Posted in Tausyiah dan hikmah

Romantis Ala Mereka

Kata romantis, biasanya identik untuk sepasang kekasih atau sepasang suami istri..Tetapi saya sedang tidak akan berbicara tentang romantisme ummi dan abinya Kayyis yang keepisode sekian,he..

Yak, karena di rumah sekarang sudah ga ada TV, akhirnya untuk tontonan, kami hanya memutar-mutar serial Umar yang didownload dari internet..Tau dong serial Umar yang fenomenal dan tayang Ramadhan kemarin,,kami salah satu yang sangat menyukai serial ini..Lagi-lagi terlepas dari pro kontranya, kami hanya berharap kisah yang disuguhkan bisa memberikan ibroh dan menambah semangat, juga memberikan ilmu mengenai shiroh Rasulullah SAW beserta sahabat-sahabat beliau.

Lalu mana bagian romantisnya?

Kalau mau dibilang yang paling romantis, ya pastinya kisah Rasulullah sendiri dan sahabat terkasihnya Abu Bakar Assiddiq. Di salah satu episode diperlihatkan ketika Abu Bakar melindungi Rasulullah yang sedang shalat di ka’bah hingga ia dihajar oleh Abu Jahal CS..Abu Bakar pun babak belur sampai-sampai pingsan. Tapi kala siuman, alih-alih memperhatikan kondisinya sendiri, yang Abu Bakar tanyakan pertama kali hanyalah kondisi Rasulullah SAW.

Yang kedua adalah sepasang saudara bernama Abdullah bin Suhail dan Abu Jandal bin Suhail. Kedua sahabat ini termasuk yang awal masuk Islam. Namun karena ayahnya-Suhail bin Amr- yang masih musyrik saat itu, mereka terpaksa dikurung bersama bahkan kaki mereka pun diborgol bersama-sama, hingga keduanya pun tidak bisa hijrah ke Madinah. Saat perang Badar, Abdullah yang pura-pura ikut bersama ayahnya dan pasukan musyrik akhirnya bisa berlari menuju pasukan Islam, sedang Abu Jandal masih terkurung di Mekah. Saat perjanjian Hudaibiyah, Abu Jandal mendatangi Rasulullah tepat beberapa detik setelah perjanjian disepakati, hingga ia pun lagi-lagi tak bisa berkumpul dengan kaum muslimin karena tidak bisa meninggalkan Mekah. Sampai akhirnya ketika ia bisa hijrah ke Madinah, maka saat itulah pertemuan mengharukan terjadi antara Abu Jandal dan sang kakak Abdullah bin Suhail. Kisah pun berlanjut sampai akhirnya sang ayah masuk Islam saat Fathul Mekah. Itu adalah saat-saat yang paling membahagiakan bagi mereka. Dua orang anak yang dengan berat hati harus memerangi ayah yang mereka cinta, akhirnya bisa kembali berpeluk mesra dalam naungan Islam. Saat-saat “sedih” kembali mereka alami saat Abdullah bin Suhail syahid di perang Yamamah, namun inilah yang membakar semangat Abu Jandal dan Suhail sang ayah untuk segera menyusul Abdullah untuk berjihad di jalan Allah.

Selanjutnya, ada kisah dua orang adik Abu Jahal, yaitu Salamah bin Hisyam dan Ayyash bin Rabi’ah. Kondisi keduanya hampir mirip dengan apa yang dialami Abdullah dan Abu Jandal bin Suhail. Mereka termasuk golongan awal yang masuk Islam. Saat sang kakak mengetahui keislaman mereka, maka keduanya pun dikurung dan diborgol bersama. Hingga suatu hari ketika mereka turut serta dalam perang Yarmuk melawan Romawi, maka Ayyash berkata pada Salamah, “Yaa Akhii, sesungguhnya aku ingin syahid di medan ini, maka jika nanti kau masih hidup, aku ingin kau lah yang menguburku”. Namun Salamah tak mau kalah,” Tidak wahai akhii, sesungguhnya aku pun ingin syahid, maka aku ingin kaulah yang menguburku”. Begitulah keduanya saling berjanji untuk menjemput syahid, dan akhirnya Allah mengabulkan keinginan keduanya.

Terakhir adalah kisah Abu Hudzaifah bin Utbah dan Salim Maula Abu Hudzaifah. Salim adalah mantan budak Abu Hudzaifah yang kemudian diangkatnya menjadi anak. Namun karena dalam Islam anak angkat tetap harus dinasabkan kepada orang tua kandungnya, sedang Salim tidak diketahui ayah kandungnya, maka Salim pun dipanggil dengan nama Salim Maula Abu Hudzaifah. Keduanya bersama-sama hijrah ke habasyah, bersama pula hijrah ke Madinah, dan akhirnyya bersama pula syahid dalam perang Yamamah. Sungguh, mereka adalah contoh orang-orang yang saling mencintai karena Allah, maka Allah pun mengumpulkan mereka di dunia, mengumpulkan mereka dalam syahid di jalan-Nya, dan kelak mengumpulkan mereka pula bersama di surga. MasyaAllah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s