Posted in Tausyiah dan hikmah

Tetangga ooh Tetangga :-)

MasyaAllah astaghfirullah..

Beberapa hari ini aku sering sekali mengeluh pada suami,”Mas, tetangga kita kok kayak gitu yah,,,dan bla,,bla,,bla,,”. Dan suamiku hanya akan menjawab, ” Dik, orang besar itu tidak perlu mikirin hal ga penting, gunakan saja energi adik untuk sesuatu yang bermanfaat”,,Malu sekali rasanya saat digituin.,,Kalo kerjaanku mengeluh bahkan nyerempet ghibah, lalu apa bedanya dong tarbiyah sama tidak..

Kemarin aku baca buku tentang almarhumah Ustadzah Yoyoh Yusroh, bagaimana sosok beliau yang begitu murah hati bahkan sangat jarang marah, bilapun marah maka marahnya begitu indah. Mungkin akhlak beliau itulah yang mencerminkan hati beliau, keshalihan beliau menjadi cermin kokohnnya iman.

Kembali ke persoalan tetangga, sejak menikah sedikit banyak aku mulai merasakan namanya hidup bertetangga, yah walaupun masih jadi kotraktor. Dari dua kali pindah rumah, dua kali juga merasakan pengalaman dan hikmah yang berbeda.
Pertama kali,aku mendapati para tetangga dengan rasa kekeluargaan yang masih kental. Sangat ramah, ringan tangan, gayanya sunda pisan. Tapi namanya juga manusia, pasti ada kurangnya. Tetanggaku tiap pagi senang sekali nyetel musik dangdut. Dalam kondisi hamil terkadang aku kesal sekali,terlebih aku sedang menjaga dede janin agar tidak mendengar hal-hal laghwi sejak dalam kandungan.Sebagai solusi, akhirnya tiap kali tetanggaku nyetel musik aku akan nyetel murottal terutama al-anfaal karena volume surat ini yang paling nyaring di laptop. Subhanallah, hikmahnya Kayyis juga aku senang mendengarkan lantunan surat ini hingga kini.
Pengalaman kedua, tetanggaku tidak seramah yang pertama, karena memang lingkungannya lebih seperti kos-kosan, dan salahnya pun aku jarang keluar rumah. Terkadang lucu, aku seringkali kesal karena tetanggaku. Sempat suatu hari rasanya sudah pingin maraaaah, tapi akhirnya kutahan sekuat tenaga, eh jatuhnya malah nangis. Setidaknya aku jadikan ini sebagai bentuk tarbiyah yang lain dalam hal mengatur emosi, bersabar,dan menjaga lisan,dan mungkin ini hanya gesekan kecil yang barangkali suatu saat nanti aku akan  menemukan yang lebih besar. Semoga semua kejadian ini dapat melatihku untuk lebih dewasa lagi.

“Dari Abu Hurairah RA,Rasulullah SAW bersabda:”Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan menyakiti tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah menghormati tamunya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hedaklah berkata baik atau diam.”(HR Bukhari, Muslim,Ibnu Majah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s