RSS

Aku dan Dia Menikah

Pokoknya tak mau melewatkan satu momen pun tanpa kutulis. Penting ga penting yang penting nulis… :)

Pertama kali mengenal sosok dia yang kini menjadi suamiku sekitar tingkat 3 saat kuliah dulu, itu pun samar-samar bahkan wajahnya pun tak hafal. Yang kudengar dari orang-orang , dia adalah mahasiswa paling pintar di jurusannya dengan indeks prestasi tiap semester hampir selalu menyentuh angka 4.00, nyaris sempurna. Yang kudengar lagi dia dulu adalah peraih medali di olimpiade internasional. Yang kudengar lagi…selalu saja tentang prestasi akademiknya yang selalu luar biasa…

Sampai suatu saat salah seorang temanku mengajakku bergabung dalam salah satu grup penelitian di mana ketuanya adalah dia. Hah? Itulah ekspresiku saat membaca proposalnya. Memang kalau orang kayak gini idenya selalu extraordinary yah?…Singkat cerita penelitian yang ini belum berhasil. Hingga akhirnya kami kembali membentuk grup penelitian untuk salah satu lomba, dan untuk ide yang ini kami berhasil menjadi juara.

Itulah sekelumit kisah pertemuan kami. Bagiku biasa saja,nothing special, selain kekagumanku bahwa memang dia ini otaknya mendekati jenius. Sampai akhirnya suatu proses baru dimulai. Proses yang cukup panjang dikarenakan perbedaan persepsi. Hanya saja aku mendapat pelajaran berharga yang bisa ku-share dengan yang lain, kalau menolak ikhwan maka katakanlah, “Maaf saya tidak mau menikah denganmu”. Jangan mengatakan, “Maaf saya belum siap menikah”. Heu…

Proses ta’aruf yang jauh dari bayangan idealku. Tak menyangka akan menjalaninya dengan seseorang yang sudah kukenal, bahkan seseorang yang pernah menjadi partner penelitian. Tiap tahapan proses selalu kudiskusikan dengan orang tua. Lucu sekali, saat akhirnya memutuskan untuk melangkah ,mamah melakukan shalat istikharah, qodarullah saat itu mamah mendapat mimpi, yang katanya dalam mimpi itu mamah melihat dua buah batu bata yang menempel. Mamah bilang mungkin kami ini memang jodoh, bisa jadi maksudnya batu bata itu adalah pertanda akan membangun, yaitu membangun rumah tangga. Wallahua’lam. Bismillah, kami pun saling bertukar biodata dan melakukan pertemuan.

Satu pekan setelah pertemuan itu aku diminta memberikan jawaban akan lanjut atau tidak. Lagi-lagi keraguan muncul, dan lagi-lagi mamah shalat istikharah dan kembali bermimpi. Katanya mamah mimpi melihat undangan pernikahan, hanya saja undangannya cuma terbuat dari kertas putih dan diprint biasa. Akhirnya, aku putuskan kembali maju. Kalau aku sendiri, setelah istikharah hanya mengandalkan kemantapan hati, selebihnya kupasrahkan kepada Allah, kalau bukan jodoh yah ga akan jadi.

Sempat terbersit di pikiranku, aduh jangan-jangan kalau nikah sama orang ini tiap hari yang diomongin penelitian, atau jangan-jangan nanti dikacangin terus karena dia sibuk baca buku, huh betapa akan sangat membosankannya. Maju mundur maju mundur, begitulah hatiku. Tiap kali kukatakan pada mamah, “Mah, kok belum suka ya, ga jadi aja deh”. Selalu seperti itu, dan mamah akan mencoba menenangkan,” Nanti juga kalau udah jadi suami mah bakal suka.”…..

Sampai akhirnya, 18 Juli 2010 dia mengkhitbahku, dan jadwal pernikahan baru akan disepakati satelah aku beres sidang. Syukur Alhamdulillah, setelah khitbah itu hatiku mulai tentram, terlebih pikiranku lebih terkuras untuk memikirkan skripsi, seminar, dan sidang sarjana.

Saking ga memikirkan urusan nikah ini, persiapan nikah pun jadi ga karuan, bahkan semua hal mulai dari yang besar sampai tektek bengek semuanya disiapkan oleh orang tua. Awalnya aku hanya ingin melangsungkan akad saja, tanpa harus ba bi bu ba bi bu sewa ini sewa itu, atau undang ini undang itu. Tapi ternyata sulit karena ga mungkin kalau ga ngundang teman apalagi keluarga, secara teman kami lumayan banyak dan kaluargaku adalah keluarga yang super besar. Alhasil diputuskan untuk mengadakan walimah dengan konsep yang super sederhana dan serba dadakan. Bahkan saking dadakannya, undangan pun tak cukup hingga akhirnya Apa mengetik undangan sendiri di kertas HVS. Melihat itu rasanya geli sekali, jadi teringat mimpi mamah saat proses awal ta’aruf dulu. Subhanallah, semuanya memang kehendak Allah.

Kami menikah tepat satu pekan setelah aku sidang sarjana, yaitu tanggal 9 Oktober 2010. Dengan menggunakan lafal bahasa Arab, proses ijab qobul lancar dan khidmat. Pernikahan kami yang sederhana itu pun dihadiri ratusan orang yang mendokan kami. Tapi saking kikuknya, ketika duduk di pelaminan tampaknya kami adalah pasangan pengantin yang paling aneh sejagad raya ( haah lebaay…). Kami duduk berdampingan dengan jarak hampir 100 cm, tidak ada foto mesra apalagi foto berbagai gaya seperti layaknya pengantin lain.

Setelah beberapa hari menikah barulah aku menyadari betapa ajaibnya takdir Allah itu. Aku semakin terkejut-kejut ketika menyadari bahwa orang yang menjadi suamiku percis seperti apa yang senantiasa kuminta kepada Allah dalam doa-doaku. Kami memiliki karakter yang hampir bertolak belakang. Dulu kupikir akan sangat menyenangkan memiliki suami dengan karakter a b c d,dst. Tapi Allah Maha Tahu, dengan karakter kami yang seperti ini, kehidupan kami menjadi lebih berwarna. Yang pastinya cita-citaku punya suami super pintar seperti ensiklopedi berjalan kesampaian juga (hadeeuh ga penting yak…).

Yaa Allah berkahilah kami dan kumpulkanlah kami dalam kebaikan di dunia dan di akhirat. Aamiin.

 
Leave a comment

Posted by on June 3, 2012 in Celotehan

 

R.O.M.A.N.T.I.S ( jilid 2)

Suatu hari sepasang suami istri sedang berbincang-bincang..

Istri : Mas saya sudah menemukan mimpi saya.

Suami : Alhamdulillah,,,apa itu sayang?

Istri : Saya ingin menjadi sayap untuk Mas

Suami : waah,,jadi terharu..

Istri : Lalu sekarang apa mimpi Mas? Sehingga saya tahu ke mana saya harus membantu Mas terbang..

Suami : Mimpi mas ingin masuk surga

Istri : Lah semua orang juga mimpinya itu Mas. Maksudnya yang mau dilakukan di dunianya apa? Kan orang lain ada tuh yang mimpinya ingin buat rumah sakit atau sekolah gratis,,ingin jadi menteri,,ingin jadi hafidz dan bikin pesantren tahfidz,,atau apa gitu..

Suami : hmmm…mas tidak tahu umur mas akan sampai kapan, tapi mas hanya menginginkan satu hal yaitu saat mas meninggal mas memiliki 3 amal yang takkan terputus pahalanya sebanyak-banyaknya dan seikhlas-ikhlasnya. Dan itulah visi mas sebagai salah satu ikhtiar meraih surga Allah, makanya semua ikhtiar mas saat ini mas kerahkan untuk ketiga amal itu.

Kenapa mas ingin menuntut ilmu sebanyak mungkin dan sedalam mungkin, karena mas berharap ilmu itu akan bermanfaat bagi orang lain dan akan mas sebarkan seluas mungkin.

Lalu mas ingin punya amal jariah yang banyak, ingin bisa infaq yang banyak. Oleh karena itu mas memilih menjadi “pedagang”. Mungkin hidup akan terasa lebih lurus-lurus saja ketika mas menjadi seorang pegawai yang tiap bulannya sudah pasti mendapat gaji,dsb, tapi belum tentu mas bisa berinfaq yang banyak.

Terakhir, mas ingin punya anak yang shalih dan shalihah yang kelak akan mendoakan orang tuanya, dan kalau bisa jumlahnya tidak hanya satu atau dua, karena semakin banyak yang mendoakan bukankah semakin baik.

Istri : Kalau gitu apa dong fungsi saya sebagai sayap?

Suami : Sayap adalah penyokong kekuatan, penyokong arah, dan penyeimbang. Ade adalah penyokong kekuatan bagi mas, penyeimbang kehidupan mas. Ketika arah terbang mas sudah mulai berbelok sedikit-sedikit, maka tolong ingatkan mas.

Bagaikan angsa di angkasa, wanita adalah pusat formasi. Sayap angsa-angsa itu membentuk formasi berbentuk “V” yang akan terbang dengan hebat walaupun angin kencang menerpa atau bahkan badai melanda mereka.

Laki-laki akan bisa terbang dengan dua sayapnya. Sayap itu adalah ibu dan istrinya. Maka wanita, banggalah dan kuatkanlah diri, karena wanita akan menjadi sayap untuk suami dan juga anaknya. Itulah mengapa wanita menjadi pusat peradaban dan menjadi kekuatan untuk kebangkitan umat.

Di balik lelaki hebat akan selalu ada wanita hebat..

 
Leave a comment

Posted by on June 2, 2012 in Celotehan

 

Warna-Warni Kampung Halaman Suami

Akhirnya kembali menginjakkan kaki di tanah jawa timur..Waah rasanya dulu tak bermimpi akan hijrah sejauh ini..saking ga sukanya pergi jauh-jauh sampe dulu mikirnya pengen dapet suami orang garut juga,,heu,.

Tapi subhanallah yah bumi Allah memang begitu luas dan berwarna. Padahal masih dalam satu pulau, tapi banyak sekali perbedaan yang terasa, sungguh menarik. Hal yang cukup membuatku kesulitan adalah soal bahasa. Kadang kalo orang rumah pada ngomong aku cuma bisa cengo, senyum-senyum, atau ngangguk-ngangguk doang. Paling parah kalo ditanya orang, maka beberapa kali aku akan bilang ,”Hah? Hah?”.

Kemarin aku belanja ke sebuah toko, trus penjaganya pake bahasa jawa tok. Ketika dia nanya aku cuma bisa bilang “hah” doang. Atau kalau ada suamiku aku akan nanya ,”Apa mas maksudnya?”. Sempet juga salah ucap bilang, ” Teh”, padahal kan di sini harusnya manggil ,”Mbak”.hehe….

Subhanallah ini baru cuma beda propinsi dan masih satu pulau, gimana kalau cita-citaku keliling dunia kesampaian ,heu,,ngarep dot com,,Aamiin..

Satu cerita menarik yang kudapat di sini adalah tentang hajatan. Yang kutahu kalau orang mau ngadain hajatan atau syukuran, terutama pernikahan, maka orang harus ngumpulin uang dulu yang banyak biar bisa ngadain hajatan yang berkesan, bisa menjamu tamu dengan baik, dsb. Bahkan tak jarang kutemui orang meninggalkan hutang karena gelaran tersebut. Tapi yang kutemui di sini malah sangat berebeda. Nenek buyutnya Kayyis cerita, kalau di sini orang bisa untung banyak kalau hajatan. Yah gimana nggak, saat hajatan para tetangga atau saudara akan menyumbang beras dan gula, atau kalau laki-laki akan nyumbang uang. Sebenanrnya di daerahku juga sama, para tetangga dan undangan akan memberikan amplop, tapi sang pemilik hajat juga akan ngasih semacam “berkat” yaitu berupa makanan kotak yang lauknya super komplit, mulai dari daging, ikan, telur, tahu, hingga kerupuk. Jadi seolah-olah uang yang dikasih itu impas oleh pemberian ” berkat” tersebut. Beda dengan di sini, ketika sang empunya hajat dapet beras, gula, dan uang, maka untuk gantinya akan memberikan oleh-oleh berupa sebungkus kerupuk, rangginang, roti, atau jajanan lain, kadang juga beberapa bungkus mie. Makanya setelah hajatan terkadang yang punya hajat akan untung bersak-sak gula dan beras.

Ini juga yang kutemui saat pertama kali membawa Kayyis ke sini. Kalau di garut dulu orang-orang nengokin kayyis dengan membawa kado atau amplop, di sini beda, para tetangga berkunjung dengan membawa beras dan gula. Tapi yang luar biasanya ibu mertua akan mengisi kembali tas mereka dengan mie dan bahkan beberapa buah piring sebagai ucapan terima kasih.

Di balik semua cerita itu, yang paling kusuka di kampung halaman suami ini adalah rasa kekeluargaan yang sangat kental. Nice…

 
Leave a comment

Posted by on May 30, 2012 in Celotehan

 

Steak Tuna

Bahan:
1/2 kg fillet ikan tuna, diiris tebal
1 butir telur
Tepung roti
Garam
merica
Jeruk lemon

Saus:
3 sdm saus BBQ
1 sdm Kecap manis
1 buah bawang Bombay, iris memanjang
Lada hitam bubuk
Tepung Terigu
Air putih secukupnya

Pelengkap:
Wortel
Buncis

Cara membuat:
Lumuri ikan dengan air perasan jeruk lemon, garam dan merica secukupnya, lalu diamkan dalam kulkas 30 menit
Balut ikan dengan telur dan tepung roti, kemudian goreng
Campur semua bahan saus
Rebus sayur-sayur pelengkap
Siap disajikan

image

 
Leave a comment

Posted by on May 24, 2012 in Masak Yuk..

 

N.G.I.D.A.M

Penting ga penting yang penting nulis,,he,,

Ini adalah kisah masa-masa hamil dulu. Percaya ga percaya ternyata ummi kayyis ngalamin yang namanya ngidam. Alhamdulillah ga pernah ngidam aneh-aneh. Hanya saja cita2 ngidam tanpa merepotkan suami tak kesampaian, tetep aja ngrepotin suami, padahal dia lagi sibuk penelitian dan nyusun tesis.

Yang paling kuingat adalah waktu ngidam boneka kucing. Entah bagaimana bisa tapi aku pengen banget dibelliin boneka kucing saat itu. Suami ampe muter2 nyari boneka,sampe akhirnya aku menyerah dan bilang ya udahlah ga usah aja. Eh, tiba2 suatu hari pulang dari pasar dia bawain boneka itu,seneeeng banget, tapi habis itu yang udah tu boneka cuma ditaruh aja jadi pajangan. Sampai akhirnya Kayyis lahir boneka yang dikasih nama “tante meong” itu jadi boneka kesayangan Kayyis. Hmm,jadi dulu yang minta tuh Kayyis apa umminya ya?

Ngidam yang kedua adalah ngidam baso tahu. Tiap malam suami pulang terus kutagih-tagih, tapi kata suami baso tahunya ga ada. Masa sih ga ada, perasaan banyak deh. Sampe suatu malam suami pulang bawa siomay,”Nah,ini nih maksud saya”,kataku. “Lah,ini kan siomay bukan baso tahu, kalo tukang dagang siomay mah banyak dari kemarin juga.”..Hmm ternyata persepsi aku dan suami tentang baso tahu tuh beda. Kalo aku manggil tukang siomay tuh ya tukang baso tahu..????

Terakhir ngidam yang paling kuingat adalah pengen es campur. Bukan es campur yang mahal, tapi es campur di sekitar jalan taman hewan yang seporsinya cuma 3000. Tapi ni cerita ngidam paling malu2in. Gimana nggak, suami baru pulang malem2 aku langsung ngrengek minta beliin es campur sampe nangis meraung-raung kayak anak kecil. Ada-ada aja..

Dibalik semua cerita itu,intinya abinya Kayyis luar biasa sabar dan pengertian..Jazakallah khayran katsiran :)

 
Leave a comment

Posted by on May 23, 2012 in Kayyisah

 

Mimpiku…Menjadi Sayapnya

Dimulai dari sesuatu yang sia-sia sesungguhnya. Dulu aku sempat menonton sekilas sebuah drama korea yang entah apa judulnya. Di mana diceritakan seorang gadis yang sedang bingung menentukan mau jadi apa dia. Dimulai dari bingung milih jurusan saat mau kuliah,dan pada akhirnya dia malah pengen ganti jurusan karena cowok yang disukainya. Di akhir cerita akhirnya gadis itu menemukan apa yang dia mau, mimpinya sangat sederhana yaitu menjadi seseorang yang selalu berada di samping si cowok yang sekarang jadi suaminya. Saat si suami jadi direktur maka ia ingin jadi seorang sekretaris.Saat suaminya memilih jadi dokter, dia milih jadi perawat. Pokoknya dia mau jadi bulan yang selalu ngelilingi bumi. Aneh tapi keren.

Kisah itu jadi kembali mengingatkanku pada mimpiku sendiri. Mau jadi apa sesungguhnya aku ini? Tuingggg..Sampai akhirnya aku menemukan sesuatu,,, di mana aku akan selalu mensyukuri semua yang Allah beri hingga saat ini dan aku akan berhenti mengeluh untuk apa yang belum bisa kuraih . Intinya,,aku akan selalu bahagia. Aku percaya bahwa semuanya pasti ada waktunya. Yang pasti aku sudah menemukan sebuh cita-cita disamping puluhan bahkan ratusan cita-citaku yang lain (hadeeuh lebay)..jreng..jreng..jreng..aku mau jadi sayap untuk suamiku tercinta…

Dulu saat suami dengan menggebu-gebu ingin menjadi seorang peneliti, membuat lembaga penelitian muslim dan menjadi dosen, aku berfikir bagaimana caranya aku harus bisa menjadi teman diskusi yang nyambung dan harus pinter. Berarti aku juga harus rajin baca, sekolah lagi yang tinggi, dan bla bla bla..

Sekarang, saat suamiku kembali menggebu membuka usaha sendiri kemudian bermimpi membuka pabrik di mana2, maka aku berfikir bagaimana menjadi istri pengusaha yang tetap nyambung diajak diskusi, punya ilmu yang bisa bantu suami, makanya mimpiku pun harus bisa menunjang itu..

Entahlah mungkin sebagian orang akan bilang aneh atau konyol, tak punya pendirian, dll..tapi inilah jalan yang dipilih dan aku bahagia dengan pilihan itu. Aku sekarang adalah seorang istri dan juga seorang ibu. Dan aku begitu mencintai peranku.

Aku ingin menjadi sayap untuk suamiku agar dia bisa terbang dengan tinggi mengarungi samudra kehidupan dan membawa kami sekeluarga terbang mengangkasa hingga kelak bisa sampai di pemberhentian abadi, jannah-Nya. Aamiin .

 
Leave a comment

Posted by on May 19, 2012 in Celotehan

 

Puber Kedua

Melingkar dengan ibu2 memang luar biasa. Kalo melihat giroh mereka, duh malu sekali rasanya.

Tapi tetap saja ada lucunya. Kemarin seorang teteh bertanya,” Puber kedua tuh sebenarnya ada ga sih?”..hehe..kok pertanyaannya kayak kepenasaranan saya juga. Ternyata emang akhawat pasti kepikiran juga masalah ini,,ujung2nya pasti ke pembahasan poligami lagi. Trus, teteh lainnya yang seorang psikolog bilang kalau dalam ilmu psikologi tuh ga ada istilah puber kedua yang identik dengan usia 40 an seorang pria yang kemudian jatuh cinta lagi atau nikah lagi. Yang ada katanya istilah dewasa madya,,entahlah apa itu.

Usia segitu bagi pria adalah usia yang matang, baik dalam pemikiran,kedewasaan, juga finansial. Sedangkan bagi wanita umumnya pada usia segitu kondisi fisik sudah mulai kurang menarik. Nah, dengan kondisi semacam itu, banyak ditemui kasus para suami mulai memiliki idaman lain,,makanya puber kedua ini seolah jadi sesuatu yang umum terjadi.

Tapi, apapun itu bukan ini yang mau dibahas. Hanya saja ada quot menarik dari teteh saya, “Usia 40 adalah usia matang. Usia yang harusnya lebih produktif dalam beramal dan berdakwah”. Andaikan suatu saat seorang suami memutuskan menikah lagi, maka ada 3 hal yang harus terpenuhi, yaitu aspek akidah, syariah, dan muamalah. Kata seorang ustadz, jika seorang yang berpoligami hanya memenuhi satu atau dua saja dari ketiga aspek tersebut ( muamalah biasanya yang paling sulit dipenuhi), maka ibaratnya seperti seseorang yang sedang ngasih ta’lim di masjid tapi cuma pake sarung doang. Iya sih aurat minimumnya tertutupi, tapii masa iya kayak gitu. Begitu katanya. CMIIW.

Tuh kan nyerempet lagi deh ngebahas itu. Intinya mah mari senantiasa perbanyak amal shalih dan terus berdakwah. Allahu Akbar !!!

 
Leave a comment

Posted by on April 28, 2012 in Celotehan

 

Dorayaki Mocaf

Kembali bereksperimen membuat makanan dengan bahan mocaf. Ceritanya mah pengen bikin kue Dorayaki, tapi sbenarnya bingung juga, nih kue beneran bisa dibilang kue Dorayaki apa nggak yah,,habis penampakannya mah kayak pancake,,tapi whatever lah,,hehe,,

Bahan:
1 butir telur
4 sendok gula pasir
6 sendok tepung mocaf
Sedikit garam
1 sendok madu
3 sendok susu kental manis
3 sendok mentega yang dicairkan
Bahan pelengkap:
Messes/keju

Cara membuat:
Kocok telur dan gula sampai mengembang
Tambahkan mocaf,garam,susu,madu, aduk lagi sampai rata
Terakhir masukkan mentega cair
Masak adonan dalam wajan tahan panas yang sudah diolesi mentega,,bolak-balik hingga matang
Bisa dinikmati dengan menambah pelengkap seperti messes,keju,atau lainnya

image

 
Leave a comment

Posted by on April 28, 2012 in Masak Yuk..

 

Kayyisah (sembilan bulan…)

Mungkin bulan kesembilan ini adalah bulan yang sungguh menakjubkan selama perjalanan tumbuh kembang Kayyis selama ini. Tidak ada kata lain selain Alhamdulillah. Kayyisah ruaaarrr biasa.

Dimulai dari urusan rangkak merangkak dan rayap merayap,,jangan ditanya lagi,,rasanya selurus penjuru rumah(kecuali damur dan kamar mandi) tiap hari Kayyis kelilingi. Mulai berdiri dan berjalan merayap sambil pegangan meja, dispenser, rak, lemari, dll..wuiih subhanallah lah pokoknya mah, sampe-sampe neneknya pusing sekaligus bahagia…
Yang tak kalah menarik, sedikit-sedikit Kayyis sudah bisa mengucapkan kata-kata tertentu. Dimulai dari “teteh”, “mamah”,”papah”,”apa”,”abah”,”nen”,”dadah”,,,,,,

Pergi ke manapun dia akan jadi sorotan karena Kayyis ndut dan pipinya itu loh,,hadeuuh dicubitin mulu sama orang. Tapi, bulan ini BB Kayyis malah turun 100 gr, gapapa ya, yang penting sehat. Ummi juga udah mulai coba-coba ngasih Kayyis makanan yang selama ini dicurigai sebagai alergen dermatitis atopik Kayyis. Hasilnyaaaa,,alhamdulillah Kayyis ternyata tak alergi telur dan ikan tuna, maka lain kali kita coba makanan lain ya Nak…

Love U sayang…

image


image

 
Leave a comment

Posted by on April 26, 2012 in Kayyisah

 

NUGGET MONA (Mocaf Tuna)

Bahan :
250 gr daging ikan tuna
1 bauah wortel,rebus
3 sdm tepung mocaf
1 sdt garam
2 siung bawang putih
1 buah bawang bombay
25 gr tepung roti

Bahan luar:
telur, kocok lepas
tepung roti

Cara membuat:
Cincang/ blender daging ikan, wortel, bawang putih dan bawang bowbay
setelah halus, tambahkan tepung mocaf, tepung roti, dan garam
aduk sampai rata kemudian kukus selama 15 menit
setelah masak, dinginkan atau bisa juga disimpan di freezer sebentar
lalu cetak sesuai selera
kemudian masukkan ke dalam teluri dan lumuri dengan tepung roti
siap untuk digoreng

image


image

 
Leave a comment

Posted by on April 24, 2012 in Masak Yuk..

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.