Posted in Episode Mengajar

Bu Guru Ikut Lomba

Alhamdulillah, kemarin saya diberi kesempatan untuk bertemu dan belajar dari guru-guru hebat. Jadi ceritanya, beberapa minggu lalu abinya Kayyis ngasih tau kalau ada lomba alat peraga untuk guru. Sebenarnya tanpa dorongan si dia sih mana mau saya ikut lomba. Tapi berkat sumbangsih tenaga, ide,pikiran,hingga modal dari abinya Kayyis, akhirnya kami berangkat juga ke Semarang.(ini yang ikut lomba siapa sih???*ngomong dalam pikiran)

GET SMART "Monopoli Aritmatika Sosial"
GET SMART “Monopoli Aritmatika Sosial”

Alat peraga yang saya bawa..

Ini adalah pertama kalinya kami “benar-benar”menginjakkan kaki di kota Semarang (hellloowww, orang mana ini??)..Biasa lah jalan-jalan ala backpacker, naik turun angkutan umum hingga nginep di penginapan murmer.Tapi masyaAllah, hotel yang kami tempati kali ini benar-benar recommended..Bagus,pelayanannya ramah, plus baru kali ini ada hotel yang nyewain juga kendaraan. Bayangan awal sih malem-malem di Semarang bisa jalan-jalan ke Simpang Lima atau Lawang Sewu, icip-icip jajanan malem gitu, tapi ternyata ada hikmah lain nginep di Semarang, yaitu silaturahim dengan teman lama.

Pagi-pagi kami berangkat ke UNNES, so sweet banget lah,bu guru dianter lomba sama suami dan anak naik motor ngandelin GPS..Sesekali kami berhenti di tengah jalan, karena saya yang pegang hape agak kudet liat GPSnya..Ternyata lokasi UNNES yang baru wooow banget, pantesan namanya kampus konservasi, lokasinya masih asri di puncak gunung, naik-naiiiik sekali.Btw, UNNES itu adalah ex-IKIPnya Semarang, kalo di Bandung mah UPI gituh.

Nah, sampai di lokasi lomba nyali saya langsung ciut liat bapak ibu guru senior yang bawa alat peraga mereka yang super duper keren dan niat banget bikinnya..Ah beneran belajar ini mah. Belajar ikut lomba plus “nyontek” ide-ide mereka untuk saya bawa pulang ke sekolah.

Yang bikin saya heran adalah orang-orang akan sangat terpukau kala saya mengatakan kalau saya dari Tuban..Sampai-sampai ketua panitianya nyamperin saya dan ngajak salaman, beuh berasa orang penting..Emang segitu keliatan niat banget yah si saya, padahal saya pikir biasa aja, lah wong Tuban-Semarang pakai bus cuma 5 jam, apalagi kalo lewat pintu Doraemon cuma 1 detik..hehe..

Ini beberapa foto yang sempat saya ambil, dan masih banyak lagi. Awalnya saya kira lomba kayak gini akan sepi peminat , eh ternyata jumlah peserta lebih dari 80 orang, ada dari Aceh sama Sulawesi segala..Tuh kan guru-guru Indonesia tuh keren..

Timbangan PLSV dan PtLSV
Timbangan PLSV dan PtLSV
Luas penampang bola
Luas penampang bola dari
Ular Tangga Aljabar
Ular Tangga Aljabar
PATIL "PApan kuarTIL"
PATIL “PApan kuarTIL”
Sistem peredaran manusia
Sistem peredaran manusia
Sistem Ekskresi  pada Manusia
Sistem Ekskresi pada Manusia
Cakam Genetik
Cakam Genetik
"TUBO BILBUL" untuk bilangan bulat
“TUBO BILBUL” untuk bilangan bulat

Walau belum berhasil membawa kemenangan, tapi pengalaman pertama ini benar-benar memberi pelajaran berharga untuk saya:

1. Sering sekali dulu saya menulis tentang sayap yang terbang dalam rumah tangga. Si saya mah mungkin hanya bisa nulis, tapi suami saya lah yang menunjukkan kalau dia benar-benar menjadi sayap untuk saya. Nganterin saya kemana-mana, membiayai saya dengan biaya tak sedikit dengan alasan agar saya menuntut ilmu dan berimprovisasi..Love you

2. Jikalau setiap guru mau menggali ide dan kreatifitasnya, maka murid mana sih yang tidak akan pintar, insyaAllah. Itu yang saya lihat setidaknya dari lomba kemarin. Jika pada setiap pembelajaran guru mempunyai lesson plan, membawa alat peraga jika dibutuhkan, maka pembelajaran sains atau matematika yang memiliki stigma sulit pasti akan lebih mudah dan lebih menarik

3. Saat makan malam,kami melewati kotak infaq, terus kayyis nyeletuk, “Infaq ummi infaq,” Hahh??Saya dibuat bengong, antusias sekali dia ingin infaq..Besoknya saat masuk warung makan padang kejadiannya berulang, liat kotak infaq Kayyis gitu lagi, ‘Infaq ummi infaq’..MasyaAllah, Kayyisah yang sangat teratur dalam rutinitas,belajar infaq dari ustadzah-ustadzahnya. Satu kebaikan dimulai maka terus kebaikan itu yang diingat dan diulang-ulang tak boleh terlewat. Maka jangan sampai ada kejelekan yang dimulai untuk Kayyisah, karena Kayyis akan kuat mengingatnya dan akan terus mengulangnya kemudian…

4. Pulang pergi naik bus PATAS Surabaya-Semarang, ongkosnya sudah naik banyak sekali, efek kenaikan BBM yang luar biasa (eh, kesimpulan apa ini???*ngomong lagi dalam pikiran)

Alhamdulillah ‘alaa kulli haal..Semoga pendidikan di Indonesia semakin maju dengan guru-guru yang cedas, kreatif, dan beakhlak mulia..Mari menjadi pendidik di mana pun berada..

One thought on “Bu Guru Ikut Lomba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s