan pekerjaan rumah ia akan antusias,”Kayyis bantu..Kayyis bantu..”

Fabiayyi aalaa irabbikumaa tukadzdzibaan..Itu nasihat abinya setiap hari..Saya harus terus mengingat bahwa Kayyisah adalah nikmat dan anugerah Allah yang tak ternilai..Ia bidadari saya dengan mata indahnya…Bahkan siapa pun selalu menunjukkan rasa suka kepadanya, lalu kenapa saya tidak bisa bersabar dengan semua tingkah polahnya? Bersabarlah..bersabarlah..bersyukurlah..bersyukurlah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s