Posted in Celotehan

Memperingati Hari Kemerdekaan….#2

Suasana berbeda dalam memperingati hari kemerdekaan tampak di kampung halaman suami. Di tengah kondisi bangsa yang semakin carut marut ini, ternyata masih ada warga yang menganggap istimewa peringatan hari kemerdekaan ini. Bila di kota-kota orang sudah hampir “lupa” dengan momen tahunan ini, bahkan hanya sekadar memasang bendera di depan rumah saja lupa, berbeda halnya di sini. Jauh-jauh hari menjelang taggal 17 Agustus, jalan-jalan kampung sudah rame dihiasi umbul-umbul, bahkan lampu warni-warni akan berkerlap-kerlip saat malam hari. Tiap orang memasang bendera merah putih di depan rumah masing-masing, dan tiap gang RT memasang gapura dengan dekorasi yang saling berlomba, seolah ingin menunjukkan siapakah yang nasionalisme paling tinggi.

Puncaknya adalah kemarin dengan diadakannya karnaval keliling oleh setiap RT di kampung ini. Beberapa hari sebelumnya semua sibuk dengan persiapan karnaval ini, mulai dari para pemuda karang taruna, anak-anak kecil,bahkan para ibu seolah tak ingin ketinggalan. Saya sungguh dibuat terkagum-kagum. Sebelas RT yang ada menunjukkan hasil kreasinya masing-masing dengan berkeliling kampung. Ada yang mengusung tema perjuangan dan berdandan ala para pejuang, ada yang mengusung tema teknologi dengan bergaya ala robot, bahkan ada yang bergaya pocong dan tuyul. Ada pula salah satu RT yang melakukan orasi layaknya orang berdemo,mereka meneriakkan sulitnya air bersih di RT mereka. Juga ada pula yang mengusung keranda mayat, entah apa maksud protes mereka. Sungguh unik.

Setiap warga ini tentu punya keinginan yang sama, yaitu kehidupan yang semakin baik, adil dan sejahtera ( beuh,,kayak nama partai). Tak ada lagi korupsi, tak ada lagi maksiat yang membuat rakyat negeri ini makin sengsara. Jadi ingat kata-kata Abu Kayyisah ( sebenarnya dia juga ngutip perkataan siapa gitu), “Mengapa orang-orang kita seolah tak bisa lepas dari korupsi?” Jawabannya,” Karena biasanya orang terjajah sulit lepas dari bayang-bayang penjajah.Bangsa kita telah kehilangan jati dirinya atau bahkan belum menemukan jati dirinya, sehingga selalu menganggap yang paling baik itu adalah orang-orang luar sana. Semua serba ditiru,bahkan perilaku korupVOC pun ikut-ikutan ditiru,,ckckck,,.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s