0

L.I.Q.O

Lagi rame bahas liqo, jadi pengen nostalgia..😁

Saya mengenal mentoring atau liqo di awal tahun 2004. Itu momen tak terlupakan. Saat awal-awal mentoring, saya dan teman-teman termasuk yang sering bolos bahkan main petak umpet sama teteh mentor..Tapi melihat beliau yang sedang hamil besar begitu gigih “mengejar” kami, akhirnya membuat kami luluh..Dan, jika mengingat itu saya merasa sangat berterima kasih. Semoga Allah senantiasa menjaganya, melimpahkan pahala untuknya..

Semua teteh mentor saya, murabbiyah saya, amat istimewa. Salah satu yang paling saya ingat adalah murobbiyah yang harus direpoti oleh saya karena ada ikhwan yang bolak-balik mengajukan proposal nikah. Berkali-kali ditolak, ujung-ujungnya balik lagi, alhamdulillah selesai, da akhirnya beneran jadi suami 😂😂..Semoga pahala terlimpah padanya. Juga untuk seluruh murobbiyah saya hingga detik ini..

Apakah selama perjalanan ini mulus-mulus saja? Tidak. Berkali-kali saya galau, saya lanjut apa nggak ya? Sempat awal kuliah saya bertemu harakah lain, yang mengatakan tarbiyah adalah gerakan konspirasi buatan manaaa gitu, lupa 😀..Beuh anak bawang kayak saya waktu itu galau tak terkira. Tapi saya diingatkan seorang teteh, “Coba tanyakan pada hati, bukankah tarbiyah telah menorehkan banyak kebaikan untuk hidup kita?”

Mungkin tarbiyah tidak membuat saya menjadi seorang ‘alim, tapi dari tarbiyah setidaknya saya tahu kalau kaki itu aurat, makanya saya belajar memakai kaos kaki. Saya tau bahwa memakai khimar harus menutup dada dan pakaian tidak boleh membentuk tubuh. Dan dari tarbiyah saya semakin mencintai kedua orang tua saya, bahkan belajar mencium tangan mereka, aktivitas yang tidak pernah saya lakukan sebagai anak kecuali saat lebaran saja.😥Sepele? Mungkin iya bagi sebagian orang. Tapi bagi saya yang bodoh, hal-hal kecil itu akhirnya membuka jalan kepada kebaikan yang lebih besar. InsyaaAllah.

Namun begitu, hati saya pun merasa sedih ketika muncul keriuhan yang malah semakin memperuncing perpecahan antar kaum muslimin. Potongan video 1 menit yang beredar membuat saya penasaran, maka saya cari video kajian utuhnya. Saya ikhtiarkan menyimak baik-baik pernyataan utuh beliau saat menjawab pertanyaan seorang akhawat tentang liqo. “Liqo tidak dicontohkan oleh Rasul.” Terkait ini  asaatidz sudah banyak yang membahasnya. Tapi jika video 1 menit itu dilanjutkan, maka akan ada pernyataan beliau tentang menuntut ilmu tidak harus di liqo saja. Ikutilah kajian di mana pun untuk menuntut ilmu. Husnudzon saya mungkin ustadz mengira bahwa liqo adalah satu-satunya tempat menuntut ilmu bagi para liqoers. Padahal nggak kan ya? kan kan? 😀Apalagi sekarang mah kajian banyak , dari mulai di  dunia nyata hingga dunia maya. Tinggal kitanya yang mau apa nggak…

Dari dauroh mentor yang baru saya ikuti kemarin, terkait pemenuhan ilmu ini harus diakui memang menjadi PR kita semua. Bagaimana pun dalam proses tarbiyah, ilmu adalah salah satu output yang seharusnya didapatkan. Sering saya menemukan komentar sebagian liqoers yang haus akan ilmu karena merasa di liqonya kurang pembahasan ilmu. Maka, menurut salah seorang ustadz, hal ini memang harus sama-sama menjadi perhatian, bagaimana agar para murobbi memilik kafa’ah syar’iyyah yang lebih dibanding binaannya dan bagaimana agar mutarobbi memang mendapatkan ilmu dalam liqonya.

Ini sebenarnya seperti menampar diri saya sendiri. Dulu saya pegang kelompok mentoring, dan sekarang sebagai anak bawang,  saya senang jadi mentor badal. 😂 Tapi saya akui khusus untuk diri saya sendiri memang masih jauh dari sebutan ahli ilmu, disebut thullab juga belum tentu pantas 😔.. Maka PR saya adalah agar “teko”  ini bisa mengeluarkan isi, saya harus rajin mengilmui diri. Mengikuti kajian, membaca buku, tidak malas saat diminta hadir tasqif, dst. Dan sebagai mutarobbi pun tidak bisa hanya mengandalkan liqo pekanan, lalu mengeluh tidak mendapat ilmu apa-apa dari liqo. Karena liqo hanya salah satu sarana tarbiyah, terlebih durasinya yang terbatas. Maka lagi-lagi kembali, rajinlah mengilmui diri, bagaimanapun ada namanya tarbiyah fardhiyah…Duuh enak banget ya ngomong gini, melaksanakan mah sulit 😢😢

Akhir kata, yuk ah kembali pada ladang amal nyata yang banyaaak di sekitar kita..MasyaaAllah ada asaatidz yang concern memberikan ilmu bagi masyarakat di majlis-majlis ilmu, masjid-masjid, forum-forum..Tapi mungkin ada pribadi-pribadi yang belum layak menyandang predikat ustadz/ustadzah tapi tetap bergerak membina adik-adik, anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, bahkan kaum marjinal yang belum tersentuh majlis- majlis ilmu. Yang harus didatangi secara aktif, harus pelan-pelan dibina dan disentuh. Kadang terberit dalam pikiran saya sendiri, “Walau bahasa Arabmu belum lulus, setidaknya ajari mereka huruf hijaiyah Wulan!”. Ladang amal nyata itu luas teramat, alangkah indah semuanya bergerak berkolaborasi..Duuh lagi-lagi enak banget nih ngetik cuma tinggal pakai jari, ngamalinnya yang susaaah 😔

Akhir kata (lagi?). Berhati-hatilah terhadap adu domba. Terhadap potongan-potongan video, terhadap artikel-artikel yang harus dicek dan ricek. Dengan ributnya kaum muslimin, ada yang sedang mancing di air keruh. Naooon cenah 😀😀

Advertisements
0

Cabang Iman ke-13 : Tawakkal kepada Allah SWT

PENGERTIAN

Tawakkal adalah tsiqoh, pasrah, dan menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah dengan adanya sebab-sebab usaha.

Tawakkal disebutkan sebanyak 70 kali di dalam Al-Qur’an, ini menunjukkah betapa pentingnya tawakkal.

URGENSI TAWAKKAL

  1. Karena salah satu sifat yang menonjol dari seorang muslim adalah tawakkal.
  2. Al-Anfal : 2. Menurut Ibnu Katsir, orang-orang mukmin itu hanya berharap kepada-Nya, tujuan kepada Allah, dan memohon perlindungan kepada Allah.
  3. Tawakkal adalah syarat sah keimanan seseorang. QS.Al-Maidah : 23
  4. Tawakkal adalah setengan agama (nisfud diin)

Agama itu terdiri dari 2  hal (QS.Al-Fatihah : 5)

  • Isti’anah, memohon pertolongan kepada Allah, termasuk dalam hal ini adalah tawakkal
  • Ibadah, yang di dalamnya juga ada Al-Mahabbah, khauf, raja’

Dalam ayat-ayat tentang Tawakkal, Allah selalu mendahulukan objeknya terlebih dulu. “Iyyaaka Na’budu”, “Wa ‘alallahi fal yatawakkal..”, dst. Mengapa demikian? Ini mengisyaratkan bahwa mengenal siapa yang ditawakkali, mengenal Allah terlebih dulu, itu sangat penting. Tak kenal maka tak cinta. Jika kita sudah kenal, apalagi cinta, maka semua ibadah akan terasa ringan dan isti’anah akan terasa mudah. Seperti perkataan Salaf, “Jangan lihat kecilnya dosa, tapi lihatlah siapa yang kau langgar.”

Dalam QS. AL-Fatihah: 7, siapakah yang dimaksud Allah beri nikmat atas mereka? Mereka adalah para nabi, shiddiqin, para syuhada, dan sholihiin.

Apakah mudah ? Tidak.Jalan yang mereka tempuh sangat sulit, ujian mereka pun berat. Tapi karena mereka mencintai dan dicintai Allah, maka mereka menikmati ujian-ujian itu.

Nabi Ayyub AS, menikmati ujian karena tahu bahwa di dalam ujian itu ada cinta Allah.

Rasulullah SAW merasakan ujian yang sangat berat, yaitu ketika berdakwah ke Thaif pada tahun ke-10 kenabian. Tapi lihatlah isi doa beliau saat di Thaif. “Wahai Allah Tuhanku, kepada-Mu aku mengadukan kelemahan diriku, kekurangan daya upayaku dan kehinaanku di hadapan sesama manusia. Wahai Allah Yang Maha Kasih dari segala kasih, Engkau adalah pelindung orang-orang yang lemah dan teraniaya. Engkau adalah pelindungku. Tuhanku, kepada siapa Engkau serahkan diriku? Apakah kepada orang jauh yang membenciku atau kepada musuh yang menguasai diriku. Tetapi asal Kau tidak marah padaku, aku tidak perduli semua itu. Kesehatan dan karunia-Mu lebih luas bagiku, aku berlindung dengan cahaya-Mu yang menerangi segala kegelapan, yang karenanya membawa kebahagiaan bagi dunia dan akhirat, daripada murka-Mu yang akan Kau timpakan kepadaku. Engkaulah yang berhak menegurku sehingga Engkau meridhaiku. Tiada daya dan upaya kecuali dari-Mu”

“Besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan, dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Oleh karena itu, barangsiapa ridha (menerima cobaan tersebut), maka baginya keridhaan, dan barangsiapa murka maka baginya kemurkaan.” (HR. Ibnu Majah)

  1. Allah memerintahkan tawakkal dalam segala urusan, bahkan doa keluar dan masuk rumah saja isinya adalah tentang tawakkal kepada Allah.

Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang aku harapkan, maka janganlah Engkau menyerahkan aku kepada diriku sendiri meski hanya sekejap mata dan perbaikilah seluruh urusanku. Tiada Ilah Yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Dawud no. 5090, Ahmad no. 27898 Ibnu Hibban. Dihassankan oleh Syaikh Syuaib Al-Arnauth dan Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 3388)

Akan masuk surga suatu kaum yang hati mereka seperti hati burung.” (HR. Muslim no. 2840) à hati yang penuh tawakkal dan hanya bergantung kepada Allah SWT

KEUTAMAAN TAWAKKAL

  1. Sifat ahli surga adalah sabar dan tawakkal
  2. Orang yang tawakkal kepada Allah, akan Allah cintai. QS.Ali Imran: 159à masih ada hubungan dengan kisah perang Uhud di Ali Imran : 152. Allah tidak mencela proses yang sudah terjadi pada perang uhud (Musyawarah)à فاذاعزمت فتوكل على الله
  3. Orang yang tawakkal akan senantiasa Allah jaga, Allah penuhi semua kebutuhannya. QS. Ath-Thalaq :3
  4. Orang yang tawakkal susah untuk dipengaruhi syaitan dan dilindungi Allah dari orang jahat. QS. An-Nahl : 99
  5. Orang tawakkal adalah uswah (teladan) QS. Al-Mumtahanah: 4
  6. Tawakkal adalah penyebab utama Allah akan memberi rizki

Rizki tidak melulu tentang harta, tapi bisa dalam bentuk ilmu, kenyamanan, kesehatan, harmonis, dst.

“Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Hakim)

  1. Tawakkal adalah penyebab utama kemenangan kaum muslimin menghadapi musuh. QS. Ali Imran : 160 –> Jika Allah menolong kalian makan tidak ada yang bisa mengalahkan kalian

HAL-HAL YANG PERLU DITAWAKKALI

  1. Tawakkal dalam hal yang biasa kita khawatirkan, yaitu tentang rizki.

Syaikh Qardhawi pernah mengatakan bahwa urusan rizki dan ajal banyak membuat orang berpikir, khawatir, dsb. Padahal semua itu sudah dijamin.

Mari belajar dari kisah Abu Bakar RA, saat beliau ditanya tentang apa yang akan diinfakkan untuk perang Tabuk. Jawabnya adalah seluruh hartanya. Cukup baginya dan keluarga Allah dan Rasul-Nya.

Lalu mari kita pun melihat kisah para Mujahidin. Apa yang mereka tinggalkan untuk keluarga? Mereka akan berkata, “ Kita pergi untuk memenuhi perintah Allah. Allah berjanji akan memberikan rizki kepada hamba-hambaNya”. Dan bagaimana penyikapan para istri mujahidin? Mereka pun akan berkata, “ Saya tahu suami saya Cuma makan dan bukan yang memberi rizki. Jika tukang makan itu pergi, maka Sang Pemberi rizki tidaklah pergi.”

  1. Tawakkal dalam urusan agama , yaitu dalam berdakwah dan penegakkan Islam.

Tawakkal orang yang berdakwah harus lebih besar dari orang biasa.

USAHA YANG BERKAITAN DENGAN TAWAKKAL

توكل  (Tawakkal) –> berserah dengan berusaha

تواكل (Tawaakal) –> pasrah tapi tidak mau berusaha, dan ini tercela

QS.Al-Anfal : 60–> واعدوالهم –> I’dad (persiapan) adalah bentuk usaha

  1. An Nisa : 102 –> tentang shalat khauf, bersiap siaga dan mengambil senjata
  2. Ad Dukhan : 24–> Kisah Nabi Musa
  3. Al-Hijr : 65–> Kisah Nabi Luth

Beberapa ayat tersebut adalah contoh tawakkal  yaitu berserah namun tetap diiringi usaha.

Pada suatu hari ada seorang laki-laki yang akan pergi berjihad dan dia berkata kepada Imam Ahmad bahwa dia tidak mau membawa bekal karena dia tawakkal kepada Allah. Maka Imam Ahmad pun menjawab, “Berangkat saja sendiri kalau begitu.”

Seseorang berkata kepada Nabi ShollAllahu ‘alaihi wa sallam, “Aku lepaskan untaku dan (lalu) aku bertawakkal ?” Nabi bersabda, “Ikatlah kemudian bertawakkallah kepada Allah.” (HR. Tirmidzi dan dihasankan Al Albani)

Orang yang tawakkal seperti orang yang melempar benih. Ia rawat sebaik mungkin, namun kemudian ia menyerahkan hasilnya kepada Allah.

Jangan pernah merasa keberhasilan adalah karena diri kita. Semua terjadi karena Allah SWT

Contoh tawakkal  dari para teladan mulia:

  1. Proses hijrah Rasulullah SAW yang penuh dengan persiapan dan strategi yang sangat matang
  2. Nabi Nuh AS membuat kapal sebagai bentuk usaha menyelamatkan diri
  3. Nabi Ya’qub AS melarang Nabi Yusuf AS menceritakan perihal mimpinya kepada saudara-saudaranya.

– Keluarga Nabi Ya’qub bisa mentakwil mimpi, termasuk para putranya

– Minta tolonglah kepada Allah dengan jalan menyembunyikan karena orang yang diberi nikmat itu dihasadi

  1. Orang-orang yang hanya duduk-duduk di masjid akan dipukul oleh Umar RA

BUAH TAWAKKAL

  1. Akan mendapatkan As-Sakinah dan Tuma’ninah. Contoh nya adalah saat Rasulullah SAW berada di gua Tsur.

“Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) Maka Sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir Itulah yang rendah. dan kalimat Allah Itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(QS. At-Taubah : 40)

2.  Al Quwwah (kekuatan)

  • QS. Yunus : 71 –> Kisah Nabi Nuh AS
  • QS. Hud : 54-56 –> Kisah Nabi Hud AS
  • QS. Al-Ahzab : 22 –> kisah kemenangan pada perang Ahzab

3.  Al Izzah (kemuliaan) –> QS Asy Suara : 217

CIRI ORANG TAWAKKAL

  • Dari Yahya bin Muadz. “Kapan seseorang bisa dikatakan tawakkal? Yaitu jika dia ridha Allah sebagai penolongnya.”
  • Orang tawakkal adalah orang yang selalu optimis. QS. Yusuf : 87
  • Orang tawakkal tidak pernah mengeluh atau menunjukkan ketidaksabaran. Dia adalah orang yang paling sabar.

 

====

Sumber : Kajian Kitab Mukhtashor Syu’abul Iman ,Ummahat KAF Tangsel, yang disampaiakan oleh Ust. Akhmad Nizaruddin, MA.

Dirangkum oleh Wulan Ummu Kayyisah

0

2.492 Hari

Kalau tentang milad, milad siapapun yang di rumah, kami hare-hare aja, paling-paling hanya saling becanda..”Waah udah tuaa..” Tapi ketika anniversary kami suka iseng bikin momen spesial walau sekadar makan sekeluarga di emperan..hehe..Seneng aja ngobrol mengingat-ngingat momen pertama kali senggol-senggolan tangan di pelaminan, jalan berdua, apalagi momen jatuh cinta pertama kalinya..😁

Di momen anniversary yang ke-7 kemarin, bapake berbaik hati mau ngajak jalan-jalan, yang sebenarnya buat nyenengin emaknya tapi ujung-ujungnya tetap saja kebahagiaan anak-anak yang utama bagi emak..Yang spesial lagi, bapake sengaja ambil cuti. “Pak, Kimia ITB ulang tahun ke-70, saya juga mau cuti ulang tahun pernikahan yang ke-7”..Huehue..itu dialog imajiner bapake saat mau menghadap atasan..😂😂

Bagi saya dia tetaplah sang sayap. Cukup saat melihat dia tempo hari menerjang hujan petir hanya untuk mengantar jemput saya mengaji atau berbagi ilmu, mengingatkan lagi bahwa dia tetap memiliki banyak andil dalam setiap langkah saya. Semoga Allah limpahkan padanya pahala. Cukup tiap malam dia membagi isi kajian yang dia dengar, sampai kadang saya tinggal ketiduran, mengingatkan bahwa bagaimana pun dia sedang berikhtiar mendidik saya yang keras kepala tapi kurang ilmu ini. “Bengkok” dan PMS selalu menjadi senjata andalan. Wanita oh wanita…hiks..

Tapi pesbuk setidaknya mengingatkan memori 4 tahun lalu..Tentang pesannya di suatu pagi, “Mi, suami dan istri adalah satu kesatuan dalam sebuah keluarga, maka ketika menilai tentang kebermanfaatan, jangan lagi mendikotomikan keduanya, karena pada dasarnya mereka satu keluarga, kebermanfaatannya pun adalah manfaat dari sebuah keluarga utuh..Apapun peran sosial maupun domestik masing-masing, satu dan lainnya saling mempengaruhi..Maka jadilah istri yang bisa membantu suaminya bermanfaat, pun jadilah suami yang bisa membantu istrinya bermanfaat.” Itu adalah pesan jitu saat bisik-bisik mulai menghampiri telinga saya, “Ga bosen di rumah saja?”..”Sayang loh potensinya.” Dst..Semoga kami sedang berbagi peran yang keduanya tetap mendulang pahala..

====

Di Surga, seorang suami akan terpana melihat istrinya selama 40 tahun”, katanya sambil ngisengin menatap si saya lama. Latihan heula cenah..he… Mudah-mudahan Allah kabulkan kelak bisa masuk Surga, dan bisa saling menatap berlama-lama. Lalu saya tanya, “Kalau kita Surga nya ga setingkat gimana? Emang abi mau ngangkat umi?” Eh, malah dia jawab, “Kalau abi yang di bawah, ummi mau ngangkat abi?” Pertanyaan yang tak perlu jawaban, hanya doa dan ikhtiar yang harus semakin kencang.

Alhamdulillah ‘alaa kulli haal. Kami masih tertatih dan masih harus banyak mengilmui diri. Agar visi rumah tangga, bersama hingga ke Surga, bukan cuma slogan semata. Perjalanan panjang dan sulit. Menjaga agar bahtera tak melenceng dari jalan-Nya. Mendidik anak-anak agar seperti yang dicita-cita, menjadi pemimpin orang-orang bertaqwa.

091010-091017

0

Belajar Berbagi dari Kayyisah

Kisah 1

Sore kemarin  si Kakak menggerutu sendiri sambil menekuk wajah. Saya coba tanya apa yang sedang ia bicarakan. Lalu mulai lah dia bercerita bahwa saat di sekolah beberapa kawannya makan snack tapi dia tidak dibagi dan tidak boleh lihat.

U: “Loh..maksudnya Kakak pengen lihat untuk apa?”

K : “Aku kan cuma mau tau,  ga akan minta kok.”

U :”Iya Nak, tapi kan ga semua orang suka dilihatin waktu makan.”

K :  “Ya udah kalau gitu, besok-besok juga aku mau rahasia-rahasiaan jajan.”

U : “Kak, tadi kakak sedih ga teman-teman rahasia rahasiaan?”

K : “Sedih…”

U : ” Nah, samaa..Kalau kakak rahasia rahasiaan juga, nanti teman-teman ada yang sedih..”

K: “Tapi kan kata ummi harus berbagi.”

U : “Iya Nak, kalau kakak punya makanan, kita berbagi, itu shalihah..Tapi kalau sama orang lain kita ga boleh minta-minta. Kalau dikasih alhamdulillah, kalau nggak, jangan minta atau ngeliatin makanannya. Memberi itu lebih baik Nak”.

K :” Ooh..kayak kemarin ya..waktu kakak A minta kurma aku. Kakak A bilang, ‘Mau dong kurmanya’. Tetus aku bilang deh, ‘Silakan dimintaaa..” -sambil nunjukki adegan membuka tangan, hehe..-

U : “MasyaaAllah iya Nak begitu, shalihahnya anak ummi”..

K : “Terus kakak A nya masih mau, tapi kurma aku cuma tinggal satu..”

U: “Ooh gituu..Kalau memang gitu, kakak boleh bilang, ‘Maaf ya Kak kurmanya cuma tinggal satu.”

K: ” Gapapa aku potek aja pakai gigi, jadi setengah-setengah..”

U : “Ooh..MasyaaAllah..Iya, tapi kalau makanannya yang keras dan ga bisa dipotek, ya Kakak minta maaf aja belum bisa berbagi..”

K: “Ooh kayak apel yaa, yang keras…Kalau yang keras aku pergi aja ke Ummu Hafidz minjem pisau buat ngebagi..”

Di situlah saya terdiam..Malu..

====

Kisah 2

Suatu hari, pulang sekolah si kakak lapor , “Ummi..ummi maaf uang infaq yang di amplop waktu jumat lupa dikasihin, jadinya tadi aku kasih aja ke temen aku, biar dia senang bisa jajan.”

Mendengar itu, ekspresi saya bengong..

“Waah Nak, kenapa dikasihin ke temen, duuh ga enak nanti sama umminya..”

” Ga papa, kan biar temen aku senang bisa jajan..”

Akhirnya,…Ya sudah lah, hitung-hitung mempererat rasa kasih sayang dengan teman, saling memberi hadiah..

Lalu besoknya sambil ngobrol santai saya tanya-tanya si kakak kegiatan di sekolahnya hari itu..”Kak, kakak pernah marahan ato berantem ga ama temen ?”

“Ga, yang pernah si A ama B, D sama C..”

“Ooh..kalau yang marah sama Kakak pernah ada?”

” Pernah, tuh E..”

“Kapan emangnya? Kakak bikin salah apa?”

” Itu kemarin..Ga tau kenapa, dia ga mau deket-deket aku..”

“Loh kemaren? Jadi Kakak ngasih uang yang kemaren itu biar dia ga marah lagi?”

Si Kakak cuma nyengir, “Hehe..iyaaah..biar dia senang..”

===

MasyaaAllah…

Mungkin itu lah bedanya jiwa yang tanpa dosa, dengan jiwa saya yang berlumur dosa.

Anak kecil mampu berbagi untuk hal kecil sekalipun bahkan akan mencari akal bagaimana pun untuk berbagi. Tapi orang tua mencari-cari alasan untuk menahan tangan. Menghitung-hitung dan berfikir lama saat akan berinfaq..

Anak kecil saat bertengkar, akan dengan mudah saling memaafkan, bahkan mencari jalan untuk berdamai lalu bermain lagi seolah tak terjadi apapun. Tapi orang tua kadang masih menaruh dendam, perasaan tak enak, bahkan tak segan mencari perselisihan di antara perbedaan..

Nak..terima kasih, hari ini ummi belajar lagi..

Baarakallahu fiik..😘😘

Dan lagi, semoga ridha dan penjagaan Allah senantiasa meliputi asaatidzahmu..

 

 

0

Galauniti Vaksinasi

Seminggu terakhir FB saya, iyah saya, isinya rame pembahasan tentang vaksinasi. Sebenarnya pro kontra vaksinasi bukan hal yang baru, tapi berhubung saat ini pemerintah sedang menggalakan program imunisasi MR, maka wajar lah rame lagi.

Sebagai emak-emak, saya juga pernah galau, terutama pada aspek kehalanan vaksin. Bahkan seminggu  lalu saat menimbang-nimbang Kayyis mau divaksin apa nggak, duuh umminya tiap hari menggalau..Hebatnya, nyari ilmunya via FB ama mbah Google..duh..duuh..manusia zaman sekarang, eh si ummi aja ini mah deng. Alhasil,hari ini provaks, besok bisa ganti jadi antivaks..Apa pula ini istilah..

Lalu tiba-tiba dapat inspirasi, akhirnya nyoba-nyoba baca buku-buku zaman kuliah dulu..MasyaaAllah, udah berdebu banget tuh buku-buku..Ditutup diskusi dengan abinya anak-anak, yang diakhiri pertanyaan epik nan makjleb, “Umi serius udah lupa pelajaran kuliah?”😂

Saya ga mau bahas provaks dan antivaks, itu mah udah mainstream..huehue..Saya hanya ingin nulis kenangan minggu lalu saat akhirnya memutuskan memvaksin Kayyis di sekolahnya, saat sebagian besar anak yang lain memilih untuk tidak divaksin di sekolah, tentunya dengan aneka macam alasan dan pertimbangan. Ini lah kerennya Kuttab, hal seperti ini memang seharusnya diserahkan pertimbangannya kepada orang tua, bahkan saat divaksin anak wajib didampingi orang tuanya.

Yang lucu, sehari sebelum divaksin, pulang-pulang si Kayyis bilang gini, “Umi..umi …kata temen aku ga boleh disuntik..ga halal..” Hayoo loh, si ummi cuma bisa nyengir kuda..Akhirnya saya jawab sebisa-bisa, “Iya nak, umminya A dan B baca berita kalau obat yang mau disuntiknya ga halal, jadi belum boleh dulu. Tapi abinya Kayyis sudah baca juga di tempat lain kalau obatnya insyaaAllah halal, jadi gapapa ya beda…”

Malam sebelum vaksin, saya pun sempatkan berdialog iman dengan Kayyis:

U: “Kak, yang ngasih sehat siapa sih?”

K :” Allah..”

U : ” Iya Kak, masyaaAllah Alhamdulillah, Allah baik banget..Tapi kita juga harus ikhtiar Kak. Gimana biar kita sehat Kak?”

K : “Olahragaa..makan makanan yang sehat-sehat..bersih-bersih..”

U : ” Iya Kak, makan buah sayur ya..madu juga..Kalau sakit, terus  ke dokter, ya dikasih obat.. Tapi yang ngasih sembuh siapaaa?”

K : ” Allah…”

Mengapa saya awali pula ikhtiar ini dengan berdialog iman dengan si kakak? Karena saya ingin mengingatkan dia bahwa semua adalah milik Allah termasuk sehat dan sakitnya kita. Libatkan Allah, senantiasa. Kita, hamba-Nya, hanya berikhtiar. Makan sehat, lingkungan sehat, tibunnabawi, pengobatan modern, termasuk vaksin,  hanya lah bentuk usaha.  Tak ada yang Maha Benar selain Allah.

Sepanjang malam saya terus berdoa, “Yaa Allah, kalau vaksin MR ini tidak baik, maka tolonglah hamba..” Beneran dag dig dug seperti sedang milihin jodoh.huehue..Saya takut ada setitik saja barang haram yang mengalir dalam darah anak saya, yang akan menjauhkannya dari ridha Allah..

Dan, akhirnya semua pun berlalu..Bagi kami ini hanya lah bentuk ikhtiar, yang kami awali dengan bertanya dan membaca kepada yang ahli, serta memohon petunjuk Allah. Tawakkal, memasrahkan segala sesuatu setelah usaha sekemampuan diri.

Allah yang menciptakan bumi dan seisinya. Allah pula yang mengaruniakan akal, dan juga ilmu kepada manusia. Terlebih Allah berikan petunjuk agung yaitu Al-Quran. Kemampuan dan ilmu kita terbatas, barangkali yang hari ini kita yakini, esok hari bisa saja berganti setelah kita lebih jauh mengilmui diri..

Berilmu itu memang sulit, tapi yang lebih sulit adalah memiliki adab…😊

0

Istri Nabi Nuh & Istri Nabi Luth

 

QS.At-Tahrim

Asbabun Nuzul At-Tahrim ada dua riwayat:

  • Pertama : Aisyah dan Hafsah bersepakat untuk membuat Nabi tidak berlama-lama di rumah istrinya yang lain, yaitu Zainab binti Jahsy, dengan mengatakan bahwa bau mulut Nabi tidak enak setelah minum madu di rumah Zainab–> Nabi bersumpah untuk tidak minum madu lagi di rumah Zainab.
  • Kedua :Pada saat tiba giliran Hafsah, sedang Hafsah sedang keluar rumah, Rasulullah SAW datang bersama Mariah dan duduk di kasur Hafsah. Mendapati itu Hafsah marah sehingga Rasulullah SAW bersumpah tidak akan mendekati lagi Mariah.
  • Dari dua riwayat itu , Rasulullah SAW meminta kepada istrinya untuk merahasiakan sumpahnya, tapi ternyata oleh istrinya malah diceritakan kepada istrinya yang lain.
  • Allah menggunakan kata “ NABBA-AT” (Berita besar) bukan “AKHROBAT”. Padahal yang Rasulullah sampaikan hal biasa, tapi ketika istrinya menceritakan rahasia beliau, Allah menyebutnya dengan berita  besar –> Menjaga rahasia suami walaupun hal kecil adalah perkara besar.
  • Allah menegur Nabi–> mengapa mengharamkan yang halal hanya untuk keridhaan istri.
  • Dalam QS.AN-Nisa:34 disebutkan kriteria wanita shalihah. Yaitu :
    • Yang taat kepada Allah dan suaminya, serta ridha dengan ketaatannya
    • Menjaga diri dan harta suami saat suami tidak ada (termasuk juga menjaga rahasia suami)
  • Kenapa hanya istri yang disebut untuk menjaga rahasia suami? –> Karena biasanya saat wanita bertemu wanita lain, terutama ibunya, sang ibu akan bertanya tentang rumah tangga putrinya.
  • Adapun jika laki-laki menceritakan rahasia istrinya (dan ini sangat tidak lumrah)–> maka Rasulullah SAW mengatakannya sebagai orang yang paling buruk di hari kiamat.
  • Rahasia suami istri hanya boleh diceritakan terbatas saat ada konflik dalam rangka musyawarah.
  • “In Tatuubaa” menunjukkan bahwa perbuatan membocorkan rahasia suami bukan hal sepele
  • Lalu kenapa tegurannya keras? Karena istri-istri Nabi lebih keras dibanding wanita lain. QS.Al-Ahzab : 36 –> lipat ganda hukuman bagi istri Nabi.
  • Tapi Allah menegur istri Nabi dengan lemah lembut –> yang salah Aisyah dan Hafsah, tapi yang dipanggil Nabi,
  • Pun seperti kisah Nabi Adam dan Hawa–> Tegurannya ditujukan kepada Adam AS
  • Kisah Barirah dan Aisyah RA, seorang budak yang meminta bantuan untuk dimerdekakan, tapi Aisyah dan tuannya sama-sama meminta syarat perwalian –> Rasulullah SAW berkata, “Ada apa dengan kaum ini yang membuat syarat-syarat yang tidak ada dalam kitab Allah?”–>Yang salah Aisyah tapi yang dipanggil kaum.
  • Allah dan Rasul-Nya saja sangat lembut pada wanita, kita pun harus begitu
  • “Imra-at” (pakai Ta maftuhah) ada di At-Tahrim : 10&11, Yusuf : 50, dan Ali Imran–> setelah kata “Imra-at” ada nama suaminya di ayat tersebut
  • “Imra-ah” (pakai Ta marbuthah) ada di An-Nisa : 128 dan Al-Ahzab : 50 –> suaminya tidak ada di ayat tersebut –> Jika suami tidak ada, maka wanita harus tertutup seperti “Ta Marbuthah”
  • Tujuan Pernikahan –>Al Baqarah : 230 –> Menegakkan hukum Allah –> jadi yang mengatur adalah Allah

QS At-Tahrim : 10

  • Istri Nabi Nuh bernama Waliqoh, dan istri Nabi Luth bernama Walihah

Mengapa kedua wanita itu menjadi pemisalan orang kafir?

  1. Suami mereka nabi tapi mereka kafir. Gelombang keimanan mereka tidak sama sehingga keimanan suami tidak memberi manfaat. Padahal pendidikan dan qawwamah Nabi Nuh baik, tapi istri dan anaknya tidak baik.
  2. Menyesuaikan dengan tema besar QS.At-Tahrim, yaitu teguran untuk istri-istri Rasulullah SAW yaitu Aisyah RA dan Hafshah RA.
  • Nabi Nuh dan Nabi Luth qawwamahnya baik. Keduanya disebut di ayat itu 2 hamba shalih. Mengapa? Agar menjadi pelajaran sampai kepada hamba-hamba lain walaupun bukan nabi.
  • Kedua istri Nabi Nuh dan Nabi Luth KHIANAT  (mengingkari perjanjian sembunyi-sembunyi). Bagiamana bentuk khianatnya? Mereka khianat dalam agama (MUNAFIQ), menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keimanan.
  • Menurut Ibnu Abbas RA –> mereka bukan khianat ranjang, karena istri-istri nabi tidak ada yang khianat ranjang (Allah jaga itu)
  • Istri Nabi Nuh mengatakan kepada Bani Rosid bahwa Nabi Nuh AS gila–>menghalangi kaumnya untuk beriman
  • Istri Nabi Luth, ketika Nabi Luth bertemu Jibril dan Mikail, ia memberi tanda kepada kaumnya ( kaum Sodom) untuk memberitahu bahwa ada laki-laki di rumahnya. Malam hari menyalakan api, kalau siang hari mengepulkan asap.
  • Laki-laki Amrat (sudah baligh tapi belum tumbuh kumis dan jenggot)/remaja –> lebih menarik syahwat laki-laki yang hatinya berpenyakit, dibanding wanita –> jadi pakaikanlah anak laki-laki dengan pakaian laki-laki, ga usah diunyu-unyu. Kalau tumbuh kumis dan jenggot, biarkan saja.
  • Kenapa Nabi Nuh dan Nabi Luth tidak tahu istri mereka khianat? Ya karena namanya khianat pasti tersembunyi.
  • Nabi Luth baru tahu istrinya khianat pada malam hari sebelum subuh adzab turun, padahal mereka sudah hidup berpuluh-puluh tahun
  • Untuk Nabi Nuh, ada riwayat mengatakan istrinya ikut binasa dengan banjir, ada pula riwayat yang mengatakan (dalam Taurat) bahwa istrinya ikut naik ke kapal bahkan selamat, baru Allah beri tahu. Namun riwayat terakhir ini ada pula yang mengatakan bahwa yang dimaksud ikut kapal adalah istrinya yang lain, bukan yang khianat.

Hati-hati Kufur terhadap suami

  • Dari Abdullah bin Abbas, setelah Rasulullah SAW shalat gerhana, beliau menceritakann pengalaman Isra Mi’raj –> bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah wanita. Karena kufur kepada suami.
  • Hari ini kebanyakan wanita lebih banyak ibadahnya dibanding suaminya, lebih sering datang kajian, tapi harus waspada dengan dosa kufur terhadap kebaikan suami, “Aku tidak pernah mendaapi kebaikan sedikitpun dari dirimu.”
  • Yang bisa menggelincirkan ke neraka bukan hanya dosa-dosa besar tapi bisa saja kalimat-kalimat kecil sederhana yang tidak Allah ridhai.
  • Selain ibdah kepada Allah, perhatikan juga bakti kepada suami,
  • Umar bin Abdul Aziz, menurut istrinya Fatimah, bukanlah orang yang banyak shalatnya. Tapi tidak ada orang yang sepertinya dalam hal takut kepada Allah.
  • Syafaat antar anggota keluarga bisa terjadi kalau gelombang keimanannya sama.

 

=====

Sumber : Dauroh Wanita dalam Al-Quran, Ramadhan Bersama Al-Fatih, yang disampaikan oleh Ust. Herfi G.Faizi — 13 Ramadhan 1438 H

0

Asiah Binti Mujahim

  • Asiah binti Mujahim tinggal di istana megah dengan ratusan pelayan, tapi ia tidak bahagia dengan hartanya itu. Harta di hadapan iman tidak berharga.
  • Bagi orang beriman, dunia bukanlah tolak ukur bahagia dan sukses. Karena jika itu adalah tolak ukur, tentu harusnya Asiah menjadi yang paling bahagia. Jika kita sendiri masih menganggap dunia sebagai tolak ukur kebahagiaan, artinya perlu ada yang dievaluasi.
  • Orang yang hidup dengan Al-Quran pasti beda dengan yang tidak, karena Quran adalah pembeda (Al-Furqon). Maka, definisi sukses akan beda, definisi bahagia dan sedih pun akan beda.
  • Asiah bukan hanya mukminah biasa, tapi ia adalah 1 dari 4 wanita terbaik di dunia dan akhirat.

KEUTAMAAN ASIAH

  • Menurut Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, keutamaan Asiah adalah :
    • Lebih memilih dibunuh daripada kerajaannya
    • Lebih memilih disiksa di dunia daripada sekadar hidup nikmat-nikmat di dunia
    • Firasatnya tentang Musa AS benar–> Musa menjadi Qurrota a’yun
  • Asiah adalah istri Firaun yang mengambil Musa AS dari sungai
  • Para ahli ilmu berbeda pendapat, apakah Firaun yang mengasuh Musa sama dengan yang diadzab di laut
    • Sama–> dalilnya ayat tentang perkataan Firaun, “Bukankah aku telah mengasuhmu.”
    • Beda–> karena Firaun gelar bukan nama
  • MU = air, SA= pohon (bahasa Qibti). Jadi MUSA= bayi yang dibawa air dan nyangkut di pohon
  • Kisah penyelamatan Musa ada di QS.Thaha : 39
  • Penyelamatan Musa itu aneh, tapi logika harus tunduk di bawah syariat Allah.
  • Secara fisik yang menyelamatkan Musa adalah peti kayu. Tapi hakikatnya yang menyelamatkan adalah penjagaan Allah yaitu Allah memberikan bekal cinta-Nya–> kalau Allah sudah cinta, semua apapun bisa terjadi, karena cinta Allah itu istimewa
  • Ada revisi keputusan pembunuhan bayi laki-laki bani Israil saat itu. Orang Qibti khawatir kesulitan mencari pekerja kasar, maka diputuskan 1 tahun dibunuh , 1 tahun dibiarkan. Itu lah mengapa Harun AS, kakak Musa AS yang hanya beda satu tahun bisa selamat.
  • Saat melihat Musa, Asiah langsung jatuh hati padanya, bukan karena fisik Musa bayi. Karena kulit musa coklat, rambutnya keriting, dan wajahnya khas wajah bani Israil. Cinta itu muncul karena adanya cinta Allah yang memancar dari diri Musa AS.

Al-Qasas : 8

  • Tujuan Asiah mengambil Musa adalah karena suka dan berharap Musa menjadi penyejuk matanya dan suaminya. Jadi anak, atau kalaupun tidak jadi anak bisa tetap manfaat
  • Tapi bukan itu rencana Allah. Tujuan Allah adalah supaya Musa menjadi musuh dan kesedihan bagi Firaun.
  • Apakah harapan Asiah terbukti? Ya. Apakah tujuan Allah terbukti? Ya. Kok bisa tolak belakang terbukti? Karena kesedihan hanya untuk musuh Allah.
  • Sejak awal Firaun berkata kepada istrinya, “Ya untukmu, tidak untukku.” Sejak awal Firaun menolak hidayah. Bahkan para ulama berpendapat, andai Firaun mengatakan ‘ya’, maka tidak tertutup kemungkinan ia beriman.

TARGET ANAK (GENERASI) : QURROTA A’YUN

Makna Qurrota

  • Qarra (tetap/ tidak goyang/tsbat)
  • Mata yang tidak tetap (tidak qurrota a’yun):
    • Lagi cari-cari
    • Lagi panik
    • Cemas/curiga, dll
  • Qur (dingin sekali)
  • Di Arab ada ungkapan Mata Panas, yaitu sedih, nangis, marah
  • Anak yang berhasil, akan mendatangkan:
    • Kesedihan–> bagi musuh-musuh Islam
    • Kebahagiaan–> untuk orang tuanya dan orang-orang beriman
  • Anak yang berhasil akan mengantarkan hidayah kepada orangtuanya, seperti Musa AS kepada Asiah
  • Orang tua zaman sekarang ingin anak shalih, tapi saat anaknya shalih melebihi ekspektasinya, malah tidak siap. Jadi ingin anak shalih itu butuh persiapan.
  • Allah masih mengharap Firaun ingat (QS.Thaha: 44)–> Kita pun jangan menutup pintu hidayah. Jangan suka mngeluarkan kalimat yang menutup hidayah Allah untuk anak–> mencela , berkata yang tidak baik

Al-Qasas : 9

  • Pasti Firaun akan membunuh Musa bayi, maka Asiah mengeluarkan kalimat , “Laa Taqtuluu”. Kenapa jamak? Ini menunjukkan larangan bukan hanya untuk Firaun tapi untuk orang-orang suruhan Firaun–> Inilah bentuk perlindungan dari Asiah
  • Skenario Allah
    • Musa dikirim langsung ke istana
    • Segagah apapun Firaun tetap tunduk pada bisikan istri dan anaknya–> maka para istri, bisikanlah hanya yang baik-baik kepada suami
  • Contoh lain bisikan istri

Kisah Harun Ar-Rasyid dan istrinya Zubaidah. Harun Ar-Rasyid memiliki dua putra, Al-Makmun (dari budak) dan Al-Amin (dari Zubaidah). Sejak awal Harun ar-Rasyid akan mengangkat Al-Makmun sebagai penggantinya, tapi ujung-ujungnya Al-Amin lah yang diangkat–> bukti dahsyatnya bisikan istri.

  • Jika suami baik–> bisikan baik istri akann semakin membuat baik
  • Jika suami buruk–> bisikan baik istri bisa meminimalisir kerusakan

 

QS.At-Tahrim :11

  • Asiah sebagai “Matsal” (Perumpamaan) . Yang jadi perumpamaan pasti adalah legenda. Seperti di Arab ada legenda kedermawanan, namanya Hattin At-Tai
  • Ada kaidah yang ulama tafsir tidak sepakat, tapi ada yang mengatakan bahwa bahasa istri dalam Al-Quran ada 2, yaitu
    • “Imra’at”–> bukan istri tapi wanita, menunjukkan adanya yang tidak sempurna atau tidak cocok jadi pasangan. Bahkan Nabi Zakaria awalnya istrinya yang mandul dibahsakan Imra’ah, setelah punya anak jadi Jauzah
    • Jauzah–> ini juga buka istri, tapi lebih ke pasangan (cocok)
  • Awal mula terbongkarnya keimanan sembunyi-sembunyi Asiah adalah kejadian Masyithoh. Masyithoh bukan nama orang tapi nama pekerjaan, yaitu tukang sisir.
  • Saat Firaun tahu keimanan Asiah , Firaun bahkan memanggil ibu Asiah untuk membujuknya, tapi tidak mempan
  • Maka Asiah disiksa dengan diikat di tiang sambil dipukuli oleh algojo-algojo Firaun
  • Saat disiksa itulah Asiah berdoa, “Bangunkanlah aku di sisi-Mu rumah.” Dan Allah tunjukkan, sehingga selama disiksa Asiah malah tersenyum
  • Mengapa kata-katanya, “Di sisi-Mu rumah” bukan “Rumah di sisi-Mu”? Karena yang lebih penting itu di sisi Allah nya bukan rumahnya.
  • Ada kaidah “Al-Jar qobla Ad-Dar.” (Tetangga sebelum rumah)
  • Pelajaran penting bagi kita orang tua:
    • Jaga putri-putri kita jangan sampai jatuh pada laki-laki dzalim walaupun hartanya berlimpah. Suami itu harus shalih dan berilmu. Kriteria laki-laki itu bagus agaman dan amanah.
    • Dalam an-Nisa “Rajulun” (laki-laki), mengandung kata “Rujulun” (Jantan). Apa kriteria laki-laki jantan?
      • Bertasbih di rumah Allah (masjid)
      • Tidak lalai karena dunia
      • Takut hari kiamat

 

=====

Sumber : Dauroh Wanita dalam Al-Quran, Ramadhan Bersama Al-Fatih, yang disampaikan oleh Ust. Budi Ashari, Lc. — 12 Ramadhan 1438 H