Posted in Celotehan

Random Saja..

Bosen tiap hari liat berita yang itu- itu aja..KPK vs PKS, Fahri Hamzah vs Johan Budi,,halaaah..ya sudah lah yah..Kalo keukeuh ada dua versi yang berbeda, maka dipastikan salah satunya pembohong. Siapakah dia? Let’s see..

Beralih topik..

Ceritanya kemarin si ummi ikut ngumpul sama ibu2 kader P*S buat ngadain acara Hari Keluarga Nasional. Kalo si ummi sih bukan kader, maluu, ga selevel sama beliau-beliau. Rencananya adalah mau ngadain jalan santai plus bagi-bagi makanan sehat dan tong sampah buat masyarakat. Yang anehnya adalah pas ngomongin pendanaan, nih ibu-ibu malah bingung, terus senyum-senyum. Ibu ketua lebih parah, dia bilang gini, “Ya udah, kita patungan aja, 50 ribu 50 ribu tiap kelompok liqo, trus satu keluarga patungan tong sampah satu yah”. Haaah??yang bener aja, katanya partainya kaya, dapat aliran dana dari hasil pencucian uang, masa buat acara ginian aja kagak punya???Abaikan…

Lain lagi cerita ketika si ummi ikutan mau merintis pembuatan taman baca dan TPA di sebuah kecamatan..Lagi-lagi pelopornya ibu-ibu kader P*S tadi..Terhitunglah dana untuk launching itu 2 juta rupiah. Eh lagi-lagi ibu-ibu pada bingung, dananya dari mana yah? Alhasil kembali mengandalkan infaq dari tiap kelopok liqo. Belum selesai di situ. Buku-buku yang rencananya akan ditaruh di taman baca pun akhirnya dikumpulkan dari hasil sumbangan para kader. Satu kader, satu buku bekas. Hahh??Katanya partai koruptor, ngapain susah-susah bikinin taman baca sama TPA?? Ngga dapat pemasukan. Boro-boro dapat gaji, malah harus ngeluarin duit sendiri…Heuheu..

Okelah, itu kan kejadian yang si ummi alami di daerah yang katanya kader-kadernya masih militan, masih lurus-lurus aja. Suka ada yang komentar gini, “Kasian banget sih kader-kader bawah cuma dimanfaatin yang di atas-atas. Liat sono para elit di atas tuh udah pada bergelimang harta, mobilnya mewah, rumahnya mentereng”. Aiih,,kalo kata si ummi sih yang kasian orang yang cuma bisa komentar padahal belum tentu beramal. Udah ga usah ngasihani orang lain . Si ummi aja ga pernah tuh denger ibu-ibu bapak-bapak di sini mengasihani dirinya sendiri karena belum punya mobil, belum punya rumah, apalagi sampai bilang iri, karena mereka tau diri. Yang di atas tuh amanahnya juga jauh lebih banyak, tanggung jawab mereka di hadapan Allah juga jauh lebih besar. Husnudzon saja. Hartanya banyak, infaqnya juga banyak. Daripada jadi orang rugi. Harta gak punya, infaq minimalis, eh ditambah pula jadi tukang gosip. Mending terus beramal, karena yang menilai dan membalas amal-amal hanyalah Allah Ta’ala.

Akhir kata..udahan ah, lieur gening liat politik teh..Tapi, masa iya jadi muslim ga melek politik?? Eh,tapi politik tuh emang busuk..Ya iyalah, soalnya yang berpolitik cuma orang-orang yang busuk..Makanya jadikanlah politik itu tidak busuk, dengan mengenalkan politik Islam, dan jadi politikus yang shalih..

Sekian..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s