Posted in Dongeng Abi

Jika Ummi Jadi Istri Bupati…

Suatu pagi,,,

Abi:” Mi, kalo abi jadi bupati ummi udah siap hidup pas-pasan belum?”

Ummi: “Ih, naha ngomongnya gitu, kita kan hidup senang aja belum bi, kok udah ngomong hidup pas-pasan lagi?hehe..”

Abi: “Bukan gitu, kalo suatu saat abi jadi pemimpin kan bisa jadi malah harta pribadi kita yang terkuras.”

Ummi: “Kok aneh ya bi,padahal kalo ummi liat istri-istri pejabat kalo suaminya naik pangkat, malah jadi lebih sering ke salon. Yang dulunya biasa aja sekarang mah cantik pisan,”(pisss ah,ga semuanya loh).

Abi: “Misal yah, kalo ada pengendara sepeda motor yang jatuh di Brodndong, yang tanggung jawab siapa?”

Ummi: ” Yang bikin jalan atuh,”

Abi: “Itu teh di bawah siapa?”

Ummi: ” Dinas perhubungan”

Abi: “Ya itu teh di bawah siapa itu?”

Ummu : “Kepala dinasnya lah” (ngeles terus)

Abi: “Ya kepala dinas teh di bawah siapa?”

Ummi: ” Buu…pati”.

Abi: “Tuh kan,,yang kecil-kecil aja sebenarnya tanggung jawab bupati juga”

Ummi: “Ah kalo gitu mah ga usah jadi bupati aja Bi, serem.”

Abi: -_-
============

Duh jadi ingat kisahnya Fathimah binti Abdul Malik. Beliau adalah putri dari keluarga berada, dan sejak kecil selalu hidup berkecukupan. Begitupun suaminya, Umar bin Abdul Aziz, pun sama-sama terbiasa hidup berkecukupan sejak kecil. Namun semuanya berubah saat Umar bin Abdul Aziz diangkat menjadi khalifah. Kehidupan mereka menjadi teramat sangat sederhana. Bahkan suatu ketika Umar pernah bertanya kepada Fathimah jikalau istrinya itu tidak sanggup dengan kehidupan seperti itu maka tak apa bila ia ingin meninggalkannya. Namun, Fathimah adalah wanita shalihah, yang karena cinta dan ketaatannya kepada Allah dan suaminya, maka ia rela hidup apa adanya untuk mendampingi Umar bin Abdul Aziz “melayani” ummat.

Ada pula kisah lain tentang keduanya. Suatu hari seorang perempuan Mesir datang ke Damaskus karena ingin bertemu dengan khalifah Umar bin Abdul Aziz. Dia bertanya-tanya, di manakah istana khalifah? Setiap orang yang ditanya selalu menunjukkan ke arah yang sama, yaitu sebuah rumah yang sangat sederhana, jauh dari kesan mewah.

Sampai di rumah yang dimaksud, perempuan mesir itu bertemu dengan seorang perempuan yang memakai pakaian lusuh dan jelek. Tidak jauh dari perempuan itu, terlihat seorang lelaki sedang bergelimang tanah karena memperbaiki rumahnya.

Perempuan Mesir itu bertanya setengah ragu, “Apakah di sini istana Khalifah Umar bin Abdul Aziz?” “Benar,”jawab perempuan berbaju lusuh itu. “Siapakah engkau?”tanya perempuan Mesir lagi. “Aku…Fathimah binti Abdul Malik, istri khalifah,” jawab perempuan berbaju lusuh itu.

Saat mengetahui bahwa perempuan di hadapannya adalah Fathimah, istri khalifah, perempuan Mesir itu terkejut luar biasa. Mana mungkin, seorang permaisuri khalifah yang berkuasa memakai baju sejelek itu? Dia merasa takut sekaligus kagum. Akan tetapi, Fathimah panadai melayani sehingga tamu itu merasa suka dan tenang hatinya.

“Lalu, mengapa engkau tidak menutupi diri dari lelaki tukang angkut pasir itu?”tanya perempuan Mesir itu kepada Fathimah. “Karena tukang pasir itulah suamiku, Khalifah Umar bin Abdul Aziz,”jawab Fathimah sambil tersenyum. Sekali lagi, tamu itu terkejut dan beristigfar.
=========

Sumber kisah :
Buku “1001 Kisah Islami Pilihan untuk Anak-Anak”, DAR! Mizan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s