Posted in Celotehan

Investasi Emas “Ajaib”

Suatu hari temen bisnis si abi cerita kalo dia lagi “dikejar-kejar” sama orang yang nawarin bisnis investasi emas. Wuihh keuntungan yang ditawarkan sangat menggiurkan lho. Dengan menyetor uang Rp 100 juta, maka keuntungan yang bisa didapat tiap bulan rata-rata Rp 90 juta, fantastis bukan? Temen suami tampaknya agak kesulitan menolak, alhasil si yang nawarin getol banget nelponin. Akhirnya abinya kayyis bersedia ikut ngobrol untuk lebih tau maksud tuh orang, maklumlah zaman sekarang banyak penipuan berkedok bisnis investasi jadi harus serba hati-hati.

Waktu diceritain abi, si ummi loadingnya lamaaa pisun alias ga ngerti-ngerti. Jadi katanya gini. Ini adalah bisnis jual beli emas secara virtual atau istilah kerennya perdagangan emas berjangka. Jadi sebenarnya jual beli emas secara fisiknya sih ga ada, hanya seperti memutar-mutar uang tapi pakai standar kurs emas. Di mana dalam sistem ini ada satu pedagang besar yang menjadi pusat dalam perdagangan ini yang katanya teh tarafnya sudah internasional, dan ribuan nasabah yang menginvestasikan uangnya. Nah, tiap nasabah ini punya fasilitator yaitu si perusahaan yang nawarin bisnis ini. Jadi, orang yang ngajak-ngajak ikut bisnis ini sebenarnya dari perusahaan fasilitator, secara langsung sih dia ga ikut-ikutan, dia cuma menawarkan sistem ini kepada para nasabah dan untuk tiap transaksi yang dilakukan nasabahnya perusahaan fasilitator akan dapat keuntungan sekian persen. Begitulah kira-kira prolognya.

Nah, lalu bagaimana bisa dari uang 100 juta dapat keuntungan perbulan hampir 90 juta lebih. Yuk kita lihat itung-itungannya.

1. Perdagangan emas fisik (konvensional)

Misal: harga beli emas = 1700 USD/troy ons (biar gampang, anggap saja 1 USD=Rp 10.000 dan 1 troy ons= 30 gr). Artinya harga beli emas = Rp 566.666/gr.
Dengan modal Rp 100 juta, berarti kita bisa dapat emas sebanyak 176,7 gram.

Nah bila harga emas naik 10 USD menjadi 1710 USD/troy ons atau menjadi Rp 570.000, dan kita jual seluruh emas yang kita punya, maka laba yang akan diperoleh adalah:
Selisih= 570.000-566.666 = 3.334
Laba = Rp 3.334 x 176,7 gr = Rp 589,117

Untuk modal sebesar Rp 100 juta, sebenarnya keuntungan sekitar 500 ribu tsb terhitung kecil.

Lalu bagaimana sistem yang ditawarkan orang tsb? Begini hitung-hitungannya kata orang yang bersangkutan:

2. Perdaganagan “Emas” berjangka

Ketika menyetor uang Rp 100 jt = 10.000 USD, kita akan dapat 10 unit (nilai per unit = 1000 USD).#naoon deuih unit yang dimaksud di situ teh#

Nah, bila harga emas naik 10 USD seperti cerita di atas, dalam sistem ini mah disebutnya teh 10 poin.
Jadi katanya, bila kita jual semua unit kita, laba yang akan diperoleh adalah :
Laba= 10 unit x 10 poin x 100 USD = 10.000 USD
Laba tersebut akan dipotong PPN 1% x 10.000 USD = 100 USD
Dan komisi untuk fasilitator = 10 USD/ unit/transaksi x 10 unit = 100 USD
Jadi laba bersih yang diperoleh = 9.800 USD = Rp 98.000.000 …

Woow coba bandingkan dengan sistem konvensional di atas. Berbeda jauh bukan?
Nah, harusnya perbedaan ini perlu dikritisi. Kalo dari abinya Kayyis mah ada beberapa pertanyaan menggelitik.

Pertama, dalam hitung-hitungan laba yang disebutkan orang tersebut muncul faktor pengali 100 USD. Dari manakah angka itu tiba-tiba muncul? Orang yang ngomongnya aja ga bisa jawab, apalagi umminya Kayyis. Aneh bukan? Jika tidak ada faktor pengali “ajaib”itu sebenarnya laba yang didapat akan sama saja dengan sistem konvensional, yang bikin fantastis keuntungan yang ditawarkan ya karena si 100 USD ajaib itu.

Kedua, dengan keuntungan fantastis seperti itu, kalo si abi sebagai pengusahanya kayaknya ga kan dibocorin ke orang lain deh, mending buat diri sendiri dan dikelola sendiri aja. Lalu ketika orang itu ditanya, “Mas, kenapa sih harus ngajak-ngajak orang? Kenapa ga dikelola perusahaan mas sendiri aja.” Lalu, apa jawabannya, “Karena ini harus perorangan tidak boleh lembaga.”” Ya suruh aja istri pak bos kek, adiknya kek yang jadi nasabah, kan untungnya gede gini.”timpal si abi..Akhirnya tuh orang diem…

Ketiga, mari kita lihat sistem yang terjadi dalam perdagangan ini.

Orang tsb menggambarkan bahwa ada pedagang besar dan ribuan nasabah , lalu tiap sekian ribu nasabah punya fasilitator sendiri. Sebenarnya sistem perdagangan yang terjadi adalah sistem perdagangan tertutup, artinya tuh uang hanya muter-muter saja di sekitar pedagang besar dan para nasabah, artinya juga jumlah uang yang beredar itu tetap. Dalam perdagangan akan selalu ada untung dan rugi. Bila ada yang untung seratus juta, maka sebenarnya seluruh sisa yang lain pasti rugi seratus juta karena uang yang beredar dalam sistem tersebut bersifat tetap.

Nah, hal aneh lain muncul ketika setiap transaksi berlansung maka fasilitator akan selalu dapat komisi. Iya sih, komisinya kecil cuma 10 USD/transaksi, tapi menurut cerita orang yang bersangkutan dalam tiap bulan rata-rata terjadi 1600 transaksi. Artinya, tiap bulannya fasilitator akan memperoleh komisi sebesar 16.000 USD atau setara dengan Rp 160 juta. Bayangkan, tiap bulan akan ada uang yang tertarik oleh fasilitator sebanyak itu, sedang lagi-lagi perlu diingat bahwa sistem ini adalah sistem tertutup dengan jumlah uang tetap. Bila uang yang ada terus menerus ditarik seperti itu, maka sistem tersebut lambat laun akan chaos. Bagaimana tidak, satu sisi fasilitator akan selalu untung, sedangkan nasabah bisa saja untung atau rugi. Dengan begini saja sudah menunjukkan bahwa sistem ini tidaklah sehat. Nah, sebenarnya sudah mulai bisa ditebak mengapa harus selalu ada nasabah baru yang mereka rekrut untuk “menyetor” uangnya secara sadar atau tidak. Tentu saja agar sistem ini bisa terus berjalan, walau pelan-pelan uang yang ada terus menerus digerus oleh “sang fasilitator”.

Begitulah kira-kira penjelasan dari abinya Kayyis. Saat poin ketiga itu disampaikan abinya Kayyis, maka orang yang awalnya begitu pede menjelaskan dan menawarkan bisnis ini malah terdiam seribu bahasa..ckckckc…

Ada yang minat mencoba?

2 thoughts on “Investasi Emas “Ajaib”

  1. ckck, iya ya. Semacam MLM kali ya, harus dapet member sebanyaknya biar uang member bisa ditarik fasilitator, sementara member untungnya cuma “virtual” aja. kalau member suatu saat mau narik uangnya, jangan-jangan ga bisa lagi..😀

    Makasih sharingnya, lan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s