Posted in Celotehan

Walau Hanya Pecel…

Baca artikel di Islamedia hari ini membuat si ummi teringat sosok yang mirip dengan yang diceritakan di artikel tersebut. “Pecel Lele untuk Istri”, begitulah judulnya. Tapi bagi ummi ada banyak judul, “Nasi Padang untuk Istri”, “Pecel Madiun untuk Istri”, “Bakso Tahu untuk Istri”, “Nasi Kuning untuk Istri”, ” Steak untuk Istri”,,dan masih banyak lagi,,duh ini istrinya doyan makan yah???😦

Lebih tepatnya artikel itu membangkitkan kenangan ummi masa-masa pengantin baru dulu plus hamil muda lagi. Semua makanan itu abi belikan hampir selalu penuh perjuangan hanya untuk ummi yang saat itu sulit makan. Ummi dulu tak pernah bertanya pada abi yang masih mahasiswa kala itu,”Ada ga Bi uangnya?”, Subhanallah, dzalim sekali rasanya. Bagaimanapun, jazakallah khairan jazaa..🙂

Dalam artikel tersebut dikisahkan seorang lelaki dengan pakaian lusuh, sandal jepit butut, di tengah hujan pula, begitu rela membelikan sebungkus pecel lele untuk istrinya. Mengapa hanya sebungkus? Karena uangnya memang hanya cukup membeli itu. Bahkan dengan malu-malu dia menghitung uangnya yang recehan di bawah meja.

Ada kisah lainnya dari seorang teman tentang seorang bapak yang membawa anak-anak dan istrinya makan di warung pecel (lagi-lagi pecel..). Tapi ada yang menarik. Si Bapak hanya melihat anak dan istrinya makan sedang ia sendiri tak makan. Mengapa? Lagi-lagi karena uangnya hanya ada untuk itu.

Tapi benarlah apa yang disebut Salim A.Fillah di artkel itu. Ketika membaca kisah-kisah itu mungkin kita akan merasa kasihan, terharu, iba,dsb. Tapi mungkin perasaan si suami dan si bapak tidaklah demikian. Bagi mereka ada semangat menggelora, kebahagiaan yang membuncah-buncah, senyum yang merekah ketika bisa memberikan yang terbaik untuk yang dicintai, walau hanya sebungkus pecel.

Begitulah. Beruntunglah para suami, yang dengan sesuap saja memberi makan sang istri, akan menambah satu derajatnya di hadapan Allah. Yang dengan peluh lelahnya berjuang memberi nafkah untuk keluarga, maka tangannya tak kan pernah tersentuh api neraka. Barakallahu lakum.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s