Posted in Dongeng Abi

P.O.L.I.G.A.M.I (Tafsir QS.Annisa: 3)

Kultum abinya Kayyis kemarin malam adalah tafsir surat Annisa ayat 3, yang diambil dari tafsir Fii Zhilalil Qur’an karya Sayyid Quthb. Yaitu tentang ta’addud atau poligami…(kenapa harus ituuuu???) 😦

“Dan jika kamu khawatir tidak dapat berbuat adil
terhadap anak-anak atau perempuan yatim (jika
kamu mengawininya), maka kawinlah dengan
perempuan lain yang menyenangkan hatimu; dua,
tiga, atau empat. Jika kamu khawatir tidak dapat
berbuat adil (terhadap istri yang terbilang), maka
kawinilah seorang saja, atau ambillah budak
perempuan kamu. Demikian ini agar kamu lebih
dekat untuk tidak berbuat aniaya” (QS. Annisa: 3)

Banyak orang yang tidak faham tentang syariat yang satu ini, bahkan sampai ada yang bersikap berlebihan dengan mengharamkannya dan menganggapnya sebagai suatu perbuatan hina dan tercela. Sesungguhnya orang yang demikian itu telah berbuat bodoh dan sombong, karena merasa lebih tahu tentang fitrah dan kemaslahatan manusia dibanding Allah Ta’ala. Padahal setiap syari’at Allah, tentu akan selalu mengandung hikmah dan kemaslahatan di dalamnya.

Poligami merupakan sebuah rukhshah (keringanan) yang bersyarat, yaitu mampu berbuat adil. Jika khawatir tidak sanggup berbuat adil, maka cukup satu istri saja. Lalu mengapa Islam memperbolehkan rukhshah ini?

Islam adalah sistem yang komprehensif, yang riil dan positif, yang selalu sesuai realita dan kebutuhan, dan senantiasa menjaga akhlak dan kebaikan masyarakat. Poligami adalah solusi dari suatu problem, dan darurat atas berbagai realitas kehidupan manusia.. Apakah itu?

1. Tidak seimbangnya jumlah wanita layak nikah dan lelaki layak nikah. Apakah wanita yang tidak juga menikah akan dibiarkan saja tanpa kehadiran laki-laki seumur hidupnya? Ataukah dibiarkan menjadi simpanan gelap yang haram hukumnya?

2. Masa kesuburan yang berbeda antara lelaki dan wanita, bisa mencapai 20 tahun. Sedangkan lelaki pada dasarnya memiliki keinginan menjalakan tugas fitrah, sedang karena usia atau penyakit wanita terkadang sudah tidak menginginkannya lagi. Juga, dengan masa 20 tahun itu, laki-laki masih memiliki kesempatan untuk menambah keturunannya. Lalu apakah lelaki harus dikekang? Ataukah dibebaskan berzina dengan wanita mana saja yang disukainya?

3. Kondisi khusus, salah satunya ketika istri mandul tetapi suami menginginkan keturunan. Apakah lelaki itu harus menceraikan istrinya dan menikahi wanita lain demi memenuhi keinginan fitrahnya untuk memiliki keturunan?

Dengan contoh beberapa kondisi tersebut, maka sudah bisa kita lihat dengan mudah dan jelas bahwa Allah memberikan rukhshah ini sebagai bentuk solusi. Bukan merupakan kewajiban individu, melainkan dalam rangka menciptakan kesempatan untuk memenuhi fitrah manakala memang ada tuntutan untuk itu.

Islam tidak mengumbar atau menumbuhkan poligami, tetapi Islam membatasinya. Ketika Islam datang, banyak laki-laki pada saat itu yang memiliki istri banyak bahkan dalam sebuah riwayat ada yang memilik sepuluh istri. Maka, ketika ia masuk Islam Rasulullah menyuruh lelaki itu untuk memilih empat istri saja yang menceraikan sisanya.

Islam pun tidak menyerahkan begitu saja urusan poligami ini kepada hawa nafsu lelaki , tetapi Islam mengikat poligami dengan syarat adil. Jika tidak mampu, maka rukhshah yang diberikan ini tidak boleh dilakukan. Ketika ada orang yang melakukan penyimpangan dengan memanfaatkan rukhshah ini sebagai bentuk pentas kesenangan ala binatang, menganggap poligami hanya untuk pemenuhan syahwat menggilir istri sebagaimana seorang pacar menggilir sejumlah kekasihnya..maka sesungguhnya orang itu tidak mewakili Islam. Orang yang seperti itu telah jatuh ke titik terendah, karena Islam tidak mengajarkan demikian. Islam itu bersih lagi mulia.

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri(mu), walaupun kamu sangat ingin
berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai) sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung..” (QS.Annisa:129)

Adapun syarat keadilan yang dituntut dalam Islam adalah keadilan yang meliputi muamalah, nafkah, perlakuan dan hubungan seksual. Sedangkan keadilan perasaan maka hal itu di luar kuasa manusia, karena hati manusia berada di antara jari-jemari Allah Ta’ala..

Jadi, apabila ada yang menggunakan dalil surat Annisa ayat 129 tsb untuk menolak poligami, dengan mengatakan bahwa manusia tidak akan pernah bisa berbuat adil, maka itu adalah keliru.Karena adil dalam ayat tsb adalah adil menyangkut perasaan.

Bagaimana mungkin Allah menyari’atkan suatu perkara di satu ayat, tapi mengharamkan di ayat lain?
=========

Mengutip kata-kata teh Cici. Wanita bisa percaya pada ibunya yang dapat mencintai dia dan saudara-saudaranya sekaligus. Wanita juga bisa percaya pada dirinya sendiri bahwa ketika ia menjadi ibu maka ia pun bisa menyayangi dan mencintai semua anak-anaknya sekaligus.. Lalu kenapa wanita sulit percaya bahwa laki-laki pun bisa mencintai beberapa istrinya sekaligus? (Tanya kenapa…tapi saya ga mau jawab ah, takut maenin ingus,,hehe..)

Kalo menurut saya pribadi, tidak perlulah kita bersikap berlebihan mengenai ini. Jangan menolak apalagi mengharamkan ayat Allah hanya karena ego dan nafsu kita. Namun demikian, poligami pun bukan ajang pembenaran laki-laki untuk mengumbar syahwat. Suka mendengar becandaan lelaki mengenai surat annisa ayat 3 ini, “Tuh kan di awal juga nikah itu disuruhnya sama 2, 3, atau 4. Baru kalau ga mampu jadi 1 saja..” Menurut saya kok becandaannya kurang pas gimanaaa gitu.

Bagaimanapun Islam tidak mengizinkan poligami tok begitu saja. Seperti yang dijelaskan di atas, Ta’addud (poligami) itu adalah rukhshah bersyarat, dan ada tujuan mulia di baliknya, seperti halnya yang telah dicontohkan Rasulullah SAW dan para istri beliau.

Wallahu a’lam

2 thoughts on “P.O.L.I.G.A.M.I (Tafsir QS.Annisa: 3)

  1. “Sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan. Tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) kecuali dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada kitab (yang tertentu).” (ar-Ra’d: 38)

    Semua nabi berpoligami termasuk nabi Isa berpoligami (mereka diberikan istri-istri dan keturunan).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s