Posted in Tausyiah dan hikmah

Esok adalah Milik Islam

Jika kita membeli barang elektronik, tentu dalam kemasan biasanya ada buku petunjuk penggunaannya bukan? Lalu apakah kita akan menggunakan barang tersebut sesuai buku petunjuknya ataukah suka-suka kita saja? Tentu kita akan menggunakan buku petunjuk tersebut, jika tidak ingin barang kita rusak.

Begitu pun kita. Allah lah yang telah menciptakan manusia, alam semesta dan seisinya, tentu hanya Allah pulalah yang berkah mengeluarkan “buku petunjuk” sebagai jalan hidup yang sesuai dengan kebutuhan manusia. Itulah Islam dengan AlQuran dan Assunnah, adalah pedoman hidup yang harus selalu kita pegang.

Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan)? Dan Dia Maha halus lagi Maha Mengetahui” (QS. AlMulk :14)

Berikut adalah sifat-sifat pada manhaj Islam.

1. Rabbaniyah
Merupakan corak (shibghah) khusus yang menjadikan Islam unggul dibanding manhaj buatan manusia. Islam mampu bertahan dan berkontribusi positif di setiap masa, tempat, dan dalam setiap sendi kehidupan.

2. Universal/ ‘Alamiyah
Islam melampaui batas-batas kedaerahan, ras, kebangsaan, nasionalisme, dan keturunan.

3. Fleksibel
Islam mampu mengatasi setiap permasalahan yang terus berkembang dan bermacam-macam. Corak ini membuka peluang ijtihad dalam Islam untuk hal-hal yang tidak ada dalam AlQuran dan sunnah.

4. Syamil
Islam mampu memenuhi semua kebutuhan hidup, baik skala individu maupun sosial, formal maupun informal, internal dan eksternal.

“Shibghah Allah. Dan, siapakah yang lebih baik shibgahnya daripada Allah?…”(QS.AlBaqarah:138)

Mengimani Islam sebagai jalan hidup artinya harus dapat mendorong kita untuk yakin bahwa masa depan adalah milik Islam. Dengan kondisi umat muslim saat ini yang sedang terus-menerus teraniaya dan didzalimi, sedang musuh kita orang-orang kafir memiliki teknologi dan senjata yang jauh lebih canggih, mungkin muncul pertanyaan, apa bisa Islam menang dan menjadi pemilik hari esok?

Tentu kita ingat kisah perjuangan Rasulullah SAW saat awal-awal dakwah Islam di Makkah. Rasulullah sering ditertawakan bahkan dikatai gila oleh musyrikin quraisy ketika beliau mengatakan bahwa suatu saat Islam akan mengalahkan romawi dan persia. Tentu saja mereka menertawai karena saat itu umat Islam bahkan dalam kondisi tertinadas dan senantiasa dianiaya oleh musyrik quraisy, lalu bagaimana mungkin umat Islam bisa menang melawan dua kekuatan terbesar di dunia saat itu?

Pun ketika perang khandak. Orang-orang munafik Madinah menertawakan Rasulullah ketika beliau bersabda bahwa ia baru saja Allah beri kunci Yaman, Syam, dan Madain (Persia). Mereka mengolok-olok Rasul, “Bagaimana mungkin menguasai ketiga tempat itu, padahal saat ini untuk ke kamar mandi saja tidak bisa?”

Tapi, itulah janji Allah dan Rasul-Nya. Sekarang kita tahu bahwa semua yang Rasulullah sampaikan kala itu benar-benar terbukti. Kini kita pun tengah menunggu janji Allah, dan janji Allah dan Rasul-Nya adalah pasti.

Pada akhir zaman Allah akan mengembalikan kejayaan Islam di muka bumi dengan kembali bangkitnya khilafah yang memegang tegung manhaj nubuwwah. Bila merujuk pada hadits Rasul, umat Islam akan mengalami beberapa fase. Dimulai dari fase kenabian dan fase khalifah rasyidah yang benar-benar memegang teguh manhaj nubuwwah; kemudian fase mulkan ‘adzon atau raja-raja yang menggigit, di mana mulai munculnya khalifah yang dzalim dan menyalahi Islam; lalu fase mulkan jabbarin atau raja-raja diktator, dan inilah fase yang sedang kita jalani saat ini; dan terakhir kembalinya fase khalifah ‘alaa minhajin nubuwwah.

Kapankah fase terakhir akan muncul? Akankah kita merasakannya? Wallahua’lam. Tapi bila melihat fenomena saat ini dimana para diktator di Timur Tengah sudah mulai tumbang satu-persatu, maka bisa jadi ini merupakan salah satu tanda akhir zaman yang kian mendekat.

Selain yakin bahwa esok akan menjadi milik Islam, kita pun harus meyakini bahwa apapun sistem buatan manusia adalah sistem yang lemah dan sudah menunjukkan kegagalannya. Sebutlah demokrasi, liberalisme, kapitalisme, sosialisme, dan komunisme. Tentu saja semua sitem itu lemah, toh yang membuatnya pun tak luput dari sifat lemah, terbatas, dan serba kekurangan.

Kita lihat kondisi berbagai negara di dunia termasuk di negara kita sendiri, semua kegagalan sistem-sistem itu terpampang dengan jelas. Yang muncul adalah penderitaan dan malapetaka, kemiskinan dan kesenjangan. Bahkan dalam aspek politik, sistem demokrasi, monarki, militerisme, sama-sama bertanggungjawab atas keboborkan dalam sisi kehidupan politik. Korupsi, diktatorisme, kerusuhan, kudeta, revolusi, menjadi watak seluruh sistem tersebut.

Sebagai penutup, marilah kita mulai berbenah diri minimal dari diri sendiri, dengan mangamalkan Islam dalam seluruh aspek kehidupan kita. Dan tentunya kita pun tak mau hanya menjadi penonton apalagi sekedar komentator saat kemenangan Islam itu datang. Kita harus berikhtiar menjadi bagian dari kemenangan itu, menjadi batu bata atau bahkan hanya menjadi sebuah kerikil kecil dalam bangunan peradaban Islam.

Kemenangan Islam walaupun sudah Allah janjikan namun tak cukup bagi kita hanya menunggu-nunggu saja, karena pertolongan Allah takkan datang pada para pemalas apalagi pada orang yang jauh dari manhaj Islam yang lurus. Maka mulailah berbuat dari sekarang!

Semoga kita termasuk orang-orang yang Allah pilih menjadi jundi-jundi-Nya dalam meneggakan Islam di muka bumi ini.

Wallahu a’lam bishshawaab.

fathi yakan
==================================

Sumber materi: Buku “Apa bentuk komitmen saya kepada Islam?” karangan DR.Fathi Yakan, dan dongeng Abu Kayyisah tanggal 24 April 2013.
Sumber gambar: http://lisaontheblog.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s