Posted in Celotehan

Peran Wanita: Domestik dan Sosial

Bila ada yang bertanya, apa aktivitasmu saat ini? Kujawab ibu rumah tangga. Huff,tampak kurang keren,padahal udah sekolah tinggi-tinggi tapi kok ujung-ujungnya di rumah juga. Begitulah, ibu rumah tangga acapkali dipandang sebelah mata bahkan oleh yang menjalaninya.

Seorang wanita punya dua peran dalam hidupnya yaitu peran domestik dan peran sosial. Peran domestik erat hubungannya dengan urusan kerumahtanggaan, sedangkan peran sosial tentu berhubungan dengan urusan di luar rumah, mungkin karir atau kemasyarakatan termasuk dakwah sya`bi. Kedua peran ini adakalanya tidak dapat dijalankan dalam porsi yang sama besar. Adakalanya urusan domestik menjadi sangat dominan, seperti untuk ibu melahirkan dan menyusui, atau adakalanya urusan sosial menjadi lebih besar suatu saat lainnya.

Seorang ustadzah pernah mengatakan bahwa usia produktif muslimah untuk memerankan peran sosial atau kontribusi di luar rumah adalah usia 40 tahun ke atas. Hal ini wajar karena pada usia ini umumnya anak-anak sudah melewati masa golden age sehingga ibu bisa banyak beraktivitas lain selain urusan domestik.
Dulu saat lajang rasanya banyak sekali mimpi yang ingin diwujudkan, ingin pergi ke sanalah, ingin jadi itulah,dsb. Tapi setelah benar-benar menjalani episode hidup sebagai istri dan ibu, rasanya aku harus kembali menata rancang hidup,kapankan tiap-tiap mimpi itu harus dikejar dan diwujudkan. Keinginan untuk berkarya tetap membara, tapi keinginan untuk dapat merawat dan mendidik Kayyisah dan adik-adiknya dimasa golden age mereka pun adalah keinginan yang paling besar.

Sebenarnya tidak ada dalil yang secara eksplisit menyebutkan bahwa seorang istri wajib ngepel,nyapu, masak,nyuci,dll, sedangkan kawajiban suami untuk mencari nafkah disebutkan dengan jelas. Beberapa ulama bahkan menyebutkan bahwa suami sebaiknya memberikan pembantu untuk meringankan pekerjaan istrinya. Ataupun pendapatl Syaikh Yusuf Qaradawi yang menyebutkan bahwa istri mempunyai kewajiban mengerjakan pekerjaan rumah namun dengan catatan suami pun wajib memberikan nafkah di luar biaya rumah tangga, atau dengan kata lain suami menggaji istri.

Akan tetapi bagaimanapun alangkah indahnya seorang istri menghayati tiap-tiap pekerjaan yang dia lakukan sebagai bentuk ibadah dan bentuk keta`atan kepada suaminya, karena kewajiban inilah yang jelas-jelas disebut dalam al-qur`an.
Lihatlah bagaimana seorang putri Rasulullah seperti Fatimah RA yang sungguh luar biasa menjalankan tiap kewajibannya sebagai istri termasuk melakukan pekerjaan rumah yang berat. Bagaimana badannya menjadi kurus, bagaimana pula tangannya menjadi kasar,namun ia begitu malu untuk meminta kepada ayahnya ketika sang suami Ali bin Abi Thalib yang kasian melihat kondisinya mengusulkan meminta seorang pembantu kepada Rasulullah. Bagaimana pula jawaban Rasulullah ketika melihat putrinya seperti itu, “Setiap tetes keringatmu semoga mengantarkanmu ke surga”.

Begitulah, maka jangan merasa kecil dengan istilah ibu rumah tangga yang pekerjaannya 24 jam sehari, 7 jam seminggu, dan tanpa libur. Berdo’alah, mudah-mudahan tiap tetes keringat yang mengalir akan menjadi bekal meraih surga. Aamiin.

Hoosh..semangat juga untuk suamiku yang selalu bekerja keras untuk kami. Semoga Allah membalasmu dengan surga. Aamiin

2 thoughts on “Peran Wanita: Domestik dan Sosial

  1. hehehe…jadi blogwalking ke blognya ummu kayyis gara2 newsfeed fesbuk.😉
    hihihi…dasar manusia ya..banyak gelisahnya.udah fitrahnya demikian.
    kadang,,,klo udah capeeeeeek bgt,cuma bisa menyemangati diri sendiri sambil berdoa:ya ALLaH,ajari aku utk terus ikhlas.semoga balasannya surga.surga.surga.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s