Posted in Celotehan

Bu Risma,Walikota Surabaya, di Mata Najwa

Lagi-lagi ketinggalan acara mata najwa dan hanya dapet kehebohannya lewat status-status orang di FB..Alhasil, download lagiiii…
======

Tri Rismaharini, Walikota Surabaya, tokoh dalam Mata Najwa kemarin malam..Awalnya saya tak begitu kenal, hanya sempat sesekali melihatnya di berita saat marah-marah di beberapa kesempatan. Kesan pertama?Woow ibu ini ‘galak’ kali..Kesan kedua? Ooh, kader PDIP toh..Mengetahui itu, membuat saya memandangnya sebelah mata, karena sejujurnya saya tidak suka pada partai yang mengusungnya..Tapi,tayangan mata najwa tadi malam membuat pandangan saya sedikit banyak berubah mengenai bu Risma..Kagum campur haru..

Pelajaran pertama yang saya ambil adalah pentingnya bersikap adil dalam memandang setiap orang..Terkadang saya agak risih ketika ada kader-kader partai tertentu yang senang sekali menshare berita tentang keburukan Jokowi, bahkan lucunya sampai muncul berita berjudul, “Gubernur berprestasi dan Hafidz Qur’an, Jokowi Tidak Masuk” Loh, maksudnya apa? Memang, Jokowi berasal dari partai yang berbeda haluan, saingan politik lah, dsb. Jokowi punya banyak kekurangan, dengan berbagai teori konspirasi yang katanya ada di belakang Jokowi, tapi rasanya sikap elegan perlu tetap ditunjukkan sebagai bentuk kedewasaan..Pun dalam memandang sosok bu Risma..Di tengah segala kekurangannya, dia tetap memiliki segudang prestasi, berbagai kebaikan, dan yang pasti dia juga seorang muslim yang tetap memiliki hak-hak persaudaraan.

Saya terkesan ketika ia bercerita tentang penutupan Dolly..Awalnya ketika ia didatangi dan didesak para kyai, ia masih belum tergerak menutup Dolly dengan alasan yang biasa muncul, ”mereka” di sana butuh pekerjaan untuk makan..Tapi Allah lah Maha Pemberi Hidayah..Kejadian demi kejadian akhirnya membuka mata dan hati bu Risma dalam hal ini..Saya rasa, jika seorang wanita masih memiliki nurani, mereka akan berfikiran yang sama dengan bu Risma dalam memandang tempat lokalisasi semacam itu, bukan malah sesumbar, “PSK pahlawan keluarga”..Ah,di mana nuraninya sebagai wanita? Melihat wanita lain menggadaikan kehormatannya malah berkata demikian.

Lalu hal menarik lain adalah ketika bu Risma bertemu dengan seorang PSK yang usianya sudah 60 tahun..Dia yang menjadi PSK sejak 19 tahun,tak juga kaya setelah jadi PSK berpuluh-puluh tahun. Ah,maka betapa bodohnya orang-orang yang tetap beranggapan bahwa mempertahankan tempat-tempat maksiat seperti itu adalah untuk tetap mensejahterakan para penghuninya..Sejahtera? Boro-boro..dosa iya,miskin tetep..Subhanallah…

Ketika ditanya tentang isu bahwa ia digadang-gadang sebagai kandikat kuat saingan Jokowi dalam bursa capres, maka dengan rendah hati ia bertutur,”Saya tidak punya apa-apa..Surabaya saja begini apalagi disuruh ngurusi Indonesia..Berjuta-juta orang menggantungkan hidupnya pada kita, itu berat, bagaimana saya mempertanggungjwabkannya di depan Tuhan nanti. Kalau nanti di depan Tuhan ada yang mengadu,”Saya melarat waktu Risma jadi Walikota”, bagaimana bisa nanti saya masuk Surga?”

Ah,penuturan yang luar biasa menurut saya. Banyak orang berbondong- bonong,berlomba-lomba ingin jadi pemimpin, hingga membuat saya tak habis pikir,”Apa mereka tak tahu, betapa berat pertanggungjawabannya kelak?”..Bu Risma bahkan berujar,”Kalau masih ada orang Surabaya yang melarat dan saya tau itu,maka saya ini dosa”..Ucapannya ini membuat suami saya mengeluarkan guyonan,”Ah,pantesan presiden kita pake jurus prihatin dan serba tidak tahu, habis kalau dia tau rakyatnya masih banyak yang melarat, dia jadi dosa..”Hmmm.. ga tau beda yaa sama ga mau tahu..

Tapi apa boleh dikata..Seperti sejarah bercerita,pemimpin yang baik akan dicintai rakyat sedimikian rupa tapi yang membenci pun tak kalah banyaknya..Bagaimana sejarah mencatat,banyak bahkan sangat banyak pemimpin adil meninggal karena dibunuh…Itupun yang dialami bu Risma sekarang, para mafia nakal, ancaman kepada diri dan keluarga,bahkan ancaman pemakzulan dari DPRD termasuk dari partainya sendiri. Kini,ia pun mulai berfikir untuk mundur dari jabatannya,di tengah gelombang cinta dan dukungan masyarakat Surabaya yang begitu besar padanya.

Bu Risma,wanita tegas nan lugas,namun penuh tulus..Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk kepadanya dalam hal-hal kebaikan…Semoga Allah memberinya kekuatan..

One thought on “Bu Risma,Walikota Surabaya, di Mata Najwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s