Posted in Celotehan

Bacaleg yang “Aneh”

Hari-hari dalam pekan ini mungkin menjadi hari-hari yang sangat sibuk bagi seluruh parpol peserta pemilu 2014, berhubung mereka dikejar deadline untuk mengumpulkan nama dan data BCAD/BaCaLeg (Bakal Calon Anggota Dewan). Kalau lihat berita sih ada-ada saja yang unik. Mulai dari makin maraknya selebritis yang digandeng parpol untuk jadi bacaleg, sampai kabar pak presiden mengizinkan para menterinya untuk jadi bacaleg juga.

Nah, kalo di kebanyakan partai para bacaleg ini mengajukan dirinya sendiri, di suatu partai malah terlihat perbedaan mencolok, yaitu setiap bacaleg yang maju bukan karena mengajukan diri melainkan ditunjuk atau diajukan.Bahkan mengajukan diri adalah hal terlarang di partai ini. Ga percaya?

Terkait calon mencalonkan bacaleg ini, saya mengalami dua kisah baru-baru ini.Pertama, suatu sore seorang suami bilang kepada istrinya, “Mi, tadi ustadz ****** nelpon bilang mau masukin nama abi jadi CAD dari dapil sekian. Abi ga mau, tapi karena ga enak langsung nolak di telpon, ya abi bilang aja mau istikharah sama diskusi dulu sama istri”. Singkat cerita, si suami ini akhirnya berhasil menolak dengan halus, berhubung merasa sangat jauh dari layak dan takut untuk mengemban amanah seperti itu, “Siapa guee?” Begitulah kira-kira.

Kedua, hal serupa terjadi pada teman satu lingkaran saya. Beliau baru saja melahirkan 3 bulan yang lalu, dan usianya hanya terpaut satu tahun dari saya. Lagi-lagi dengan modus yang sama, dia ditunjuk dan direkomendasikan oleh ustadzahnya untuk menjadi salah satu CAD dari partai yang sama . Ada yang lucu, ustadzahnya sampai bilang, “De, kamu cukup diam aja ga papa, ga usah kampanye kalau ga mau menang, kamu juga ga perlu mikirin biaya, itu ada yang nanggung kok”. Tapi tetap saja akhwat tersebut menggelengkan kepala. Dengan berbagai alasan dan tarik ulur yang panjang, akhirnya akhwat ini pun berhasil menolak.Bahkan ada saja alasan lucu yang sedikit dipaksakan saking ga maunya. Beliau bilang, “Saya ndak mau ustadzah, soalnya waktu mau pemotretan masa harus dimake up-in segala, padahal edit aja fotonya kalau ingin keliatan bagus.”

Hanya dua? Tidak. Banyak kisah seperti itu terjadi. Jika di tempat lain, para kader atau bahkan yang bukan siapa-siapa saling berlomba mengajukan dirinya karena merasa cukup layak menjadi wakil rakyat, bahkan sudah siap siaga dengan modal fantastis untuk kampanye, di tempat ini saya dibuat terpukau, kok mereka malah berlomba untuk mundur dan mencari pengganti? Wallahu a’lam.

-Cinta, Kerja, Harmoni-
🙂

One thought on “Bacaleg yang “Aneh”

  1. memang udah langkah kasus seperti itu … Partai politik di Indonesia udah seperti selokan mampat. Tapi, kalau tidak dibersihkan ya banjirnya akan menghancurkan semua orang, termasuk yg anti dunia politik
    semoga bisa ditiru di partai2 lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s