Posted in Celotehan

Tentang Menulis.. :)

Menulis, sempat menjadi hobby saya dulu. Waktu SMP, ketika sekolah mengadakan peringatan hari ulang tahun perpustakaan, saya selalu ikut lomba yang berhubungan dengan dunia kepenulisan, mulai dari menulis essay, menulis cerpen,dan membuat sinopsis. Dari situ akhirnya saya terpilih menjadi repoter majalah sekolah. Kalau lihat tulisan-tulisan zaman SMP dulu, saya suka tertawa sendiri.

Dulu, di rumah kami belum ada komputer, hanya ada mesin tik tua kepunyaan Apa. Biasanya Apa akan marah jika ada yang mengoprak-opek mesin tik nya. Tapi semenjak tahu saya suka menulis, Apa jadi tak keberatan mesin tiknya saya pakai, bahkan beliau sempat membelikan saya buku jurnalistik. Saya ingat betul, sampai menjelang masuk SMA, semua buku catatan saya selalu Apa cek satu-satu. Semua tulisan saya harus tulisan bersambung, ga boleh model aneh-aneh.Maklum, beliau guru bahasa Indonesia, jadi menurut beliau tulisan saya harus sesuai dengan EYD.

Nah, sejak SMA minat menulis saya mulai terjun bebas, entahlah tak ada gairah rasanya. Begitupun saat kuliah, saya menulis hanya sebatas tugas kuliah. Barulah akhir-akhir ini setelah menjadi seorang blog walker saya kembali menemukan hasrat untuk menulis. Saya sangat suka tulisan teman-teman atau kakak-kakak yang sebenarnya ringan namun sarat kebaikan. Tapi kalo tulisan saya, janganlah ditanya, kualitasnya benar-benar payah. Bukan tulisan dengan kata-kata indah apalagi berbobot ilmu. Punya blog pun seolah hanya seperti “Diary” untuk tempat curhat, makanya blog ini saya kasih nama “Diary Alfatih”.

Tulisan nampaknya bukan sekadar seni merangkai kata-kata, bukan pula sekadar membubuhkan apa yang diketahui dan difahami. Ada kalanya ditemui orang dengan ilmu yang tinggi namun tulisannya tak mampu menyentuh apalagi menggerakan hati. Maka dari itu tulisan perlu sentuhan lain menurut saya, yaitu ketulusan. Apalagi jika tulisan ingin dijadikan sarana penyeru kebaikan, unsur-unsur ex itu perlu ada. Tak hanya seni, tak hanya ilmu. Tapi keiklasan dan kedekatan dengan Rabb pencipta alam. Pepatah mengatakan, tulisan dari hati akan sampai ke hati, karena Allah lah yang menjadi penghubungnya.

Saya ingin menjadi orang yang bisa mengajak kebaikan lewat tulisan, tapi apa daya baru ini yang bisa dilakukan. Setidaknya, mudah-mudahan makna tulisan bagi saya bukan hanya sekadar pengikat ilmu, tapi juga untuk berbagi hikmah. Tiap yang kita alami sesungguhnya selalu ada pelajaran dan hikmah dibaliknya, dan hikmah itu harus kita gali sendiri, dan bagi saya rasanya perlu dituliskan juga. Tulisan juga bagi saya saat ini adalah album kenangan. Siapa tau kelak ketika saya tiada, Kayyis atau adik-adiknya bisa mengenang saya melalui tulisan-tulisan saya yang ala kadarnya ini. Agar kelak mereka pun ingat bahwa saya teramat mencintai mereka.

Nah,sebagai bentuk latihan pertama, akhirnya saya memberanikan diri mengirimkan tulisan ke sebuah situs Islam. Walaupun masih kalah telak dengan penulis senior, tapi tak apalah, semoga tersimpan manfaat walaupun tak banyak.

ScreenShot010

ScreenShot009

ScreenShot008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s