Posted in Celotehan

Pak Habibie di Mata Najwa

Malam rabu kemarin, terbangun tengah malam melihat status-status di FB tentang pak Habibie di acara Mata Najwa..Beragam ekspresi sang pembuat status membuat saya dan suami penasaran tingkat tinggi sampai akhirnya bela-belain download videonya dari youtube dan menontonnya saat itu juga..Hasilnya? Saya sepakat dengan para pembuat status..Amazing, mengharukan, dan begitulah pak Habibie, tetap keren seperti biasa..

Saya sendiri sudah lama mengagumi sosok beliau..Saya yang ketika masa-masa reformasi dulu baru kelas 5 SD, sering mendengar tentang pak Habibie dari televisi dan dari obrolan-obrolan dengan Apa. Betapa anehnya, kalau tidak mau dibilang “bodoh”, kita orang Indonesia menyia-nyiakan sosok seperti pak Habibie sebagai pemimpin bangsa. Ketika lihat tanyangan saat laporan pertanggungjawaban pak Habibie ditolak di sidang paripurna, ah ngenes rasanya..Betapa orang-orang yang tertawa meremehkan pak habibie saat itu, ber”huu..huuu..” ria tanpa sopan santun, pada akhirnya banyak yang menjadi bedebah-bedebah negeri ini kini..

Lalu sekarang? Saya kira akan banyak orang sepakat mengatakan bahwa hari ini Indonesia memiliki pemimpin yang makin buruk kian hari…Jika melihat fenomena ini, terkadang saya berfikir, “Ah, dulu kita caci maki Soeharto, tapi kini orang merindui..Dulu kita caci maki Habibie, sekarang kita menyesal setengah mati..Dulu, kita caci maki Jusuf Kalla, sekarang dia kita puja-puji..Sekarang kita caci maki SBY tiada henti, ah semoga saja kita tak turut menyesali, karena pada akhirnya kita dapati pengganti yang semakin tak karu-karuan membuat sedih hati..hmmm..Semoga pemilu besok ada pemimpin hebat bukan hanya selebriti”..

Kisah pak Habibie-Bu Ainun? Ah, siapa pula yang tak tau, begitu fenomenalnya kisah mereka..Tapi satu hal yang saya simpulkan sendiri..Betapa pak Habibie begitu mencintai dan setia pada istri terkasih, saya rasa itu tak terlepas dari sosok Bu Ainun sendiri yang adalah istri hebat hingga ia layak dicinta sedemikian rupa..Lalu, ketika orang-orang biasa sering meributkan istilah puber kedua, PIL dan WIL yang menyebabkan goncangan dalam banyak rumah tangga, entahlah apakah keluarga pak Habibie dan Bu Ainun mengalami hal seperti itu atau tidak di masanya, tapi saya kira pasangan ini dalam pernikahan mereka terlalu sibuk mengurusi hal-hal besar..Bayangkan, sejak pulang ke Indonesia, pak Habibie disibukkan luar biasa dengan visi misi besarnya membangun industri pesawat terbang, menjadi seorang mentri, wapres, hingga menjadi presiden..Seperti kata pepatah, orang-orang hebat sudah beres dengan urusan yang remeh temeh, karena waktu habis untuk kerja-kerja besar…

Para pria yang katanya mencintai tantangan dan punya rasa penasaran yang tinggi, rasanya sepatutnya belajar dari sosok pak Habibie..Rasa tertantang, rasa ingin membuktikan, diwujudkannya dalam pengabdian dan kerja-kerja besar penuh makna untuk bangsa, negara, dan yang terpenting kerja-kerja besar demi agama..Jika kamu sudah selesai mengerjakan satu urusan, maka kerjakanlah urusan yang lain, bukankah begitu Allah firmankan? Pun, rasanya banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari sosok bu Ainun..Istri yang mengabdi, merawat setulus hati, mendampingi kala sulit maupun senang, pun turut serta mendukung suami dalam kerja-kerja besarnya, patut dijadikan teladan oleh para istri, termasuk saya sendiri..Rasanya malu jika saya sebagai istri hanya meributkan hak saya, dengan selalu mengatakan “Saya bukan pembantu..”hanya karena mencuci, memasak, dsb..Kalau liat di filmnya, Bu Ainun memasak, mencuci, setia menunggu suami pulang kerja, bahkan menawarkan diri untuk membantu ekonomi keluarga..Rasanya, semua khidmat itu bukanlah kehinaan tapi kebanggaan sebagai istri yang bisa jadi menjadi poin-poin plus menyubur rasa cinta suami…Just my opinion..

Rasanya memang sulit mencari sosok seperti Habibie kini..Tidak adakah yang sepintar Habibie? Ah, mungkin saja ada, bahkan barangkali banyak orang Indonesia yang jenius seperti Habibie. Lihatlah dari tahun ke tahun makin banyak medali yang digondol anak-anak Indonesia dari ajang-ajang sains dan teknologi bergengsi di dunia..Tapi masa telah berubah..Habibie yang jenius nan penuh tekad, difasilitasi pemerintah untuk mendedikasikan karya dan pengabdiannya untuk bangsa,yaaa walau kini miris hati melihat ditutupnya industri pesawat yang diperjuangkannya dulu..Tapi nasib anak-anak bangsa sekarang? Kecerdasan mereka jangankan difasilitasi, dihargai pun rasanya sulit. Tak heran, banyak anak bangsa yang cerdas luar biasa, tapi malah “bekerja” di luar negeri hingga banyak pula yang bekerja dalam negeri tapi di multy national company..Salahkah? Saya rasa itu pilihan pribadi…

Tapi rasanya tak ada gunanya pula mencaci maki kondisi..Menuntut dan menyalahkan sana-sini..Inilah Indonesia kini yang kita hadapi..Tapi ternyata di perbagai penjuru negri, baik tersorot kamera atau tidak, banyak anak negeri hebat yang tetap bekerja untuk bangsa ini..Membangun peradaban dan pendidikan, berbuat baik untuk sesama, dan banyak hal yang mereka lakukan…

Semoga semangat Habibie terwariskan kepada para penerusnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s