Posted in Celotehan

Tentang C.I.N.T.A :)

Ketika ditanya tentang cinta, rasanya saya tak kan bisa menjawabnya apalagi dengan kata-kata yang bersayap-sayap. Sampai tadi malam saya sebenarnya tak sengaja menatapnya yang sedang terlelap, lalu saya berkata dalam hati, masyaAllah inikah cinta? Kok bisa ya saya jatuh cinta padanya yang tak romantis itu?🙂

Dalam sebuah TS nya, Ustadz Nandang Burhanuddin mengatakan bahwa di antara keagungan dan mukjizat Al-Qur’an adalah ketika tidak menyebutkan kata C.I.N.T.A dalam ayat pernikahan/perkawinan, Surat Ar-Rum: 21. Al-Qur’an hanya menyebutkan kata Mawaddah-Rahmah-As-Sakinah. Ketenteraman jiwa satu sama lain.Ketenangan hati satu sama lain.Mengapa tidak menggunakan kata Mahabbah? Al-Hubb? Namun menggunakan kata Al-Mawaddah warRahmah? Keduanya adalah kunci rumah tangga ideal. Karena rahmat (kasih sayang) pasti mengandung unsur cinta. Sedang cinta belum tentu dihiasi kasih sayang!

Cinta dalam persepsi manusia, sering berujung pada kebencian. Cinta cenderung identik dengan syahwat! Sedangkan rahmat (kasih sayang), terbebas dari syahwat hayawani. Rahmat menekankan pada tanggungjawab. Dengan rahmat, suami tetap menghargai dan memuliakan wanita, kendati tak ia cintai. Dengan rahmat, seorang istri full mengabdikan diri kepada suami, walau cinta tak ada dalam hati.

Cinta yang tak disertai rahmat, akan habis saat kecantikan sirna, wajah keriput, manopouse, istri tidak terampil mengurus anak-rumah-hidangan. Cinta yang tak disertai rahmat, akan surut saat suami tak lagi berjaya, keriput, bangkrut, atau tak ada lagi uang.

Membaca TS itu akhirnya saya ingat, beberapa kali saya bertanya pada suami, “Kenapa mas menikahi saya? Kenapa mas mencintai saya?” Perasaan dangkal saya selalu berharap dia akan menjawab, “Karena ade cantik, pintar, bla bla bla,,sempurna pokoknya..”.Tapi berkali-kali ditanya jawabannya tetap sama,”Karena ade istri mas. Selama ade sholeh dan ta’at, mas akan selalu cinta sama ade.” Dia pun akan berkata, “Bukti cinta bagi mas adalah tanggung jawab.”

“Mas akan cinta ade selama ade sholeh dan ta’at”. Mungkin itu bahasa sederhananya. Bahasa agak kerennya: kita saling mencintai karena Allah dan dipersatukan pula oleh Allah. Jika kita sama-sama ta’at, Allah yang akan memperkuat ikatan hati kita. Jika kita maksiat maka lambat laun ikatan hati kita akan terurai dan cinta pun akan pudar.
“Mas cinta ade karena ade istri mas”. Ya iyalah, parah benar kalau bisa menyatakan cinta ke sembarang wanita yang belum halal..he..

Mengutip lagi TS nya ustadz Nandang, dengan sedikit perubahan:

Cinta bukan rayuan jala-jala rasa, bukan pula coklat seribu rasa, bukan setangkai bunga, bukan sekilo emas permata..

Cinta dibuktikan dengan perhatian, bukan sekedar kata bersayap penuh jebakan. Cinta dibuktikan dengan pernikahan, bukan dengan memadu asmara saat pacaran. Karena cinta demikian tak beda dengan jebakan syetan.

Pria tampan yang telah jadi suami, mendatangkan surga. Pria rupawan tapi bukan suami, hanya mengantarkan pada neraka. Wanita cantik yang telah jadi istri,mendatangkan pahala. Wanita jelita tapi bukan istri, hanya mendatangkan dosa.

Mintalah cinta sejati hanya pada Allah Ta’ala..

One thought on “Tentang C.I.N.T.A :)

  1. duhai pendampingku akhlakmu permata bagiku..buat aku makin cinta….*lagu paporit abiidan buat istrinyah*

    iya ya lan, secantikcantiknya, segairahgairahnya rasa yang membuat sepasang makhluk saling cinta tak ada artinya bila tak didasari cinta karna Allah..

    haturnuhun..jzkllh sudah diingatkan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s