Posted in Parenting

Khabib Khumaini si Anak Ibuk..#Rasa Ingin Tahu

Menghanguskan sebuah lemari beserta isi-isinya adalah salah satu pengalaman yang paling diingat pak Khabib karena “ulah”nya bereksperimen di dalam kamar..Anak SMP dengan rasa ingin tahu yang begitu besar..Ngoprak-ngoprek barang elektronik,kadang yang rusak jadi bisa dipake lagi, kadang yang “sehat” malah jadi rusak, membuatnya tertarik pada hal-hal berbau elektro dan menyukai fisika saat SMP..Bolak-balik ikut lomba beserta 2 kawannya yang ituh-ituh aja,,hehe..Pak Ahmad Rifa’i Rif’an yang sekarang jadi penulis buku ternama, dan Pak Soewondo yang sekarang menjadi “pejabat” negara…Tiga Sekawan yang bolak-balik jadi juara padalah berasal dari SMP kecamatan saja..
=========

Rasa ingin tahu! AHA…Itulah yang kadang tak dimiliki anak sekarang, apalagi ketika sekolah yang ada hanya menjadikan mereka bagaikan robot saja..Masuk kelas, ditanya PR, suruh buka buku, dengar ceramah, dikasih PR, pulang lagi, dan itu-itu saja..Belajar sesungguhnya bukanlah tugas melainkan hak tiap anak..Dan belajar yang paling baik adalah yang muncul dari rasa ingin tahu dan keinginan bereksplorasi..Jadi, kalau kata bu Septi P. Wulandani, yang namanya proses belajar harus mencakup 4 hal: 1. Intellectual Curiosity (Rasa ingin tahu), 2. Creative Imanigation, 3. Art of Discovery, 4. Akhlak mulia sebagai hasil dari pembelajaran…

Back to the topic..Saya akhirnya menjadi sedikit penasaran dengan pak Khabib ini, apa sebenanrnya yang membuatnya menjadi anak yang memiliki rasa ingin tahu yang besar..Jawaban kata beliau: TIDAK TAHU..hehe…Tapi menurutnya, mungkin karena masa kecilnya dihabiskan dengan sangat alamiah..Hidup dengan alam,walaupun ga kayak Tarzan hidup di hutan..Terbiasa bermain dengan tanah, berenang di sungai dangkal, bermain dengan riang bersama kawan-kawan, dan sejenisnya..

Saya jadi ingat beberapa artikel yang menyebutkan bahaya mengajarkan calistung (Baca-Tulis-Berhitung) pada anak-anak balita..Padahal saat ini kayaknya keren aja anak 5 tahun udah jago baca, hitungan, ampe integral kalkulus dasar kali ya,,hehe..Anak kecil ikut les ini dan itu..Ah, tapi itu kembali pada orang tuanya..Hanya nampaknya saya sendiri harus belajar banyak agar anak-anak saya tidak jadi korban “Kebodohan” saya sebagai orang tuanya..Seperti kata pak Munif Chatib, “Kecerdasan tiap anak sesungguhnya seluas samudera, tapi terkadang kita orang tuanya atau gurunya yang membuatnya menjadi selokan-selokan kecil tak berarti…”..

GOLDEN AGE..Masa emas yang tak boleh terlewatkan..Masa perkembangan kecerdasan anak yang paling krusial..Harus diisi dengan hal-hal baik dan juga tepat…Oke-oke..Catat Bu Wul !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s