Posted in Parenting

Membangun Kemandirian Anak #Part 1

Seperti salah satu strategi yang pernah saya sebut agar otak tak “membeku”, akhirnya hari ini saya berhasil ikut kuliah online “Ibu Profesional” bersama bu Septi Peni Wulandani..Horaaayy..Itupun setelah kelewat satu pertemuan minggu lalu karena kelupaan..

Nah, pekan ini tema bahasannya adalah tentang “Membangun Kemandirian Anak”. Pembahasan dimulai dengan pertanyaan, “Siapa ibu-ibu yang anaknya masih disuapin setelah umur 1 tahun?”..Dalam hati saya jawab, ” Nggak doong, Kayyis udah nggak mau disuapin, udah pinter makan sendiri.” Lalu dilanjut dengan pertanyaan kedua, “Ibu-ibu lebih memilih toilet training atau pakein pampers biar ga repot?” Jleb banget daah..Dalam hati sambil malu-malu saya jawab,”Pampeeers..”

Seringkali kita temua anak generasi sekarang yang usianya sudah 17 atau 18 tahun, tapi masih sangat bergantung pada orangtuanya. Ini bisa jadi karena adanya salah asuhan orang tua saat si anak usia 0-12 tahun. Di mana terkadang orangtua terlalu sering memandu dan membantu anak sehingga memadamkan kemandirian si anak. Tak jarang kita dengar ibu yang berkata, “Sudah sama ibu aja, pokoknya tugas kamu belajar.” “Sudah sama ibu aja, nanti malah ga bener kalo kamu yang ngerjain”, dst. Sekilas nampak baik, tetapi sesungguhnya kita sedang menjerumuskan anak.

Anak yang sedari kecil tidak dibangun kemandiriannya, akan tumbuh menjadi pribadi yang takut menghadapi tantangan. Padahal andai kita ingin kelak anak menjadi seorang entrepreneur, maka sifat mandiri ini haruslah dimilikinya, karena ruh entrepreneur sesungguhnya adalah kemandirian bukan keahlian jual beli.

Nah, sebelum membentuk kemandirian anak, seorang ibu harus terlebih dulu memiliki sifat ini. Karena anak yang mandiri hanya bisa dibentuk oleh ibu yang mandiri. Anak akan memandang dan mencontoh prilaku ibunya. Bila sang ibu dikit-dikit, “Biii, baju yang dicuci kemarin mana yah??”, “Bii..”,”Biiii…”, dst. bagaimana anak bisa mencontoh kemandirian dari ibunya?

Pertama-tama yang harus dipahami yaitu bahwa dalam pengasuhan anak, bukan hanya ibu bapak saja yang berperan. Bisa saja ada peran kakek nenek, om tante, atau pembantu (jika ada). Itulah yang disebut tim pengasuh. Tim ini harus kompak. Misalkan, ketika ibu bapak sedang mengajarkan kemandirian, maka kakek nenek pun harus dipahamkan agar bisa sejalan.

Hal yang perlu diperhatikan lainnya adalah tentang penyakit-penyakit orangtua yang sering muncul dalam pola pengasuhan anak. Yaitu:

1. Memanjakan (memberi yang tak dibutuhkan anak; melakukan hal yang sebenarnya bisa dilakukan anak)

2. Tidak konsisten
Jangan sampai kita mengikuti semua kemauan anak. Ketika ada aturan di rumah, maka jangan sampai dibuat longgar dan tidak konsisten. Kalau ada yang salah maka harus ada punnishment. Misal ketika ada yang melanggar, maka punnismentnya menambah hafalan satu ayat, membersihkan halaman dsb. Sesuai kesepakatan bersama saja.

Juga, bedakan antara TEGAS dan MARAH.Orang tegas, akan berbicata pendek dan simple, “Duduk! simpan di tempatnya!”. Sedangkan orang marah cenderung berbicara panjang lebar dengan emosi tinggi bahkan terengah-engah. “Ibu kan sudah bilang kamu jangan bla..bla…bla..bla..”

3. Rasa unsecure
Yaitu, perasaan takut kehilangan anak, biasanya dirasakan orang tua dengan anak tunggal atau sebelumnya sulit memiliki anak. Dengan rasa unsecure ini, orang tua terkadang menjadi longgar dan bersikap memanjakan.

4. Merasa bersalah
Misal, karena orang tua setiap hari kerja dan tidakpunya waktu dengan anak, maka muncullah rasa bersalah, yang merasa perlu dikompensasi dengan cara memanjakan anak.

5. Balas dendam masa kecil
Misal, ketika kecil orang tua tak bisa membeli mainan ini itu, maka ketika punya anak seolah ingin memuaskan semua keinginan anak agar tidak seperti masa lalunya.

6. Menghindari ribut dengan anak.

—Bersambung—

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s