Posted in Celotehan

Alhamdulillah, si Aa diwisuda….

Alhamdulillah si Aa akhirnya diwisuda..Tentu ini adalah wisuda yang membanggakan untuknya dan keluarga kami..Setelah setahu lalu mengalami ujian ditinggal Mamah dan Apa, lalu dia harus menjadi “tulang punggung”, akhirnya dia bisa bernafas lega dan akan mulai memasuki dunia kerja..

Siapapun orangnya tentu berharap di momen wisuda ini bisa disaksikan ayah dan ibu tercinta..Merekalah yang sudah bersusah payah mendidik membesarkan bahkan membiayai pendidikan..Tapi si Aa mengalami hal yang berbeda..Syukur alhamdulillah begitu banyak orang yang menyayangi dan bisa mendampingi..Kakek, bibi-bibi tersayang, dan tentu saja si ade bungsu kesayangannya…

IMG-20140412-WA0002

IMG-20140412-WA0006

Omong-omong soal wisuda, saya jadi teringat momen wisuda saya sendiri..Saya diwisuda dalam suasana bahagia karena baru saja menjadi pengantin baru..Tapi sayangnya Apa tidak bisa datang ke wisuda saya karena jatuh sakit..Semalaman saya menangis karena itu..Saya ingat perjuangan Apa harus menguliahkan saya dalam kondisi ekonomi sulit..Ketika saya mencari beasiswa bahkan mengajar privat sana –sini, Apa tetap mau membiayai kuliah saya dengan uangnya sendiri dan menyuruh saya menyimpan uang beasiswa atau apapun itu..Ketika saya gagal penelitian, saya menelpon dan menangis padanya..Ketika saya menjadi salah satu lulusan cumlaude di jurusan, saya merasa sedih karena ia tidak menyaksikan..Akhirnya saya kirim SMS padanya,,”Pa, teteh sayang Apa..”..Ah, barangkali itu SMS paling melo dan mungkin geli dibaca olehnya…

Sekarang, ade saya sudah lulus..Semoga Apa dan Mamah yang wallahua’lam bisa mengetahui atau tidak mendapatkan limpahan pahala karena telah mendidik kami senantiasa dalam kebaikan..Ingat selorohan Apa suatu waktu..Melihat salah seorang tetangga kami yang kaya dan berhasil membangunkan rumah untuk setiap anaknya, Apa bilang, “Teh, Apa mah moal bisa ngawariskeun tanah atawa ngabangunkeun imah..Apa mah ngan bisa ngawariskeun elmu..Anak-anak Apa kudu sakola nu luhur, ngaji nu bener” (Teh, Apa ga bisa mewariskan tanah atau membangunkan rumah.Apa hanya bisa mewariska ilmu. Anak-anak Apa harus sekolah yang tinggi, ngaji yang benar)…

Lalu saya? Saya mulai tersadar bahwa akhir-akhir ini saya mulai lalai mendoakan ..Lalai menshalihkan diri..Bahkan lalai dari cita-cita membahagiakan mereka dengan mahkota terindah di surga…

Baarakallah Aa Adam,,semoga ilmu mu berkah dan Allah limpahkan rizki yang barakah di masa depan..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s