Posted in Celotehan

Suamiku, Mengapa Kau Mencintaiku?

Belum genap 2 tahun aku menjadi seorang istri, tapi seharusnya ini pun bukan waktu yang singkat untukku belajar. Entah karena efek tak matang persiapan atau emang ga da bakat (ngeles,,he..), tapi rasanya kalau dipikir-pikir banyak sekali kekurangan si sayah ini. Sampai-sampai terkadang aku terpukau, bisa ya suamiku sabar pisan menghadapi istri macam ku ini.

Suka iri sekaligus minder liat suami-suami orang yang baru nikah beberapa bulan tapi penampakannya sudah semakin sehat alias semakin subur badannya. Tapi suamiku,Yaa Rabb, kenapa dia makin kuyuus. Kayaknya jawabannya sudah bisa ditebak, tentu saja karena aku tak pintar masak. Padahal kata guruku dulu,,cinta itu dari perut,,alias suami bakal makin cinta kalau istrinya pinter masak. Hiks,,sediiih..

Kedua suamiku begitu bekerja keras,tapi lagi-lagi si sayah ini malah suka ga tau sikon dan sering kekanak-kanakan, merengek minta pulang lah, ngambek lah,dsb.. Astaghfirullah jauh pisan dibanding  Ibunda Khadijah RA mah, yang ketika Rasulullah pulang menggigil dan ketakutan setelah mendapat wahyu pertama di gua hira, beliau bisa menjadi istri yang tenang dan menghangatkan, nggak ujug-ujug nyerocos, “Ada apa suamiku? Kenapa? Kenapa?”, tahu betul cara melayani suami dan menenangkannya.

Ketiga, entah karena efek sugesti bahwa suamiku teramat pintar ,terkadang membuat si sayah yang dulunya suka ngomong jadi suka speechless kalo disuruh berkata-kata. Duh, jauh banget dibanding ibunda Aisyah RA yang terkenal sebagai istri yang cerdas atau Ummu Salamah RA yang begitu bijaksana dalam membantu memberi solusi pada Rasulullah SAW.

Kalau tiba-tiba keinget semua itu,,si sayah suka tiba-tiba pengen sembunyi,,kelelep di bawah selimut ato apa gitu…maluuuu..suka muncul si melo2nya. Haduh dengan kondisi kayak gini,sebenarnya apa yang bisa jadi alasan suami mencintai saya?hiks…Kan aneh juga kalau suamiku kutanya,” Mas sebenarnya saya ini bisa apa ya?” Terus jawabnya, ” Adik kan bisa nyuci, rajin bersihin rumah”.  Wew apa bedanya dong ama bibi2..

Tetapi ini bukan akhir segalanya sodara-sodara !!! Selagi Allah masih memberi usia, maka si sayah akan terus berikhtiar memperbaiki diri, belajar dan terus belajar, beramal dan terus beramal. Dan kemarin semakin tercerahkan oleh artikel di blog seorang teteh.. Beramal lah terus hanya untuk Allah, untuk ridho Allah. Teruslah perbaiki diri di hadapan Allah. Ketika Allah sudah cinta ,maka dengan mudahnya Dia akan membuat makhluk-Nya pun mencintaimu, bukan hanya cinta dari makhluk bumi tapi juga cinta dari makhluk langit. Jadi kesimpulannya cinta itu bukan dari perut tapi dari Allah, betul?

“dan Allah yang mempersatukan hati orang-orang yang beriman. Walaupun kamu membelanjakan semua kekayaan yang berada di muka bumi, niscaya kamu tidak dapat memepersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.Sesungguhnya Dia maha gagah lagi maha bijaksana”. (QS.Al-Anfal:63)

Yaa Rabbii hamba memohon ridha dan cinta-Mu…

============================================================================

” Semoga Allah merahmatimu yang telah bersedia menerima saya dengan segala kekurangan ini. Semoga Allah kelak memberimu bidadari-bidadari surga yang akan senantiasa menyenangkanmu, menyejukkan hati dan pandanganmu”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s