Posted in Celotehan

KARIR atau KELUARGA? #part 2

Kembali membahas topik tentang peran istri dan ibu. Sebelumnya seorang temanku menulis status di akun pribadinya tentang keherannya akan perkataan beberapa teman perempuannya yang sudah menikah. Seringkali terlontar kalimat,” Ah kamu sih enak belum nikah, jadi bisa bebas kerja, kuliah lagi, aktivitas di luar rumah.” Loh, emang nikah bikin orang jadi susah beraktivitas yah, itu karena pilihannya sendiri atau disuruh suami. Kalau pilihan sendiri kok malah iri. Begitulah kira-kira keheranan temanku itu. Jujur aku cukup merasa tersindir dengan status temanku itu karena terkadang aku pun merasakan hal seperti itu sebagai orang yang sudah menjalani peran sebagai ibu dan istri. Tapi aku kembali mencoba menyelami lagi semuanya. Rizki itu Allah yang ngatur. Saat ini Allah telah memberikan anugerah luar biasa yaitu rizki berupa suami yang sholeh dan anak yang sehat dan lucu, dan ini tentu belum dimiliki oleh orang yang belum menikah. Dan jika berharap diberi rizki lain semisal bisa sekolah lagi atau bisa icip bekerja di luar rumah maka itu insyaAllah tinggal menunggu waktu. Kalau pinjam kata-kata seorang teteh mah, pantaskanlah diri di hadapan Allah agar Allah berkenan memberikan amanah dan kesempatan-kesempatan baru. Tapi kalau kata teteh lainnya mah, untuk memperoleh mimpi maka kuatkanlah supporting systemnya salah satunya adalah keluarga. First thing first. Jadi mantapkan dulu posisi sebagai istri dan ibu.

Lalu sebulan kemarin dengan semangat 45 aku mulai searching berbagai jenis kerjaan. Tapi Yaa Rabb ternyata tak semudah yang dibayangkan. Ada kerjaan yang sreg banget tapi udah tutup lowongannya, ada yang lumayan tapi lokasinya tak memungkinkan,dsb. Dan jadi begitu banyak parameter yang jadi terpikirkan, mulai dari harus pindah domisili karena ikut suami, lalu nanti anak diasuh siapa, apakah semuanya akan “worth it” dibandingkan pengorbanan kehilangan waktu bersama suami dan anak, dsb. Jadi menurutku bisa dimengerti juga ketika beberapa orang nyeletuk bilang “iri” sama yang belum nikah, karena kenyataannya bukan hanya masalah pilihan mau keluar rumah atau tidak, diizinin suami atau tidak, tapi banyak faktor intern dan ektern yang membuat seorang perempuan yang sudah nikah ketika harus melangkahkan kaki ke luar rumah butuh energi, pikiran, dan pengorbanan yang lebih ekstra. Dan yang terpenting ketika seorang wanita ingin bekerja diluar rumah, maka pekerjaannya tidak boleh sampai membuatnya lalai terhadap tugas utamanya dalam melayani suami dan mendidik anak.

Akhirnya aku kembali menunda urusan nyari kerja ini, dan kembali bermimpi untuk sekolah lagi. Lalu muncullah pertanyaan, “Apa tujuan ummi sekolah lagi? Apa sekadar status karena teman-teman juga pada ambil S2? Kalau cuma mengejar status tidakkah itu begitu sia-sia bila dibandingkan dengan pengorbanan pikiran, waktu, finansial?” Aku pun termenung. Lalu aku pun kembali mengingat cita-citaku. Bila aku sampai kerja di luar rumah maka hanya satu yang kan kujalani yaitu menjadi pengajar. Jika begitu mungkin ijazah S1 ITB ku dengan predikat cumi lautnya itu bisa jadi sudah cukup. Tidak, bukan hanya itu. Aku ingin bisa menebar sebesar-besar manfaat bukan? Maka aku ingin menambah ilmu agar cita-cita itu bisa terwujud lebih mantap. Lalu aku mulai mencari jenis studi yang menarik dan kira-kira akan memberikan manfaat untuk masyarakat,,,,dan eng ing eng akhirnya kumenemukannya. Aku ingin mencoba hal baru, mendalami ilmu baru ini dengan penuh semangat dan rasa cinta terhadap ilmu yang ingin kuperoleh.

Bismillah,,Yaa Allah ridhailah langkahku,,jadikan ini bentuk jihad,,bukan kesia-siaan apalagi bentuk kesombongan dan riya, na’udzubillah..

Road to East Java
My new amazing life

3 thoughts on “KARIR atau KELUARGA? #part 2

  1. halau wulaan..ini muti ummu aidan..
    mari kita cari supporting systemnya. lingkungan yang baik, hubungan tetangga yang baik, mencari sekolah atau pengasuh yg terpercaya, hmm apalagi yah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s