Posted in Episode Mengajar

Cerita Mengajar 3 # Bu Guru yang Cemburu.. -__-

Tetiba, kemarin tangis saya pecah. Apa pasal?
=====================

Anak-anak kelas 9 yang mau UNAS akhirnya mendapat tambahan belajar dengan bimbel dari luar,..Ada rasa senang, ada juga sedih..Senangnya karena saya bisa mengurangi jam bimbel saya di sore hari,,hihi,, sedihnya karena saya agak “terluka” dengan kemunculan orang ketiga dalam hubungan saya dan anak-anak,,huaaa apa ini..Tapi, kalau saya jadi orang tua, mungkin akan melakukan hal serupa, melihat nilai tryout anaknya yang tak juga mengalami perubahan berarti..Ah, pokoknya yang penting anak-anak bisa lulus dengan baik, pikir saya akhirnya…

Sampai kemarin sore saya tanya pada anak-anak, “Gimana Nak bimbelnya?” Lalu serentak anak-anak itu menjawab dengan antusias, “Ueeenak Us..cara yang panjang-panjang ternyata bisa pendek dan cepet..Matematika jadi gampang pokoknya..” Degggg, saya pun tersenyum, namun seketika hati saya berkecamuk melihat wajah sumringah mereka..Ah, apa selama ini saya membuat matematika begitu sulit untuk mereka? Daaan…bu guru ini pun terkena sindrom cemburu..

Di rumah tangis saya pun pecah di depan suami. “Bi, kalau anak-anak sudah merasa cukup dengan bimbel, lalu umi harus ngapaian lagi? “ ujar si melo ini..Dan yang ditanya hanya terdiam, lalu berkata santai..” Ya gimana lagi Mi, sistem kita kan memang begini. Anak dituntut harus bisa lulus UNAS, pokoknya harus bisa mengerjakan soal, mau pake cara the Queen kek atau apapun..Umi tetap saja ajarkan konsep, jadi mereka bisa mengerjakan dengan cara yang cepat dan mudah tapi tetap mengerti konsep dengan benar..”…

Akhirnya, saya pun hanya termenung dalam renungan panjang malam itu…
==============

Saya..ah..bu guru yang sedang belajar…..Ini membuat saya berfikir dan bermimpi…Saya ingin mencari inspirasi dalam hari-hari yang pendek ini ..dan bisa ga ya saya pun memberi inspirasi untuk anak-anak??? -_-

Jam pelajaran yang terbatas plus jumlah anak yang banyak dalam satu kelas membuat guru kadang tak bisa menghandle semua anak. Bimbel pun akhirnya menjadi salah satu alternatif untuk membantu anak yang kesulitan di kelas..Tapi… saya tak boleh berlindung dalam alasan itu..

Matematika, fisika adalah pelajaran yang menjadi momok bagi anak-anak..sulit, rumit,…tapi saya pun tak boleh mencari aman dengan berlindung dalam alasan itu…

Berfikir, belajar terus menerus, mengasah kreatifitas, dan senantiasa mengajar dengan cinta yang tulus…
==============

Akhirnya malam itu pun ditutup dengan tausiah abinya Kayyis tentang tafsir surat An-Nasr..” Mi, suatu hari ketika umat Islam mendapat ghanimah yang banyak, Khalifah Umar membagi-bagikannya kepada kaum muslimin dan para sahabat. Namun saat itu Umar memberikan lebih banyak kepada Ibnu Abbas padahal saat itu Ibnu Abbas masih sangat muda sedangkan masih banyak sahabat-sahabat yang lebih senior..Maka Umar pun mengumpulkan semua sahabat termasuk Ibnu Abbas,dan Umar pun bertanya mengenai tafsir surat An-Nasr kepada semua yang hadir. Hampir semuanya mengatakan bahwa tafsir surat itu adalah tentang Fathul Makkah, hanya Ibnu Abbas yang menjawab berbeda. Ibnu Abbas mengatakan bahwa tafsir surat itu adalah pertanda dari Allah bahwa ajal Rasulullah sudah dekat. Karena Islam sudah diberi kemenangan, Fathul Makkah, dan orang-orang berbondong-bondong masuk Islam , artinya tugas kerasulan pun sudah selesai…

Fashabbih bismirabbika wastaghfir ..Innahuu kaana tawwabaa..Mi, kaum muslimin ketika Fathul Makkah tidak masuk ke Makkah dengan dengan pongah dan arogan,,tapi dengan merunduk, bertasbih, bertakbir menyebut nama Allah..Karena muslim itu sadar betul bahwa kemenangan adalah pemberian Allah..

Coba Mi, dari Rasulullah diangkat sampai Fathul Makkah berapa tahun? 21 tahun kan? Itu masa yang panjang..Atau kalau liat contoh sekarang, misal Ikhawanul Muslimin di Mesir dari mulai berdiri sampai sekarang, berapa lama coba? Hampir 80 tahun , dan terus silih berganti dibunuh, dipenjara, dibubarkan..Tapi mereka tetap bersabar menunggu dan memperjuangkan kemenangan dari Allah..

Mi, umi mah belajar ngajar baru sebentar, belum ngapa-ngapain, jangan cepat mengeluh dan berputus asa”

Jleeebbbbb…

Belum lagi tadi sore saya baca tulisan seorang guru tentang kisahnya mengajar di daerah pelosok, ketika dia harus blusukan membujuk anak-anak perempuan untuk sekolah…Belum lagi kalo ingat perjuangan kawan-kawan yang jadi pengajar di Indonesia mengajar….Ah, benar-benar belum ngapa-ngapain si sayah mah..huikkkssss..maluuu..
===========================

One thought on “Cerita Mengajar 3 # Bu Guru yang Cemburu.. -__-

  1. cemungut ibu guyuuu….baru lagi mampir ke blognya Ulan…

    begitulah Ul…kalau Muti pas ngajar udah ancang ancang…’kalau kalian bimbel kalian akan diajarkan rumus cepatnya, ibu mah ga bisa, bisanya ngajarin konsep, gapapa kalian nanti pakai rumus cepat, asal konsep harus ngerti ti ti ti’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s