Posted in Celotehan

Umminya Kayyis Masih (Pe)Muda ???

“Kok belanjanya sendirian aja?”, tanya seorang ibu penjual ayam ketika si ummi ke pasar kemarin siang. “Iya”,jawab ummi singkat. “Udah punya suami Nak?”,lanjutnya. “Sudah Bu, saya juga udah punya bayi. Suami sama anak lagi nunggu di depan Bu.” “Ooh, ibu kira masih sekolah Nak”, kata ibu itu…Hmmmm,,si ummi tiba-tiba harus pegang hidung yang serasa mau terbang..hehe..

Wah, setelah sekian lama dipanggil “Ibu” di mana-mana karena selalu ngegembol Neng Kayyis, ternyata ada juga yang ngira ummi masih muda. Lah emang si ummi mah masih muda yak, heu…

Ingat kata muda jadi ingat pemuda. 28 Oktober kemarin adalah peringatan hari Sumpah Pemuda. Terlepas dari segala permasalah yang membelit para pemuda saat ini, pemuda tetaplah memiliki arti dan peran yang sangat penting dalam kebangkitan suatu bangsa. Jikalah kata-kata Bung Karnoe ini: ” Berikan padaku 10 orang pemuda,maka aku akan mampu mengguncang dunia”, begitu terkenang, maka sesungguhnya perihal pemuda ini (Asysyabaab) dalam Islam sudah sering disebut oleh Rasulullah berabad-abad yang lalu.

“Tidak akan bergesar kaki seorang manusia dari sisi Allah, pada hari kiamat (nanti), sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang lima (perkara): tentang umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya digunakan untuk apa, hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta bagaimana di mengamalkan ilmunya”(HR. At-Tirmidzi)

“Sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar kagum
terhadap seorang pemuda yang tidak memliki shabwah ”.(HR. Ahmad dan At-Tabrani). Shabwah artinya: pemuda yang tidak memperturutkan hawa nafsunya, dengan dia membiasakan dirinya melakukan kebaikan dan berusaha keras menjauhi keburukan.

“Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecualinaungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah…”(HR.Bukhari Muslim)

Rasulullah SAW bahkan mengisyaratkan bahwa pemuda adalah salah satu dari lima pilar yang dibutuhkan untuk membangun negara tangguh selain pemimpin yang adil, ulama, wanita shalihah, dan umat yang baik. Dari kelima pilar itu, Umminya Kayyis berarti memegang peranan 2 pilar, yaitu sebagai seorang pemuda juga sebagai seorang wanita. Dan untuk mendukung pembangunan negara juga kebangkitan ummat ini, seorang wanita muda harus bisa jadi wanita plus orang muda yang shalihah.

Adapun karakter pemuda adalah bergerak dan beramal. Maka walaupun kini si ummi adalah seorang ibu rumah tangga, ummi tidak boleh kehilangan 2 karakter penting ini. Si ummi harus mampu memanfaatkan waktunya dengan hal yang bermanfaat, harus terus menambah wawasan, terlebih harus menjadi seorang ibu yang cerdas agak bisa mendidik putra-putri dengan ilmu. Hingga suatu hari nanti ketika Kayyis dan adik-adiknya sudah tumbuh besar, lalu mereka asyik berdiskusi dengan abinya, si ummi takkan jadi orang yang tertinggal yang cuma bisa bengong karena ga mudeng, kan ga keren dong…

Jadi, ayo belajar lagi dan ayo perbaiki hafalan Qur’an nya!!

Fastabiqul khairaat..!!!
===================

Suatu sore…
Seorang suami terus berkutat dengan laptopnya, sedang sang istri bejibaku di dapur..
Suami : “Ummi cape yah?..”
Istri : ” Yah, ummi kan harus nyuci, ngangkat jemuran, masak, dan bla bla bla…”
Suami : ” Iya deh ga kayak abi yang duduk aja,tapi kan…..”
Istri : ” Tapi apa?”
Suami: ” Nggak ah, takut ummi marah”.
Istri: “Tapi apa????”
Suami : “Tapi kan abi mikir”..

Dueeeeng,,sang istri pun tersipu malu..Duh iyah yah udah lama ga belajar, saking terus aja berkutat sama urusan “dapur” yang itu-itu aja…heu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s