Posted in Celotehan

Asrama Putri Salman #1

Hingga citaku menginjakkan kaki di majidil Haram terwujud, maka masjid itulah tempat istimewa itu.

Bangunan di seberang timur masjid yang kini sudah tak ada dan hanya tersisa puingnya saja mungkin menjadi salah satu bagian paling penting bagiku. Hanya sebentar aku berada di sana, tapi tiap episodenya seolah menjadi bekal bagiku dan rasanya akan selalu kurindu.

Shalat subuh berjama’ah, mendengar ceramah subuh, dan dzikir pagi bersama adalah awal dari rutinitas harian kami. Terkadang sambil melingkar ada pula yang terkantuk-kantuk, lalu kami pun saling menyenggol. Selebihnya aku akan duduk di koridor masjid dengan lampu remang-remang yang indah sambil tilawah. Atau terkadang aku akan duduk memandang langit pagi dengan seorang teteh lalu berbincang tentang arsitektur masjid ini yang luar biasa.

Ruang makan dengan meja kecil dan kursi yang mengelilinginya. Tempat kami makan dan rapat mingguan. Canda tawa, kadang haru biru pun terjadi. Teras depan dapur tempat seorang teteh menggelar kasur ketika musim ujian tiba. Hmmm, begitu terkenang. Lalu tengah malah dia akan masak makanan khas yang disebutnya “Seblak”, berupa krupuk mentah yang direbus lalu digoreng dengan bumbu-bumbu dapur sederhana tapi enak.
Kamar-kamar yang pernah kutempati bersama orang-orang yang istimewa. Tiap sudut, bahkan lubang air sekali pun rasanya meninggalkan kenangan, setidaknya kenangan ketika banjir..he..

Tapi dari semua itu, orang-orang yang pernah bersamakulah yang paling aku rindukan. Seorang teteh yang bijak, yang pintu kamarnya selalu terbuka menampungku untuk curhat, bahkan hingga menjelang aku menikah dialah yang memberikan wejangan ini itu yang hingga kini aku ingat. Yang paling kuingat darinya adalah,” Lan, sebelum menikah mungkin kita terbiasa curhat ini itu kepada orang tua, teman, atau siapapun. Tapi setelah menikah akan ada titik di mana tidak ada seorang pun yang boleh dicurhati kecuali Allah saja. Biarlah hanya Allah yang mendengar keluh kesah kita dan membantu kita. Ada kalanya juga ketika kita menikah ada sesuatu yang membuat kita tidak sreg dengan suami, tapi terimalah itu dan bersabarlah, jadikan itu sebagai salah satu pintu menuju surga.”

Teteh lain yang menurutku luar biasa adalah seseorang yang sungguh cerewet, rame, riweuh, dan berbagai karakter heboh yang terlabelkan padanya. Tapi dengan itulah dia menjadi sosok yang sangat hangat dan kuat. Dan bagaimanapun kata-katanya selalu merasuk sampai hati dan berhasil membuat gelora dakwah kami kembali menggebu.

Teteh lainnya lagi adalah teteh dengan proses revolusi yang super duper cepat. Tak hanya itu, tapi keistiqomahannya lah yang sungguh luar biasa menurutku bahkan sampai sekarang ketika dia sudah berkeluarga. Tulisan-tulisannya dan kata-kata yang keluar dari lisannya bagiku selalu menginspirasi. Begitulah, sesuai doa kedua orang tua dalam namanya, wanita yang baik lisannya.

Aku pun bertemu dengan dua sosok cahaya. Yah, karena keduanya memiliki nama tengah yang sama denganku, “cahaya”. Yang satu, sosok yang selalu rela mendengarkanku mulai dari hal super penting hingga yang tidak penting, dan ujung-ujungnya dia hanya akan memberikan tatapan hangat atau tepukan saja. Jujur, setelah itu semuanya terasa tentram. Emang dasar, kalau wanita curhat memang hanya butuh didengar. Yang kedua,sosok koleris dan blak-blakan. Terkadang nasihatnya begitu to the point, tapi memang itu yang kubutuhkan. Sosok yang terkadang jatuh, namun akan bangkit lagi bahkan melompat lebih tinggi dari sebelumnya.

Dan masih begitu banyak sosok istimewa lain di sana. Semoga Allah merahmati kita semua.

Love🙂
Asrama Putri Salman ITB

One thought on “Asrama Putri Salman #1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s