0

Istri Nabi Nuh & Istri Nabi Luth

 

QS.At-Tahrim

Asbabun Nuzul At-Tahrim ada dua riwayat:

  • Pertama : Aisyah dan Hafsah bersepakat untuk membuat Nabi tidak berlama-lama di rumah istrinya yang lain, yaitu Zainab binti Jahsy, dengan mengatakan bahwa bau mulut Nabi tidak enak setelah minum madu di rumah Zainab–> Nabi bersumpah untuk tidak minum madu lagi di rumah Zainab.
  • Kedua :Pada saat tiba giliran Hafsah, sedang Hafsah sedang keluar rumah, Rasulullah SAW datang bersama Mariah dan duduk di kasur Hafsah. Mendapati itu Hafsah marah sehingga Rasulullah SAW bersumpah tidak akan mendekati lagi Mariah.
  • Dari dua riwayat itu , Rasulullah SAW meminta kepada istrinya untuk merahasiakan sumpahnya, tapi ternyata oleh istrinya malah diceritakan kepada istrinya yang lain.
  • Allah menggunakan kata “ NABBA-AT” (Berita besar) bukan “AKHROBAT”. Padahal yang Rasulullah sampaikan hal biasa, tapi ketika istrinya menceritakan rahasia beliau, Allah menyebutnya dengan berita  besar –> Menjaga rahasia suami walaupun hal kecil adalah perkara besar.
  • Allah menegur Nabi–> mengapa mengharamkan yang halal hanya untuk keridhaan istri.
  • Dalam QS.AN-Nisa:34 disebutkan kriteria wanita shalihah. Yaitu :
    • Yang taat kepada Allah dan suaminya, serta ridha dengan ketaatannya
    • Menjaga diri dan harta suami saat suami tidak ada (termasuk juga menjaga rahasia suami)
  • Kenapa hanya istri yang disebut untuk menjaga rahasia suami? –> Karena biasanya saat wanita bertemu wanita lain, terutama ibunya, sang ibu akan bertanya tentang rumah tangga putrinya.
  • Adapun jika laki-laki menceritakan rahasia istrinya (dan ini sangat tidak lumrah)–> maka Rasulullah SAW mengatakannya sebagai orang yang paling buruk di hari kiamat.
  • Rahasia suami istri hanya boleh diceritakan terbatas saat ada konflik dalam rangka musyawarah.
  • “In Tatuubaa” menunjukkan bahwa perbuatan membocorkan rahasia suami bukan hal sepele
  • Lalu kenapa tegurannya keras? Karena istri-istri Nabi lebih keras dibanding wanita lain. QS.Al-Ahzab : 36 –> lipat ganda hukuman bagi istri Nabi.
  • Tapi Allah menegur istri Nabi dengan lemah lembut –> yang salah Aisyah dan Hafsah, tapi yang dipanggil Nabi,
  • Pun seperti kisah Nabi Adam dan Hawa–> Tegurannya ditujukan kepada Adam AS
  • Kisah Barirah dan Aisyah RA, seorang budak yang meminta bantuan untuk dimerdekakan, tapi Aisyah dan tuannya sama-sama meminta syarat perwalian –> Rasulullah SAW berkata, “Ada apa dengan kaum ini yang membuat syarat-syarat yang tidak ada dalam kitab Allah?”–>Yang salah Aisyah tapi yang dipanggil kaum.
  • Allah dan Rasul-Nya saja sangat lembut pada wanita, kita pun harus begitu
  • “Imra-at” (pakai Ta maftuhah) ada di At-Tahrim : 10&11, Yusuf : 50, dan Ali Imran–> setelah kata “Imra-at” ada nama suaminya di ayat tersebut
  • “Imra-ah” (pakai Ta marbuthah) ada di An-Nisa : 128 dan Al-Ahzab : 50 –> suaminya tidak ada di ayat tersebut –> Jika suami tidak ada, maka wanita harus tertutup seperti “Ta Marbuthah”
  • Tujuan Pernikahan –>Al Baqarah : 230 –> Menegakkan hukum Allah –> jadi yang mengatur adalah Allah

QS At-Tahrim : 10

  • Istri Nabi Nuh bernama Waliqoh, dan istri Nabi Luth bernama Walihah

Mengapa kedua wanita itu menjadi pemisalan orang kafir?

  1. Suami mereka nabi tapi mereka kafir. Gelombang keimanan mereka tidak sama sehingga keimanan suami tidak memberi manfaat. Padahal pendidikan dan qawwamah Nabi Nuh baik, tapi istri dan anaknya tidak baik.
  2. Menyesuaikan dengan tema besar QS.At-Tahrim, yaitu teguran untuk istri-istri Rasulullah SAW yaitu Aisyah RA dan Hafshah RA.
  • Nabi Nuh dan Nabi Luth qawwamahnya baik. Keduanya disebut di ayat itu 2 hamba shalih. Mengapa? Agar menjadi pelajaran sampai kepada hamba-hamba lain walaupun bukan nabi.
  • Kedua istri Nabi Nuh dan Nabi Luth KHIANAT  (mengingkari perjanjian sembunyi-sembunyi). Bagiamana bentuk khianatnya? Mereka khianat dalam agama (MUNAFIQ), menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keimanan.
  • Menurut Ibnu Abbas RA –> mereka bukan khianat ranjang, karena istri-istri nabi tidak ada yang khianat ranjang (Allah jaga itu)
  • Istri Nabi Nuh mengatakan kepada Bani Rosid bahwa Nabi Nuh AS gila–>menghalangi kaumnya untuk beriman
  • Istri Nabi Luth, ketika Nabi Luth bertemu Jibril dan Mikail, ia memberi tanda kepada kaumnya ( kaum Sodom) untuk memberitahu bahwa ada laki-laki di rumahnya. Malam hari menyalakan api, kalau siang hari mengepulkan asap.
  • Laki-laki Amrat (sudah baligh tapi belum tumbuh kumis dan jenggot)/remaja –> lebih menarik syahwat laki-laki yang hatinya berpenyakit, dibanding wanita –> jadi pakaikanlah anak laki-laki dengan pakaian laki-laki, ga usah diunyu-unyu. Kalau tumbuh kumis dan jenggot, biarkan saja.
  • Kenapa Nabi Nuh dan Nabi Luth tidak tahu istri mereka khianat? Ya karena namanya khianat pasti tersembunyi.
  • Nabi Luth baru tahu istrinya khianat pada malam hari sebelum subuh adzab turun, padahal mereka sudah hidup berpuluh-puluh tahun
  • Untuk Nabi Nuh, ada riwayat mengatakan istrinya ikut binasa dengan banjir, ada pula riwayat yang mengatakan (dalam Taurat) bahwa istrinya ikut naik ke kapal bahkan selamat, baru Allah beri tahu. Namun riwayat terakhir ini ada pula yang mengatakan bahwa yang dimaksud ikut kapal adalah istrinya yang lain, bukan yang khianat.

Hati-hati Kufur terhadap suami

  • Dari Abdullah bin Abbas, setelah Rasulullah SAW shalat gerhana, beliau menceritakann pengalaman Isra Mi’raj –> bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah wanita. Karena kufur kepada suami.
  • Hari ini kebanyakan wanita lebih banyak ibadahnya dibanding suaminya, lebih sering datang kajian, tapi harus waspada dengan dosa kufur terhadap kebaikan suami, “Aku tidak pernah mendaapi kebaikan sedikitpun dari dirimu.”
  • Yang bisa menggelincirkan ke neraka bukan hanya dosa-dosa besar tapi bisa saja kalimat-kalimat kecil sederhana yang tidak Allah ridhai.
  • Selain ibdah kepada Allah, perhatikan juga bakti kepada suami,
  • Umar bin Abdul Aziz, menurut istrinya Fatimah, bukanlah orang yang banyak shalatnya. Tapi tidak ada orang yang sepertinya dalam hal takut kepada Allah.
  • Syafaat antar anggota keluarga bisa terjadi kalau gelombang keimanannya sama.

 

=====

Sumber : Dauroh Wanita dalam Al-Quran, Ramadhan Bersama Al-Fatih, yang disampaikan oleh Ust. Herfi G.Faizi — 13 Ramadhan 1438 H

0

Asiah Binti Mujahim

  • Asiah binti Mujahim tinggal di istana megah dengan ratusan pelayan, tapi ia tidak bahagia dengan hartanya itu. Harta di hadapan iman tidak berharga.
  • Bagi orang beriman, dunia bukanlah tolak ukur bahagia dan sukses. Karena jika itu adalah tolak ukur, tentu harusnya Asiah menjadi yang paling bahagia. Jika kita sendiri masih menganggap dunia sebagai tolak ukur kebahagiaan, artinya perlu ada yang dievaluasi.
  • Orang yang hidup dengan Al-Quran pasti beda dengan yang tidak, karena Quran adalah pembeda (Al-Furqon). Maka, definisi sukses akan beda, definisi bahagia dan sedih pun akan beda.
  • Asiah bukan hanya mukminah biasa, tapi ia adalah 1 dari 4 wanita terbaik di dunia dan akhirat.

KEUTAMAAN ASIAH

  • Menurut Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, keutamaan Asiah adalah :
    • Lebih memilih dibunuh daripada kerajaannya
    • Lebih memilih disiksa di dunia daripada sekadar hidup nikmat-nikmat di dunia
    • Firasatnya tentang Musa AS benar–> Musa menjadi Qurrota a’yun
  • Asiah adalah istri Firaun yang mengambil Musa AS dari sungai
  • Para ahli ilmu berbeda pendapat, apakah Firaun yang mengasuh Musa sama dengan yang diadzab di laut
    • Sama–> dalilnya ayat tentang perkataan Firaun, “Bukankah aku telah mengasuhmu.”
    • Beda–> karena Firaun gelar bukan nama
  • MU = air, SA= pohon (bahasa Qibti). Jadi MUSA= bayi yang dibawa air dan nyangkut di pohon
  • Kisah penyelamatan Musa ada di QS.Thaha : 39
  • Penyelamatan Musa itu aneh, tapi logika harus tunduk di bawah syariat Allah.
  • Secara fisik yang menyelamatkan Musa adalah peti kayu. Tapi hakikatnya yang menyelamatkan adalah penjagaan Allah yaitu Allah memberikan bekal cinta-Nya–> kalau Allah sudah cinta, semua apapun bisa terjadi, karena cinta Allah itu istimewa
  • Ada revisi keputusan pembunuhan bayi laki-laki bani Israil saat itu. Orang Qibti khawatir kesulitan mencari pekerja kasar, maka diputuskan 1 tahun dibunuh , 1 tahun dibiarkan. Itu lah mengapa Harun AS, kakak Musa AS yang hanya beda satu tahun bisa selamat.
  • Saat melihat Musa, Asiah langsung jatuh hati padanya, bukan karena fisik Musa bayi. Karena kulit musa coklat, rambutnya keriting, dan wajahnya khas wajah bani Israil. Cinta itu muncul karena adanya cinta Allah yang memancar dari diri Musa AS.

Al-Qasas : 8

  • Tujuan Asiah mengambil Musa adalah karena suka dan berharap Musa menjadi penyejuk matanya dan suaminya. Jadi anak, atau kalaupun tidak jadi anak bisa tetap manfaat
  • Tapi bukan itu rencana Allah. Tujuan Allah adalah supaya Musa menjadi musuh dan kesedihan bagi Firaun.
  • Apakah harapan Asiah terbukti? Ya. Apakah tujuan Allah terbukti? Ya. Kok bisa tolak belakang terbukti? Karena kesedihan hanya untuk musuh Allah.
  • Sejak awal Firaun berkata kepada istrinya, “Ya untukmu, tidak untukku.” Sejak awal Firaun menolak hidayah. Bahkan para ulama berpendapat, andai Firaun mengatakan ‘ya’, maka tidak tertutup kemungkinan ia beriman.

TARGET ANAK (GENERASI) : QURROTA A’YUN

Makna Qurrota

  • Qarra (tetap/ tidak goyang/tsbat)
  • Mata yang tidak tetap (tidak qurrota a’yun):
    • Lagi cari-cari
    • Lagi panik
    • Cemas/curiga, dll
  • Qur (dingin sekali)
  • Di Arab ada ungkapan Mata Panas, yaitu sedih, nangis, marah
  • Anak yang berhasil, akan mendatangkan:
    • Kesedihan–> bagi musuh-musuh Islam
    • Kebahagiaan–> untuk orang tuanya dan orang-orang beriman
  • Anak yang berhasil akan mengantarkan hidayah kepada orangtuanya, seperti Musa AS kepada Asiah
  • Orang tua zaman sekarang ingin anak shalih, tapi saat anaknya shalih melebihi ekspektasinya, malah tidak siap. Jadi ingin anak shalih itu butuh persiapan.
  • Allah masih mengharap Firaun ingat (QS.Thaha: 44)–> Kita pun jangan menutup pintu hidayah. Jangan suka mngeluarkan kalimat yang menutup hidayah Allah untuk anak–> mencela , berkata yang tidak baik

Al-Qasas : 9

  • Pasti Firaun akan membunuh Musa bayi, maka Asiah mengeluarkan kalimat , “Laa Taqtuluu”. Kenapa jamak? Ini menunjukkan larangan bukan hanya untuk Firaun tapi untuk orang-orang suruhan Firaun–> Inilah bentuk perlindungan dari Asiah
  • Skenario Allah
    • Musa dikirim langsung ke istana
    • Segagah apapun Firaun tetap tunduk pada bisikan istri dan anaknya–> maka para istri, bisikanlah hanya yang baik-baik kepada suami
  • Contoh lain bisikan istri

Kisah Harun Ar-Rasyid dan istrinya Zubaidah. Harun Ar-Rasyid memiliki dua putra, Al-Makmun (dari budak) dan Al-Amin (dari Zubaidah). Sejak awal Harun ar-Rasyid akan mengangkat Al-Makmun sebagai penggantinya, tapi ujung-ujungnya Al-Amin lah yang diangkat–> bukti dahsyatnya bisikan istri.

  • Jika suami baik–> bisikan baik istri akann semakin membuat baik
  • Jika suami buruk–> bisikan baik istri bisa meminimalisir kerusakan

 

QS.At-Tahrim :11

  • Asiah sebagai “Matsal” (Perumpamaan) . Yang jadi perumpamaan pasti adalah legenda. Seperti di Arab ada legenda kedermawanan, namanya Hattin At-Tai
  • Ada kaidah yang ulama tafsir tidak sepakat, tapi ada yang mengatakan bahwa bahasa istri dalam Al-Quran ada 2, yaitu
    • “Imra’at”–> bukan istri tapi wanita, menunjukkan adanya yang tidak sempurna atau tidak cocok jadi pasangan. Bahkan Nabi Zakaria awalnya istrinya yang mandul dibahsakan Imra’ah, setelah punya anak jadi Jauzah
    • Jauzah–> ini juga buka istri, tapi lebih ke pasangan (cocok)
  • Awal mula terbongkarnya keimanan sembunyi-sembunyi Asiah adalah kejadian Masyithoh. Masyithoh bukan nama orang tapi nama pekerjaan, yaitu tukang sisir.
  • Saat Firaun tahu keimanan Asiah , Firaun bahkan memanggil ibu Asiah untuk membujuknya, tapi tidak mempan
  • Maka Asiah disiksa dengan diikat di tiang sambil dipukuli oleh algojo-algojo Firaun
  • Saat disiksa itulah Asiah berdoa, “Bangunkanlah aku di sisi-Mu rumah.” Dan Allah tunjukkan, sehingga selama disiksa Asiah malah tersenyum
  • Mengapa kata-katanya, “Di sisi-Mu rumah” bukan “Rumah di sisi-Mu”? Karena yang lebih penting itu di sisi Allah nya bukan rumahnya.
  • Ada kaidah “Al-Jar qobla Ad-Dar.” (Tetangga sebelum rumah)
  • Pelajaran penting bagi kita orang tua:
    • Jaga putri-putri kita jangan sampai jatuh pada laki-laki dzalim walaupun hartanya berlimpah. Suami itu harus shalih dan berilmu. Kriteria laki-laki itu bagus agaman dan amanah.
    • Dalam an-Nisa “Rajulun” (laki-laki), mengandung kata “Rujulun” (Jantan). Apa kriteria laki-laki jantan?
      • Bertasbih di rumah Allah (masjid)
      • Tidak lalai karena dunia
      • Takut hari kiamat

 

=====

Sumber : Dauroh Wanita dalam Al-Quran, Ramadhan Bersama Al-Fatih, yang disampaikan oleh Ust. Budi Ashari, Lc. — 12 Ramadhan 1438 H

 

0

Maryam Binti Imran

  • Kedudukan wanita dalam Islam sangat tinggi. Ada 3 surat khusus wanita dalam Al-Quran, yaitu : An Nisa, An Nur (tentang kehormatan wanita), dan Maryam
  • Kisah Maryam terdapat pada QS. Ali Imran :42-52, dan QS Maryam: 16-dst.
  • Kaitan QS.Maryam dengan surat sebelumnya, yaitu Al-Kahfi perlu diperhatikan
    • Sama-sama berisikan kisah-kisah
    • Dalam Al-Kahfi : 9, Allah bertanya, “Apakah Takjub?” Ya, tapi ada kisah lebih menakjubkan, yaitu kisah Maryam
  • Kisah Maryam di Ali Imran dan di surat Maryam beda cara bertuturnya Allah, bergantung tema besarnya.
  • Tema besar QS.Maryam adalah mengenai RAHMAT Allah. Kata Ar Rahman paling banyak disebut dalam surat ini, yaitu 14x dan kata Rahmat 4x. Kenapa penulisan Rahmat menggunakan ‘Ta maftuhah’ (Ta yang terbuka)? Karena mengacu pada rahmat duniawi seperti hujan, anak, rizki, yang mana orang tidak beriman pun akan dapat. Sedangkan Rahmah menggunakan ‘Ta Marbuthah’ mengacu pada rahmat yang dijanjikan, rahmat akhirat, rahmat yang orang beriman sedang  berada di dalamnya. Maka, ‘Ta Marbuthah’ (Ta yang tertutup) menunjukkan agar orang beriman terjaga.
  • Karena temanya RAHMAT, maka akan ditemui hal-hal yang menakjubkan. Dengan rahmat, benci bisa jadi cinta, yang mati bisa hidup lagi, dst.
  • JANNAH ditulis dengan ‘Ta marbuthah’, hanya satu yang ditulis dengan ‘Ta maftuhah’, yaitu pada QS.Al-Waqi’ah
  • Laki-laki sempurna banyak (Nabi dan Rasul), tapi wanita sempurna hanya 2 yaitu Asiah binti Mujahim dan Maryam binti Imran.
  • Wanita terbaik : Asiah binti Mujahim, Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, dan Fatimah binti Muhammad SAW
  • Para ulama merinci tentang siapa yang lebih baik antara Aisyah RA dan Khadijah RA. Keduanya terbaik dalam perannya masing-masing. Khadijah terbaik dalam mendukung dakwah di masa awal. Sedangkan Aisyah berjasa dalam periwayatan ilmu.
  • Kesempurnaa Maryam terdapat pada QS. At-Tahrim : 12. “Ahshonat Farjahaa”(menjaga kemaluannya). “Hashona”= benteng; “Muhshin”=yang terbentengi (yang sudah menikah).
  • Maryam bukan hanya menutup aurat, tapi membentengi kesuciannya.
  • Rasulullah SAW bersabda, “Aku menjamin rumah di tengah surga bagi :
    • Yang menjaga apa yang ada di antara 2 bibirnya
    • Yang menjaga apa yang ada di antara 2 paha
  • Saat Maryam didatangi Jibril AS, Maryam tidak terfitnah oleh ketampanan Jibril yang padahal jauh lebih tampan dari Yusuf AS.
  • Maryam mengatakan “A’udzu birrahmaan” bukan “A’udzu billah”. Mengapa? Karena Maryam sejak kecil terbiasa dengan pemberian Allah secara langsung, sehingga ia peka dengan nikmat-nikmat Allah, makanya terbiasa menyebut Allah dengan Ar-Rahman.–> Maka, ajarkan pula kepada anak-anak kita bahwa segala sesuatu itu dari Allah, sehingga mereka terbiasa mengenal Allah Yang Maha Rahman, Maha Pengasih, Maha Pemberi.
  • Maryam juga mengatakan pada Jibril , “In Kunta Taqiyya” (Jika kamu bertaqwa)
  • Jadi sebenarnya, jika mau mencari alasan ketergelinciran, Maryam sebagaimana pula Yusuf AS, mempunyai banyak alasan:
    • Syabab (pemuda)
    • Lajang
    • Jauh dari kampung
    • Ganteng/cantik
    • Di tempat tertutup, bahkan dalam kusah Yusuf AS ada kata “ Allaqotil Abwaab”(Yusuf:23) . Artinya pintu yang ditutup banyak, dan cara menutupnya pun mantap. Dikunci, lalu digembok, dst. Tapi nyatanya Yusuf AS tidak terjerumus, pun juga halnya Maryam tidak terfitrnah oleh Jibril. Artinya, tidak ada pula alasan bagi kita, bagi remaja-remaja kita untuk bermaksiat karena alasan ini dan itu.
  • Dalam sebuah penelitian ditemukan hasil bahwa sejauh mana kita menjaga kesucian sebelum pernikahan, berkorelasi positif dengan kebahagiaan pernikahan.
  • Pria yang sebelum menikah banyak menyakiti wanita, dan dia tidak bertaubat, maka Allah tanamkan rasa ragu di hatinya terhadap semua kesucian wanita bahkan istrinya. Pun wanita yang sebelum menikah terbiasa menfitnah dengan kecantikannya, dan dia tidak bertaubat, maka setelah menikah ia akan meragukan semua laki-laki termasuk suaminya.
  • Maryam ketika menuju mihrabnya akan berjalan dengan cepat saat melewati laki-laki –> ini lah contoh Maryam menjaga kesuciaan
  • Ketika Maryam mengatakan “Ar-Rahman”, Jibril langsung berubah ke wujud aslinya karena Jibril adalah yang paling mengenal Allah. Bahkan Jibril sangat marah saat Firaun menyebut dirinya Tuhan, sehingga saat Firaun tenggelam di laut, Jibril menyumpal mulut Firaun dengan tanah liat.
  • Ketika Allah menghendaki sesuatu, maka Allah akan mempersiapkan jalannya sedemikian rupa. Contoh : kisah Nabi Daud beserta Thalut dan Jalut.
  • Maka ketika Allah menginginkan Maryam sebagai ibu Nabi Isa AS,  Allah siapkan jalan yang menakjubkan, yaitu ‘skenario’ Maryam sudah diwakafkan sehingga tidak mungkin dia menikah.
  • Perkataan Maryam pada QS.Maryam :20, bukanlah sebuah pengingkaran/ penolakan, melainkan perkataan yang logis
  • Bagiyyaa”–> artinya bukan pezina tapi pelacur
  • Cukup dengan 3 kalimat saja, Maryam ridha mengandung Isa AS. Tidak seperti kita yang kadang sulit menerima ketetapa Allah.
  • Ada banyak riwayat tentang berapa lama Maryam mengandung. Ada yang bilang 9,8,7,6 bulan, 3 saat, bahkan sebentar. Tapi semuanya tidak ada dalam Quran dan Hadits, sehingga kebanyakan menganggap Maryam mengandung seperti wanita pada umumnya.
  • Pada ayat ke-23, itu adalah kalimat taqwa. Orang bertaqwa biasa mengatakan itu saat terkena fitnah agama. Seperti perkataan Abu Bakar, Umar, Ali. Ali saat perang Jamal mengatakan, “Andai aku mati 20 tahun lalu”.
  • Maryam adalah wanita shalihah sehingga dihormati kaumnya. Padahal saat itu wanita di Bani Israil sangat tidak ada artinya.
  • Fitnah pertama untuk bani Israil adalah wanita–>kisah wanita pendek memakai high heels dan parfum.
  • Ayat 24–> “Jangan bersedih”. Apa beda sedih dan takut?
    • Takut–> untuk diri sendiri seperti saat Musa AS membunuh orang Qibti
    • Sedih–> mengkhawatirkan orang lain, seperti ssat Abu Bakar bersama Rasulullah SAW di gua Tsur.
    • Maryam sedih karena khawatir terhadap putranya, Isa AS.
  • Orang yang menjaga kesucian diri akan dekat dengan pertolongan Allah, contoh :
    • Maryam
    • Kisah 3 pemuda di gunung, salah satunya adalah pemuda yang berhasil menghindari zina
    • Sa’ad bin Abi Waqash dan pasukannya saat penaklukan Persia, bisa mengambang berjalan di atas air (dalam riwayat Ibnu Katsir)

=====

Sumber : Dauroh Wanita dalam Al-Quran, Ramadhan Bersama Al-Fatih, yang disampaikan oleh Ust. Herfi G.Faizi — 11 Ramadhan 1438 H

0

Hanya Butiran Debu

Dunia maya kadang menyesakkan…

Dunia maya kadang melenakan…

Sejak perhelatan pilpres 2014 dan perdebatannya yang tak kunjung usai, berlanjut pigub DKI yang kata orang panasnya ngalah-ngalahin pilpres, cukup membuat saya beralasan “beberesih” isi sosmed yang dalam hal ini adalah Facebook..Maka, jadilah beranda FB saya begitu tentram, aman, dan damai, berisi share-share-an para emak keren tentang ilmu parenting, share-share-an para akhawat shalihah dan asaatidz yang saya follow tentang ilmu syariat, atau mba-mba kece yang share pola jahitan, resep masakan, dan barang dagangan…hehe…

Tapi, itu hanya sejenak. Karena setelah itu ternyata dunia sosmed saya kembali riuh dengan aneka jenis perdebatan, hanya saja dalam versi yang lebih “shalih”. Kini perdebatan itu tentang apakah ini sesuai sunnah atau bid’ah. Ini manhaj nya jelas apa tidak. Ustadz A, B, C nyunnah apa nggak…Hiksss,,disitulah saya mulai baper..

Dan, kajian Adabul Mufrad dengan Ust.Budi Ashari tempo hari menambah kebaperan saya..Beliau berkata, “Dalam ilmu hadits, perawi yang dikatakan dzaif belum berarti tidak shalih. Cacat ilmu iya, tapi cacat agama belum tentu.”  Lanjut beliau, “Seorang ahli ibadah tidak serta merta menjadi layak untuk jadi rujukan ilmu..” Dan, masih perkataan Ust.Budi kala itu, “Murid itu harusnya banyak mendengar, bukan banyak bicara. Yang banyak dibuka itu telinga dan hatinya” Di situlah saya ingin nangis.. Saya ahli ibadah bukan, ahli ilmu apalagi, jauh panggang dari api..Bahkan disebut thalib pun kayaknya ga pantas, lah majlis ilmu mana yang rutin saya hadiri, kitab dan buku apa yang sedang saya kaji?

Qodarullah hari ini tetiba tergerak menggantikan seorang ummahat untuk isi mentoring anak-anak remaja..Bertemu mereka seolah menjadi pengingat dari Allah, betapa banyaknya saudara, adik, anak-anak yang harus disentuh dengan dakwah, dengan cahaya Islam. Saat sosmed saya isinya perdebatan tentang “ilmu” yang bahkan saya pun tidak faham, perdebatan menjurus pergunjingan tentang “para ahli ilmu” yang saya yakin diri saya lebih hina, namun ketika memandang adik-adik ini yang belum sempurna menutup auratnya, membaca Quran pun masih terbata, di situ lah rasanya seperti ditampar.  Sesungguhnya di dunia nyata beban dakwah itu teramat berat, kerja-kerja dakwah menunggu untuk ditunaikan.  Energi-energi kebaikan itu alangkah bermanfaatnya disalurkan dalam amal-amal nyata dibanding perdebatan yang tak berujung..Ah..Bahkan sekalipun bahasa arabmu belum lulus, setidaknya ajarilah mereka membaca huruf hijaiyah, begitu lah saya bisikkan dalam hati..

Seperti murobbi saya bilang, kami punya hutang. Saya punya hutang pada mereka yang telah mengenalkan saya pada Islam. Kepada mereka yang mengajak saya semakin mengenal Allah, mencintai-Nya, mencintai Rasul, mencintai Al-Quran, mengenalkan kepada dakwah walau saya bukanlah ustadzah..Saatnya membayar, saatnya menunjukkan rasa syukur kepada Allah dengan pula menanam benih-benih kebaikan semampunya..Tentu keluarga kita yang pertama, lingkungan, dan siapapun yang dijumpa..

 

Saya  hanya lah butiran debu, tapi semoga Allah mudahkan jalan untuk menjadi debu yang bermanfaat..

 

0

KAYYISAH (6 Tahun…)

“Ummi..Kayyis 6 tahunnya kapan?” Pertanyaan itu sudah sering ia tanyakan, maklum di kelasnya dia termasuk yang paling cilik badannya..hehe..”Iya Nak,nanti Juli..”.. Maka bulan terus berganti, pertanyaan itu pun terus mengiringi. Hingga saat tahu bahwa ini bulan Juli, dia pun bahagia sekali.

Tapi ternyata pertanyaan tak lantas berhenti, hanya berganti,”Ummi, terus Kayyis 7 tahunnya kapan”. hiksss..Maka ummi nya pun pakai jawaban andalan, “Yis, ga perlu dihitung kapan 7 tahun, 8 tahun, itu mah pasti insyaAllah. Yang paling penting itu kakak shalih…”

Tak ada istilah milad atau ulang tahun bagi Kayyis. Seingat saya hanya satu kali saya membelikannya kue khusus, itu pun saat dia baru umur 1 tahun, hehe, kuenya juga dia nggak ngicip. Setelahnya semuanya berlalu begitu saja. Tanggal lahir sendirinya pun dijamin ga tau. Saat ada teman-teman sekitar rumah yang merayakan ulang tahun, maka kami hanya memberi pengertian, “Nak, Rasulullah juga ga ulang tahun, teman kakak belum tau ga papa. Kasih hadiah aja , kan kakak sayang.” Walaupun urusan kasih hadiah sama yang ulang tahun ini bikin perdebatan panjang emak bapaknya..hehe..

Kayyisah. Anak ummi tersayang. Umurnya baru 6 tahun, tapi ummi sering lupa memposisikan dirimu harus serba sempurna. Maka, seringkali kau hanya bilang, “Baiklah..” “Iya lah..” Lalu ummi mulai berpikir, “Tidak kah kau kenapa-kenapa? Apakah ada luka tersembunyi di dadamu?” Maafkan ummi..

Kayyisah. Anak abi tercinta. Yang ngefans berat sama abinya, jadi saingan ummi yang pertama. Dulu kau akan bilang, “Aku mau nikahnya sama abi..” Tapi sekarang sudah kau ganti, “Iya lah..nanti kakak nikahnya sama ikhwan shalih yang lain aja..” huehue..

Kayyisah. Kakaknya dede Aghniya. Yang kalau jauh dirindukan, kalau dekat main rebutan. Rebutan ini..rebutan itu..Ummi tau kamu bosan rebut-rebutan, tapi sabarmu menghadapi adik memang tak ada tandingan. Baarakallahu fiik.

Kayyisah. Semoga Allah menjaga lembutnya hatimu dalam menerima kebenaran Islam. Hati yang selalu tunduk saat diingatkan tentang Allah, Rasulullah, nikmatnya surga dan ngerinya neraka..

Kayyisah. Semoga Allah menjaga lisanmu hanya untuk berkata yang baik, melafalkan kalamullah, mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.. Telingamu hanya untuk mendengar kebaikan. Tangan, kaki, dan semua anggota badanmu semoga senantiasa Allah jaga dalam kebaikan. Karena itu salah satu tanda cinta-Nya.

Kayyisah. Artinya wanita cerdas. Bukan karena IQ jenius, tapi karena selalu ingat amal untuk hari akhir. Seperti sabda Rasul SAW, itulah arti Kayyis (cerdas) sesungguhnya.

Maryam. Banyak laki-laki sempurna ( yaitu para nabi dan rasul), tapi hanya 2 wanita sempurna, salah satunya Maryam binti ‘Imran. Semoga kau bisa meneladaninya.

Alfatih. Semoga bisa mengingatkanmu pada sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik pasukan yang dipimpinnya. Muhammad Al-Fatih. Kau kelak adalah pemimpin dan kau pun adalah jundi.

Kayyisah Maryam Alfatih, kami mencintaimu. Semoga Allah yang Maha Mencintai, juga senantiasa mencintaimu.

0

Buku Pertama Kami

Lagi, dia lah yang menjadi sayap sesungguhnya..

Percaya ga percaya, saya menulis ini sambil menahan tetesan air mata, duh jadi mellow…

Entah serius atau bercanda, tapi dia sering sekali bertanya, “Apa ya kebaikan mas sama ade?” Yang selalu saya jawab hanya dengan tatapan aneh atau cukup helaan nafas. Ditanya ini, sungguh ngeri-ngeri sedap, khawatir terjerumus menjadi istri yang kufur nikmat. Maka saya memilih diam, sembari merenungi kebaikan-kebaikannya yang sungguh tak ternilai, tak terhingga.

Sebagai mamah muda, dulu saya sering kali dihinggapi rasa galau akan identitas diri, aktualisasi, atau emansipasi. Tapi si dia yang membesarkan hati, akan selalu menjawabnya dengan tindakan nyata yang kadang kala tetap saja saya hujani dengan keluhan bertubi-tubi.

Iseng ingin jadi momprener, maka ia belikan semua yang dibutuhkan, ia keluarkan harta yang dipunya, yang pada akhirnya kini alat-alat itu malah tersembunyi cantik di lemari dapur.hiksss…

Ingin jadi guru yang bermanfaat. Maka, dari mulai masukin lamaran, antar wawancara, jadi tutor pribadi, pengasuh anak, hingga ojek antar jemput selama 2,5 tahun pun rela ia jalani.

Kini, saat tiba-tiba temannya membantu menelurkan sebuah buku atas nama saya, hikss padahal mah si saya ngerasa belum layak untuk itu, maka yang saya ingat adalah si dia. Saya ingat sejarah asal muasal tulisan-tulisan itu hadir.

Diary Alfatih, blog ini, hadir saat saya mabok hamil muda. Jangankan keluar rumah, lihat matahari saja langsung pusing. Maka, untuk mengobati kejenuhan, si dia pun berbaik hati membuatkan saya blog ini.

Saya bukan orang yang pandai bicara di depan khalayak ramai. Istilahnya, orang di balik layar. Kadang saya suka guyon sama teman sesama guru dulu di Tuban, yang karakternya mirip-miriplah sama saya, tapi shalihahnya mah jauh ke mana-mana. “Kita mah hanya debu-debu yang beterbangan ya Us..” Untuk mengibaratkan betapa kecilnya peran kami, tak berarti. Namun sering dijawab kawan lain, “Debu itu mensucikan loh kalau dipakai tayammum.” hehe iya juga..

Saking senangnya sembunyi di balik layar, kadang saya berfikir, apa yang bisa saya lakukan untuk berbagi? Bagaimana pun seorang wanita tetaplah harus punya manfaat bagi ummat dan dakwah. Nggak mungkin saya jadi penceramah seperti Mamah Dedeh. Bukan hanya karena tak pede berbicara, tapi ilmu pun memang tak punya. Maka, salah satu cara yang terpikir adalah dengan menulis. Yang kata suami mah tulisan saya teh no thing to lose. Mungkin beliau menjaga rasa, sebenarnya mau bilang tulisan saya itu tulisan alakadarnya khas emak-emak.hehe..

Maka, saat Mas Rifai (sobat pak suami) menyodorkan foto si calon buku, saya cuma bengong sambil di-backsound-in cie cie nya pak suami. Kepala saya pening, bulu kuduk berdiri. Bukan apa-apa, beberapa hari sebelumnya baru dapat kajian Ust.Budi tentang betapa bahayanya fenomena zaman sekarang yang mudah men-share ini itu dan menuliskan ini itu tanpa ilmu.

Kebayang ngerinya. Apa kabar nasib saya, jika ada satu saja kalimat dalam buku itu yang menjerumuskan orang pada kebodohan dan dosa. Namun setidaknya saya agak tenang, karena banyak dari isinya yang adalah tulisan dari isi kajian para ustadz hafidzahumullah. InsyaAllah ilmunya shahih. Mudah-mudahan saya terciprati pahala menuliskan.

Dulu, kalau tidak salah, saya pernah baca status Mas Rifai tentang setidaknya meninggalkan satu buku selama kita hidup. Gara-gara baca status itu, saya sampai kepikiran buat ngeprint beberapa tulisan yang akan saya jilid sendiri. Cukup print-printan itu sebagai kenangan anak cucu di rumah kelak. Tapi qodarullah, ternyata Allah gariskan lain.

Akhir kata, saya benar-benar memohon perlindungan kepada Allah, memohon ampun kepada Allah, memohon petunjuk kepada Allah. Semoga Dia senantiasa membimbing saya hanya berkata yang shahih, menulis yang shahih. Jika lah terlanjur ada tulisan saya di buku atau blog yang ternyata mengandung kejahilan, semoga Allah lindungi mereka yang membaca dari kejahilan itu. Tapi jika memang ada sedikit kebaikan dari tulisan-tulisan itu, semoga kami sekeluarga, Mas Rifai serta tim, dan tentunya yang “terjebak” membaca, Allah karuniakan pula pahala kebaikan

0

Allah Lebih Mencintaimu, Bapak…

“Bi, apa yang abi rasakan kalau suatu saat bapak mempoligami ibuk? Padahal kebaikan dan khidmat ibuk ke bapak luar biasa?“ Itu sebenarnya hanya pertanyaan emosional saya jika sudah dihadapkan dengan isu poligami, agar abinya anak-anak bisa ikut membaca rasa. Lalu dia jawab, “Ya nggak mau lah..” Tapi kemudian abinya berkata lagi, “Tapi Mi, pengorbanan bapak ga kalah besarnya. “ Lalu ia pun mulai berkaca-kaca..

Dari bapak saya mengenal suami lebih banyak. Saya ingat kenangan pertama ngobrol agak panjang dengan bapak, yaitu saat saya, beliau dan Kayyis bayi harus puas hanya menunggu di luar gedung Sabuga saat wisuda S2 kangmas. Beliau menceritakan panjang lebar  masa kecil suami, dan saya bisa menangkap betul betapa beliau sanggat bangga pada putranya itu..

Tahun-tahun yang panjang perjuangan beliau melawan kanker, tapi masyaallah secara fisik beliau terlihat bugar dan sehat. Bahkan di tengah-tengah masa pengobatan, sempat-sempatnya bapak merelakan ibuk untuk menemani saya dan Kayyis yang saat itu harus jauh dari kangmas selama sebulan. Yang kemudian ditutup adegan beliau bela-belain naik motor Surabaya-Lamongan hanya untuk mengantar cucu dan mantunya yang hamil besar pergi ke stasiun.

Barangkali kenangan terakhir saya dengan Bapak adalah saat beliau berbicara dengan saya ditelpon dua bulan lalu. Hanya sedikit, beliau meminta maaf, dan tenggorokan saya rasanya sudah tercekat, menahan agar tidak sampai menangis. Mana pantas seorang anak dimintakan maaf, padahal kesalahan kami lah yang menggunung-gunung.

“Laah, Kayyis ga bisa maen sama kakek lagi.” Itu lah ungkapan spontan bocah saat abinya beri tahu kakeknya sudah meninggal. “Kayyis doakan kakeknya biar nanti bisa main lagi di Surga.” Maka hanya dengan kalimat itu dia langsung riang, “Yeaaay, bisa main lagi sama kakek di Surga…”. “ Iya Kak, makanya yuk doain kakek biar disayang Allah..” “Oh, biar kuburannya luas ya kayak istana. Kalau orang jahat kuburannya sempiit..Aku juga mau kuburan yang luas”

Kami masih belum bisa jadi anak yang shalih, tapi kami yakin Allah Maha Tahu bahwa bapak adalah orang yang shalih, dan kami menjadi saksi. Panjang dan beratnya masa sakit yang beliau rasakan semoga menjadi pembersih semua dosa-dosanya dan pemberat timbangan amalnya kelak di Yaumil Hisab.

“ Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhan-Mu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku. Dan masuklah ke dalam Surga-Ku. “ (QS.Al-Fajr : 27-30)