Posted in Dongeng Abi

Berhentilah Jadi yang Biasa!

Alhamdulillah, malam ini akhirnya si abi “mendongeng” lagi, walau Kayyisnya sudah lebih dulu berada di alam mimpi,heu..Dengan semangat si abi membacakan kutipan-kutipan dalam bukunya Sayyid Quthb “Fikih Pergerakan”.

Dalam surat At-Tawbah: 8-10 dijelaskan tentang bagaimana sesungguhnya tabiat umum kaum musyrik terhadap umat islam. Dan ini berlaku sepanjang sejarah. Jadi, ketika umat Islam seringkali dituntut harus selalu toleran, lemah lembut, berkasih sayang sebagai bentuk pengejawantahan Islam yang rahmatan lil’alamin, sesungguhnya orang-orang musyrik tidak mengenal kata toleransi ini. Di depan orang mukmin mulut mereka manis, padahal hati mereka menolak. Mereka akan senantiasa menghalangi manusia dari jalan Allah. Mereka akan mengabaikan hubungan kekerabatan terlebih perjanjian dengan orang-orang beriman. Begitulah Allah menerangkan dalam firman-Nya. Ini adalah tabiat umum mereka, artinya bisa jadi memang ada orang-orang tertentu di antara mereka yang tabiatnya tidak seperti itu. Penekanan ini dimaksudkan bukan untuk menebar kebencian namun agar kita sebagai umat Islam senantiasa berhati-hati terhadap mereka.

Marilah menengok sejenak pada sejarah, bagaimana bengisnya perlakuan orang-orang musyrik terhadap umat Islam. Kita lihat sejenak uraian Ibnu Katsir dalam bukunya Al-Bidayah wanniHayah mengenai kejadian-kejadian tahun 656 H, tepatnya mengenai pembantaian kaum muslim di Baghdad oleh bangsa Tartar.

Orang-orang Tartar saat itu menyerang Baghdad, lalu membunuh siapa saja yang bisa dibunuh, pria dan wanita, dewasa, tua, maupun bayi. Banyak dari warga Baghdad menyembunyikan diri ke sumur, bunker, bahkan saluran air. Sedangkan sekelompok lain masuk ke toko dan menutup pintunya, lalu bala tentara Tartar membukanya;kadang dengan mendobrak dan kadang dengan membakarnya. Orang-orang berlarian dan orang-orang Tartar membunuh mereka dengan senjata-senjatanya hingga talang-talang air di gang-gang kota mengalirkan darah. Tak ada yang selamat kecuali orang Yahudi dan Nasrani, serta orang yang belindung kepada mereka dan ke istana perdana menteri Ibnul ‘Alqami seorang Syi’ah.

Para sejarawan ada yang mengatakan bahwa jumlah orang Islam yang terbunuh di Baghdad saat itu mencapai 2 juta orang. Khalifah dan seluruh keluarganya dibunuh, begitupun dengan para ulama dan para penghafal Qur’an. Sehingga berhentilah seluruh kegiatan masjid di Baghdad dalam beberapa bulan.

Baghdad yang sebelumnya adalah kota terindah berubah menjadi kota kosong dengan bangkai manusia bertumpuk-tumbuk di jalan bagai perbukitan. Hujan turun membuat kota berbau anyir dan membuat udara berpolusi. Terjadilah wabah penyakit luar biasa. Banyak orang mati karena perubahan udara dan rusaknya angin. Satu- persatu orang yang tersisa punah dan menyusul mereka yang terbunuh sebelumnya.Innalillahi wainna ilaihi raaji’uun.

Ini adalah fakta sejarah. Lalu apakah kekejian orang musyrik itu hanya terjadi di masa itu saja? TIDAK! Pada zaman modern pun hal seperti ini terus berlanjut.Kebiadaban pun dilakukan oleh kaum musyrik India ketika Pakistan memisahkan diri. Tidak kalah kejam dan bengis dari orang-orang Tartar berabad-abad sebelumnya. 8 juta orang Islam yang memilih meninggalkan India, hanya 3 juta saja yang sampai ke tapal batas Pakistan. Lalu sisanya? 5 juta orang sisanya tewas di sepanjang jalan oleh pasukan India paganis yang terorganisir. Mereka disembelih layaknya domba, lalu membiarkan begitu saja bangkainya menjadi santapan burung dan binatang buas.

Tragedi lebih memlilukan terjadi di sebuah kereta api yang mengangkut para pegawai Muslim dari seluruh pelosok India untuk pindah ke Pakistan. Kereeta yang mengkut 50 ribu orang itu masuk ke sebuah terowongan yang bernama jalur Khaibar. Namun ketika keluar mulut terowongan tsb kereta itu sudah tak mengangkut apapun kecuali potongan-potongan tubuh yang berserakan di dalam kereta.

Lalu bagaimana pula ketika Yugoslavia Komunis melalukan kekejaman yang sama terhadap umat Islam di sana? Mereka telah memusnahkan 1 juta orang saat itu dengan penyiksaan yang sungguh biadab, diantara contoh terkejinya adalah dengan melempar orang-orang Islam ke mesin pengolah daging.

Semua kisah itu menegaskan kebenaran firman Allah. Dan semua itu tidaklah bersifat temporal. Tidak akan pernah bersatu kebaikan dan kebatilan. Tidak akan pernah ridha orang-orang musyrik terkadap umat Islam.

Lalu bagaimana dengan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani)? Ayat -ayat dalam Al-Qur’an sudah banyak menjelaskan tentang mereka. “Orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka” (Al-Baqarah:120). “Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkanmu” (Ali-Imran:69).Dalam contoh-contoh ayat tsb saja sudah jelas bahwa mereka sangat ingin orang Islam kembali menjadi kafir karena dengki yang ada dalam diri mereka.

Sejarah menunjukkan, sejak zaman Rasulullah, orang Yahudi melakukan pengkhianatan berkali-kali terhadap umat Islam. Lalu mengenai kisah kekejaman tentara Salibis saat perang Salib. Di mana pasukan Salib memulai perjalanannya ke Baitul Maqdis dengan tindakan keji. Mereka membunuh sekelompok orang yang akan menunaikan haji. Mereka membelah perut orang-orang itu , lalu mencari dinar di usus-usus mereka. Sungguh biadab! Apakah berhenti sampai di situ? Lagi-lagi TIDAK! Lihatlah kini bagaimana kekejaman bangsa Israel terhadap Palestina yang terus berlangsung hingga saat ini. Sikap ahli kitab terhadap Islam ini bersifat orisinil, komprehensif, dan tidak terbatas zaman. Selamanya mereka tak kan ridha kepada Islam.

Lalu apa jadinya bila hal ini dipaparkan di depan umum? Mungkin yang muncul adalah cap ekstrimis, Islam fundamental, intoleran, atau bahkan teroris. Karena lagi-lagi Islam yang dianggap baik adalah yang rahmatan lil’alamin dalam tanda kutip, cinta damai dalam tanda kutip, hingga melupakan kaidah-kaidah tersebut di atas. Terkadang suka merasa lucu. Ketika ada seorang kafir terbunuh, maka bak kebekaran jenggot, orang-orang yang mengaku Islam Liberal dan Toleran begitu menggebu mengatakan telah terjadi pelanggaran HAM. Namun ketika ratusan bahkan ribuan orang Islam dibantai di Myanmar, di Palestina, di Afganistan, Irak, Somalia, dll, maka orang-orang yang katanya cinta kasih dan peduli kaum minoritas itu tak pernah bersuara sedikitpun. Sungguh mengherankan.

Baiklah, rasanya tak cukup dengan mengutuk, semua kebaikan dan perbaikan harus dimulai dari diri sendiri. Setidaknya bagi ummi apa yang disampaikan abi malam ini adalah pengingat bahwa ummi ini belum berbuat banyak. Ummi ini begitu kecil bila dbanding orang-orang Muslim terdahulu dan juga saudara-saudara muslim yang kini tengah berjuang di Palestina, Myanmar, Suriah, dll. Mereka harus mengalami ujian luar biasa bahkan kehilangan harta, keluarga, bahkan nyawa untuk mempertahankan akidahnya. Mereka insyaAllah syahid di jalan-Nya, hingga surga telah dijanjikan untuk mereka. Lalu diri ini? Amal luar biasa apa hingga layak bersaing dengan mereka untuk meminta surga Allah? Masihkan mau menjadi orang biasa saja dengan amal-amal pas-pasan tapi dosa menggunung?

Ini pun mengingatkan ummi bahwa akhir zaman kian mendekat. Yah, kiamat sudah dekat. Barangkali umur sendiri tak kesampaian. Tapi bagaimana dengan anak, cucu, dst? Jangan sampai meninggalkan generasi yang lemah di tengah ujian yang semakin dahsyat di akhir zaman ini. Maka, tekad yang kuat untuk mendidik anak-anak agar kuat ruhiyahnya, fisiknya, dan akalnya harus terus diperbaharui. Biidznillah insyaAllah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s