Posted in Kayyisah

Mamah…Ialah Nenekmu Nak…

Nak, hari ini ummi akan cerita tentang nenekmu, sebenarnya ia lebih suka dipanggil mamah olehmu..

Mamah menjagamu bahkan jauh sebelum kamu lahir..Ia mulai menjagamu satu hari setelah ummi yakin positif hamil..

Walau jauh, mamah akan rela tiba-tiba harus datang ke Bandung ketika ummi sakit saat mengandungmu..Ia akan membawakan banyak makanan, buah-buahan, memaksa ummi minum susu agar kau sehat, bahkan datang jauh-jauh ke Bandung hanya untuk membelikan ummi baju hamil…

Saat kandungan ummi sudah membesar, maka tiap subuh mamah akan menemani ummi jalan kaki bolak-bolik..katanya biar kamu cepat lahir..

Saat kamu benar-benar akan segera dilahirkan, maka mamahlah yang ada di samping ummi, yang tangannya ummi pegang kuat-kuat saat menahan sakit…

Saat kau lahir ke dunia, maka mamah juga yang pertama kali menggendongmu, yang meninabobokanmu, yang menjagamu saat ummi masih lemah..

Pun bulan pertama kehadiranmu, maka rasanya tangan mamah lah yang paling banyak menyentuhmu, menggendongmu, bahkan menidurkanmu Nak..

Juga saat kau sakit, mamah pula lah yang menggendongmu ke dokter…

Saat kau harus kembali ke Bandung..maka itu pertama kalinya mamah menangis karena harus berpisah jarak denganmu..

Tapi, ketika rindu, mamah akan mengunjungimu walau hanya sebentar…

Suatu hari ketika mamah datang, kau tampak memelas meminta ia gendong..tapi kau malah pipis dan pup di pangkuannya..Dan mamah hanya tersenyum…

Dan 15 Desember 2011 adalah terakhir kali mamah mampu menggendongmu..Setelahnya, walaupun dia teramat ingin menggendongmu, tapi mamah tak bisa Nak..

Kau ingat? Saat mamah bersama-sama kita di Bandung, tiap shalat kau akan menghampirinya. Tiap ia sedang dzikir, kau akan naik ke kasurnya, dan mamah akan bilang, “Tidur sayang…Tidur sayang,” lalu kau pun berbaring di sampingnya..

Namun, setelah itu kau tak bisa dekat-dekat lagi dengannya..Mamah hanya akan memandangmu yang tengah bermain dari jauh atau hanya bisa mengelusmu tanpa bisa memelukmu lagi Nak..

Saat kau harus semakin jauh dengannya, maka dia akan begitu sering menelpon hanya untuk mendengar suaramu..Dengan sedikit terisak, ia akan berkata, suaramu adalah sedikit obat untuk rasa sakitnya..

Terakhir kali ketika kau berjumpa dengannya, hidungmu penuh dengan luka..Lalu mamah becanda memanggilmu,” hei codet..hei codet,” tapi kau tak menoleh. Mamah memanggilmu lagi,”hei cantik,” maka dengan satu panggilan saja kau melirik padanya, dan mamah pun tersenyum padamu…

Saat itu mamah sudah tak bisa melirik bebas untuk melihatmu,, bahkan untuk menyentuhmu saja tangannya sudah gemetar…

16 November 2012…Itulah kali terakhir kau berjumpa dengannya di dunia ini Nak…itu kali terakhir ia membelaimu di dunia…

ALLAHUMMAGHFIRLAHAA WARHAMHAA WA’AAFIHAA WA’FU ‘ANHAA…

Lebih dari semua kisah itu..lebih dari semua yang telah mamah lakukan untukmu,,,ia adalah sayap untuk ummimu,,yang tiap saat ia panjatkan doa untuk anak-anaknya,,doa yang tak ada hijab antara ia dengan Sang Pengabul doa…

Banyak..begitu banyak..hingga rasanya sudah tak terhitung,,tak terukur semua pengorbanan dan kasih sayangnya untuk kita Nak..

Mungkin memang benar, kelak kau takkan ingat wajahnya lagi..Tapi ingatlah ia, bukan untuk mengingat kesedihan akan ketiadaannya, tapi ingatlah ia dengan selalu memanjatkan doa untuknya…

Bantu ummi agar bisa menjadi salah satu amal yang takkan terputus pahalanya untuk mamah…Menjadi keturunan yang shalih untuknya…Ummi, dirimu, adik-adikmu, anak-anakmu kelak…

Bantu ummi agar kelak kita semua dapat kembali berkumpul di surga-Nya..Hingga perpisahan ini hanyalah sebuah perpisahan sementara, karena kelak Allah akan mempertemukan kita lagi dengannya dalam pertemuan abadi, insyaAllah…

Bantu ummi agar bisa menghadiahkan jubah kemuliaan di surga untuknya….Menjadi para pencinta, para penghafal Quran..Ummi, dirimu, adik-adikmu, anak-anakmu kelak…

Bismillah…Allahummarhamnaa bilquran..
Yaa Alllah tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan-Mu..Maka, bantulah kami untuk bisa mencintai Kalam-Mu..Penuhilah dada kami dengan Al-Quran..Aamiin..

Tuban, 24 Desember 2012
=======================

“Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, danmengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (HR. Al-Hakim)

“Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu berkata, RasulullahSAW telah bersabda : Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s